Bubur Sayur : Menu sarapan murah meriah

| Thursday, 6 June 2013 |



Dalam berbagai situasi, yang namanya "Sarapan di Luar" tentu sangat identik dengan sarapan di Resto, cafe, atau kantin yang jelas akan memakan budget yang jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan sarapan di rumah (dari sisi porsi). Maka tak heran jika kemudian istilah "Sarapan di Luar" lebih sering diucapkan oleh orang-orang berduit.

Dan boleh percaya boleh tidak, saya bukan orang berduit, tapi alhamdulillah, saya bisa "sarapan di luar" hampir setiap hari. Bukan karena ada yang mbayari lho, bukan. Tapi karena memang di kampung saya, "sarapan di luar" bisa lebih terjangkau harganya ketimbang "sarapan di rumah". Lho! kok bisa? Ya bisa saja tho, karena menu "sarapan di luar" saya adalah bubur sayur (gambar paling atas). Gimana ndak murah to mas mbak, lha wong harga bubur sayur satu porsinya hanya 1.000 rupiah, dan harga tempe goreng sebagai lauk hanya 500 rupiah. Praktis saya hanya merogoh kocek 1.500 rupiah untuk bis amenikmati sarapan nikmat dan mengenyangkan. Gimana? murah tho? Saya yakin, kalau di Cafe atau resto, uang 1.500 bahkan belum tentu cukup untuk membeli satu porsi Es teh.

Oh ya, lebih mengejutkan lagi, ternyata di beberapa daerah di lereng gunung sumbing, menu bubur sayur plus tempe goreng ini dijual hanya 1.000 rupiah per porsi, dengan rincian, bubur sayurnya 750 rupiah, dan tempe gorengnya 250 rupiah (ukurannya lebih kecil). weleh-weleh.

NB : Sebelumnya, perlu saya terangkan disini bahwa kesengajaan saya memotret makanan di atas bukan karena ingin meniru kebiasaan para remaja jaman sekarang yang hobi sekali memotret makanan sebelum menyantapnya, hal itu saya lakukan murni agar ada gambar penjelas untuk postingan ini. Jadi tolong, jangan men-judge saya sebagai seorang remaja galau.

Dan sebagai pungkasan, untuk lebih menghayati semangat Sarapan Bubur dalam postingan ini, berikut ini saya sematkan video lagu Sabu alias Sarapan Bubur oleh Alam yang dulu sempat tenar di blantika Per-bubur-an Indonesia, Monggo




Buku Agus Mulyadi

3 comments :

  1. mantep coba di bogor ada yang kaya gini mas, laku keras nih

    ReplyDelete
  2. Murah tenan mas bubur'e.... yen neng bekasi bubur rego Rp 1.500 oleh krupuk'e mas. La wong paling murah Rp 3.000 iku yow nek titik koyok maem'e bocah.

    Yen jakarta murah meriah paling ora onok seng mangkat neng jakarta golek sesuap nasi yow mas....

    Rata2 neng jakarta jajanan gorengan kuwi regane Rp 1.000 padahal yen neng kampung Rp 1.000 oleh 2 gdhe2 tur sehat ora onok campurane. Waduch moco artikel dadi pengen maem bubur pisan mumpung guyuran udan urung mandek. Maaannnnteeppp lanjutkan !!!

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger