Curug Winong, Air terjun asri di pelosok Wonosobo

| Saturday, 31 August 2013 |

Selain telaga Menjer, obyek wisata alam yang patut anda sambangi jika kebetulan anda singgah di Wonosobo adalah Curug Winong, Sesuai dengan namanya, obyek wisata ini adalah berupa Air terjun (curug) dan berlokasi di wilayah desa Winongsari, lebih tepatnya Dusun Temanggung, Desa Winongsari, Kec. Kaliwiro, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah.

Curug Winong Wonosobo

Terletak di areal hutan desa, Curug Winong tak hanya menawarkan keindahan air terjun yang berbentuk seluncur, namun juga menawarkan keindahan alam pegunungan khas Wonosobo yang sangat memanjakan mata.

Kendati terletak di pedalaman hutan, namun akses menuju Curug Winong ini terbilang sangat bagus. Untuk menuju gerbang desa Winongsari, anda akan dihadapkan pada jalan raya yang mulus beraspal dan berkelok dengan pemandangan hutan pinus dan pegunungan di sisi kanan dan kiri jalan. Sungguh Pemandangan pembuka yang cukup memanjakan mata.



Dari gerbang desa Winongsari ke loket wisata Curug Winong, jaraknya sekitar setengah kilometer melewati jalan desa. Namun jalan desa ini tak semulus jalan raya yang dilewati sebelumnya.





Sampai di area loket, disana sudah tersedia parkiran yang cukup luas, Biaya parkir hanya 2.000 rupiah per motor, sedangkan tiket masuk ke Curug hanya 1.000 per orang (di hari libur, naik jadi 2.000 per orang), Sangat murah bukan?

Curug Winong Wonosobo

Dari loket, kita harus berjalan sekitar 500 meter lokasi curug, tenang saja, jalannya cukup bagus kok, di 100 meter pertama, jalan-nya sudah dipaving, sedangkan sisanya berupa jalan setapak. Selama menempuh jalan setapak ini, kita bisa menikmati indahnya persawahan desa Winongsari juga sungai jernih yang mengalir di sisi kiri jalan.











Hanya butuh sekitar 15 menit dengan berjalan kaki dari loket untuk sampai ke lokasi Curug Winong.

Di Lokasi Curug Winong, pengunjung akan langsung disuguhi dengan pemandangan air terjun setinggi hampir 70 meter dengan bentuk permukaan turunan yang menyerupai seluncur.

Topografi turunan Curug Winong yang menyerupai seluncur dengan kemiringan tak lebih dari 70 derajat membuat banyak pengunjung yang memberanikan diri untuk bisa memanjat naik. Para Pengunjung umumnya berlomba untuk bisa mencapai titik tertinggi dari permukaan curug yang bisa didaki.

Curug Winong Wonosobo

Curug Winong Wonosobo

Curug Winong Wonosobo

Curug Winong Wonosobo

Curug Winong Wonosobo

Curug Winong Wonosobo

Selain pemandangan air terjun, pemandangan lain yang bisa membuat pengunung ternganga adalah adanya tiga buah batu besar yang oleh warga setempat disebut sebagai watu kelir. Satu batu berada persis di bawah curug, sedangkan dua buah batu lainya berdampingan dan berokasi tak jauh dari batu yang pertama, hanya saja posisinya agak di bawah.



Untuk masalah fasilitas, jangan khawatir, kendatipun lokasinya pelosok, namun di sana ada toilet yang memadahi, juga ada warung yang menjual snack, aneka makanan ringan, juga minuman.

So, jika panjenengan sedang mampir di Wonosobo, jangan lupa sempatkan waktu untuk berkunjung ke Curug Winong ini, dijamin puas dan bakal minta nambah.




Buku Agus Mulyadi

13 comments :

  1. Kok ra ngjak-ajak kowe gus.... aku hurung tau mrono je...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, rek ngajak mesti lali terus....

      Delete
  2. weh saiki kie wes ono loket karcis e to, jalane juga wes di paving....

    ReplyDelete
    Replies
    1. maklum, efek Revolusi mental... wkwkwkwk

      Delete
  3. Welha, cedhak omahku iki kang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah... jebul asline wonosobo tho mbakyu.... tak kiro jogja

      Delete
  4. keren2, jd pengen ke sana...

    ReplyDelete
  5. terima kasih telah membahas dan mempromosikan objek wisata di wonosobo,, masih ada banyak lagi objek di wonosobo, salah satunya adalah "Puncak SIKUNIR", dengan tampilan Golden Sunrise, semoga sudi untuk mengunjungi wonosobo lagi

    ReplyDelete
  6. wew ngisore kampungku iku masdab, tapi rung tau rono juga ding.
    wong aku yo ket 92 wes minggat neng sumatra :D
    suk nek muleh aku jal dolan rono,

    eh, mbak iparku yo magelang, tapi ga roh aku ngendi magelange.
    suk nek melok dolan rono manatau ketemu mbek raimu wkwkwkwk

    btw salam kenal lah, biarpun gantengan aku, tapi tulisanmu wuasyuuu tenan nggawe aku guling2.... (ketemu blogmu yo ra sengaja, lagi browsing cabe-cabean padahal aku :D)

    you just made my day masbrottttt!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. welha, ket 92 minggat blas ra tau mbalik po?

      Delete
  7. wah 30 thn yg lalu pd thn 1985 aku ke curug winong jalan kaki, melewati hutan pinus dan jalan yg masih sangat alami, insya Allah thn ni ke sana bersama anak2, terimaksh telah berbagi

    ReplyDelete
  8. Di desa mentasari katanya ada mas, bapak ku orang asli pesodongan. Sbnrnya banyak water fall di daerah sana, saya juga penasaran. Soalnya setiap saya ke sana pasti ke dieng atau alun2. Jarang menelusuri hutan, 1 temen2 kecilku disana udah nikah semua. Malu kalo ngajak mereka2 :D

    ReplyDelete
  9. wah wes tau neng curug winong to gus,, aku sepisan rono, tapi kok rodo reget banyune

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger