Kegusaran Hati saya pada Sinetron Indonesia

| Wednesday, 20 November 2013 |

Jujur saja saya akui, saya ini adalah salah satu tipikal pria yang sangat suka dengan yang namanya Serial Drama. Oke, silahkan sampeyan mengejek saya, silahkan sampeyan mencela saya, toh memang begitu kenyataanya, saya suka serial drama. Dan saya adalah pria yang mudah tersentuh dengan cerita serial drama. Ada yang bilang, saya ini Wajah Security Hati Hello Kitty, Tampang Rambo Jiwa Rinto. Ah, Saksakmu, Ora urus kas!!.

Namun perlu anda ingat, Saya adalah penggemar Serial drama, dan bukan penggemar Sinetron. Camkan itu baik-baik. Lho? memangnya beda? Ya jelas beda, karena Sinetron itu hanya berlaku untuk serial drama Indonesia.


Sumber gambar : Arrahmah.com

Oke, saya terangkan sedikit, Sinetron adalah penyebutan untuk Serial drama di Indonesia. Sedangkan di negara-negara lain, penyebutannya tentu berbeda. Di negara latin misalnya, serial drama akrab disebut sebagai Telenovela, di negara-negara arab, akrab disebut sebagai musalsal, di korea disebut sebagai 한국드라마, sedangkan di negara-negara barat, disebut sebagai Soap Opera (opera sabun), dan tentu masih banyak lagi penyebutan-penyebutan lainnya.

Mengapa saya sangat menggemari Serial drama namun tidak menggemari sinetron? Karena memang menurut saya, sinetron kurang pantas untuk digemari. Saya merasakan, Sinetron ini jauh kalah kelas dengan Telenovela, Hangul, Soap opera, dan sebangsanya.

Bayangkan. Telenovela mampu menghadirkan kisah asmara nan romantis dengan konflik yang sangat beragam, sedangkan sinetron? Nol besar. 한국드라마 mampu menampilkan budaya dan kearifan lokal (korea) ke dalam sisi cerita dramanya, sedangkan sinetron? Nol besar. Musalsal mampu menggambarkan penerapan-penarapan ilmu beragama ke dalam cerita kehidupan, sedangkan sinetron? Nol besar. Pun Soap opera mampu menampilkan konflik cadas disertai dengan pengetahuan-pengetahuan hukum yang mencerdaskan penontonnya, sedangkan sinetron? Lagi-lagi Nol besar.

Ya, sinetron memang saya rasakan menjadi tontonan yang kurang bermutu lagi tidak mencerdaskan. Murni hanya sebagai penghibur dan pemanja rating.

Kendatipun begitu, saya tetap masih menaruh respect pada sinetron, tapi Khusus untuk Sinetron jaman dulu, karena beberapa Sinetron jaman dulu saya akui tak seburuk sinetron sekarang (Tapi cuman beberapa lho ya, sisanya ya tetep saja). Dulu sinetron masih cukup gencar menyuarakan kearifan lokal dalam ceritanya, Si Doel anak Sekolahan menjadi bukti nyata. Dan juga, sinetron jaman dulu lebih bervariasi dan mempunyai jalan cerita yang cukup kreatif, maka jangan heran jika sinetron jaman dulu semisal Noktah merah perkawinan yang dibintangi oleh Ayu azhari dan Cok Simbara tak mudah ditebak jalan ceritanya dan selalu membuat penontonnya penasaran.

Bandingkan dengan Sinetron sekarang yang fokus ceritanya hanya pada dua hal, yaitu "rebutan Cinta", dan "Tertukarnya anak". Saya jadi heran, apa setiap orang tua yang main sinetron jadi cadok matanya, sampai-sampai anaknya sendiri pun bisa tertukar? Ini anak apa pulpen sih? kok bisa tertukar dengan begitu mudahnya. Dan hal ini tidak hanya berlaku pada judul 'Putri yang Tertukar' lho!, tapi hampir pada semua sinetron Indonesia. Dan parahnya, penyelesaian konflik jenis ini selalu saja menyertakan partisipasi "Tes DNA" (Dan gemesnya, hasil Tes DNA itu lagi-lagi juga ditukar). Oalah, dikiranya Tes DNA itu murah dan bisa dibayar cuma pake Chiki kali ya!.

Lebih dari itu, Sinetron Indonesia saya rasa terlalu "profit oriented", sehingga jangan heran jika ada sinetron yang laris, maka episode-nya akan diulur sampai mengular, bisa mencapai ratusan episode, Cinta Fitri malah tembus sampai 1000 episode dengan pembagian 7 season (Itu sebenarnya sinetron apa cerita Aladin sih?). Bayangkan mas mbak, 1000 episode. Saking lamanya penayangan sinetron Cinta Fitri ini bahkan sampai muncul selentingan, Cinta yang paling abadi itu ada 3, yaitu Cinta Nabi pada umatnya, Cinta Ibu pada anaknya, dan yang terakhir, Cinta Fitri.

Bandingkan dengan drama Korea yang jumlah episode-nya selalu mentok tak lebih dari 100 episode, bahkan kebanyakan selalu di bawah 50 episode. Jelas bahwa Sinetron kita terlalu panjang.

Yang lebih memuakkan dari Sinetron kita adalah cara sang sutradara untuk mengaduk emosi penonton yang bisa dibilang sangat klise. Yang paling populer tentu adalah adegan tokoh utama jatuh ke jurang, ditemukan penduduk, dan hilang ingatan, untuk kemudian muncul alur baru. Oalah tobat Kas!!

Pokoknya sinetron-sinetron yang sering tayang sekarang ini selalu punya adegan klise yang bahkan penonton sampai bosan. dalam salah satu blog saya, saya bahkan pernah menyusun adegan-adegan yang menjadi salah satu syarat sah-nya Sinetron Indonesia, diantaranya adalah:

  • Adegan cewek yang menyiram pacarnya dengan air minum karena kepergok selingkuh dengan wanita lain (adegan ini biasanya berlangsung di Restoran)
  • Adegan orang yang menghentikan sebuah pernikahan. Biasanya ketika penghulu bertanya pada para saksi, "Sah para saksi?", tiba tiba ada tokoh lain yang berteriak "Tunggu!" Untuk menggagalkan pernikahan (Basi)
  • Adegan sedih saat seorang cewek atau cowok sedang ditimpa kemalangan, trus lari keluar rumah (Biasanya turun hujan sampe basah-basahan, biar dikira melas kali ya?)
  • Adegan si pemeran utama cewek terpeleset lalu dengan heroik si pemeran cowok nangkep tubuh si cewek. Mata saling pandang, kamera di zoom plus slow motion
  • Adegan tokoh utama yang sedang mencari tokoh lainya (pacar, ayah, ibu, atau orang lain yang disayanginya) namun belum ketemu, padahal sudah berada di jarak yang dekat, entah karena si tokoh tidak melihat,m atau pandanganya tertutup angkot (biasanya gitu sih)
  • Adegan tokoh utama pria yang dengan mudahnya bisa menang jika berkelahi dengan penjahat walaupun dikeroyok (Padahal di awal cerita tak ada adegan si tokoh utama pria belajar pencak silat, debus, atau apalah yang lainnya)
  • Adegan tokoh yang berteriak kaget "APA......?" saat diberitahu ada anggota keluarganya yang kecelakaan (memangnya ndak ada ekspresi lain ya selain "APA...?", mbok ya pakai ekspresi lain kan bisa, Ahayy, Jebrett, atau apalah, biar lebih kreatif)
  • Adegan kecelakaan koplo, sudah tahu mau ada mobil atau motor yang nabrak bukanya lari atau menghindar malah cuman berdiam diri nutupin mata sambil berteriak, Biar dikira tawakal ya mbak?
  • Adegan penjahat yang sedang lari-lari mengejar tokoh utama lalu berhenti sejenak hanya untuk teriak "Hoee Jangan Lari loe!" (kalo hanya mau bilang begitu kan ya ndak usah pake acara berhenti tho kang. Dan lagi pula, itu yang dikejar mana mau berhenti, lha wong dikejar penjahat kok, dikiranya yang dikejar belum pernah menyenyam bangku sekolah apa?)
  • Kalo ada firasat buruk atau terjadi sesuatu yang gawat (biasanya si tokoh utama kecelakaan atau kenapa), maka akan ada tokoh utama yang lain yang menjatuhkan gelas trus gelasnya pecah, atau sedang dzikir pakai tasbih, dan tasbihnya lepas
  • Pada awal cerita, si pria sama si wanita musuhan. tapi akhirnya malah saling jatuh cinta.....Kalo yang ini super basi
  • Adegan tokoh utama sakit parah yang ditandai dengan batuk kering keluar darah. 
  • Adegan si musuh sedang memikirkan rencana jahat, dengan dubbing suara (yang ceritanya adalah suara pikirannya) trus ngomongnya penuh dengan intonasi banget (persis seperti baca puisi) yang kemudian diakhiri dengan tawa menggelegar kesetanan penuh kepuasan.
  • Ada yang mau nambah? silahkan tulis di form komentar, nanti saya tambahkan.
Nah, dari beberapa adegan klise di atas, tentu sudah cukup menggambarkan betapa tidak kreatifnya jalan cerita sinetron Indonesia. Terlalu monoton (Tapi hebatnya, tetap mampu mengaduk-aduk perasaan para penontonnya, bahkan nenek saya pun selalu geregetan penuh emosi saat melihat sinetron).

Nah, penghujung artikel ini, sebenarnya saya berharap akan ada PH atau sutradara sinetron yang membaca curhatan saya. Dan berharap akan ada pembaruan menyeluruh dalam dunia per-sinetron-an Indonesia, mungkin istilah cadasnya Revolusi Sinetron kali ya.

semoga kedepannya, akan muncul tayangan-tayangan sinetron bermutu dengan cerita yang kreatif, juga penuh dengan penajaran-pelajaran kehidupan yang mencerdaskan, sehingga sinetron bukan hanya menjadi tontonan namun juga bisa menjadi tuntunan.

Semoga saja. Semoga saja.



Note : Mungkin banyak yang mencibir, Itu si Gus Mul katanya ndak suka sinetron, tapi kok bisa ngemat dengan adegan-adegan di dalamnya ya? Oke, saya jawab. Saya memang ndak suka sinetron, cuma karena TV di rumah saya hanya satu, dan saya selalu kalah suara dengan adik-adik dan nenek saya, maka sebagai pria yang flamboyan lagi demokratis, seyapun menghormati mereka dengan mengalah saja tatkala chanel tv diputar sinetron. Dan tentu mau tak mau, saya jadi ikut menonton sinetron. Jadi begitu mas mbak sodara. #PembelaanOraMutu. alias #Ngeles

Catatan Kaki
Beberapa pembaca menyanggah bahwa sinetron terpanjang itu Tersanjung, bukan Cinta Fitri. Dan hal ini salah besar, karena kendatipun sama-sama sampai 7 season, tapi Tersanjung itu tayang hanya seminggu sekali (tiap jumat), sehingga walaupun diproduksi sampai 7 season, jumlah episodenya pun hanya 360, masih kalah jauh dengan Cinta Fitri.




Buku Agus Mulyadi

53 comments :

  1. 1. Adegan si pemeran utama cewek terpeleset lalu dengan heroik si pemeran cowok nangkep tubuh si cewek. Mata saling pandang, kamera di zoom plus slow motion...
    2. Ciderellasyndrome: salah satu tokoh utama kaya raya, yg satunya nggak banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thats right baby.. Suwun kang, langsung saya tambahkan

      Delete
  2. piye yen seluruh sinetron digabungke wae jadi 1 judul sinetron? ben tambah duowo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Njuk judule Kian Santang yang tertukar jualan Bubur dan Ingin Naik Haji

      Delete
  3. kiro kiro gus mul seneng ftv gak yo?
    kayae kok fans garis keras

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung bintang'e sing main, nek Kadek Devi po Andrea Dian, yo aku seneng

      Delete
    2. wah kok idolane sampeyan podo mbek aku dab? opo jangan-jangan sampeyan niru aku yo aahhhaaayyy hihi

      Delete
    3. sharena rizki kuwi, seksi malah...wkwkwkw

      Delete
  4. ftv sctv itu termasyuk syinetron ndak ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ora kang. kan tayangnya sekali main habis, ndak serial

      Delete
    2. Tapi isinya rangkuman dari sinetron

      Delete
  5. GusMul buat sinetron drama dong, kira2 judulnya apa ya...

    ReplyDelete
  6. adegan orang yang dirawat di rumah sakit karena kecelakaan, pasti kepalanya diperban dan perbannya ada bercak merah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wiiih keren Gus Mul dan blog ini kemarin masuk TV...
      nunut bangga sebagai sesama wong Magelang :)

      Delete
  7. bener biet bro
    jan nguanyelne tenan. lan sing paling ra cerdas iku bahasa batin/fikiran selalu dinarasikan dalam suara si pemeran...opo ono neng barat sing koyo ngunu??
    lek neng barat pesan sudah bisa tersampaikan dan penonton pun faham tanpa harus "mbatin" selantang itu

    ReplyDelete
  8. Mas ajeng tanglet, lha nek "Malem Minggu Miko" kui termasuk sinetron po udu ?
    Nek termasuk sinetron berarti aku beruntung tau ndelok sinetron sing kelas. Suwun mas :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan lah, kalau sinetron itu drama bersambung, sedangkan malam minggu miko kan tiap edisi beda judul...

      Delete
  9. Gus mul,walah bener banget,sing paling nyebelin gek sinetron "Tersanjung" jan waktu kui aku mengikuti,tapi endinge ora jelas aq njur gak seneng,sejak itu q katakan "NO" utk sinetron,pancen mutune jan ora ono babar blas sinetron kui,setuju aq dgn Gus Mul

    ReplyDelete
  10. waw gusmul tadi beritanya nyampe di tv net acara the coment..
    Mantep nih jadinya bukan jones tapi joker (jomlo keren ) ckckck

    ReplyDelete
  11. om agus bener-bener cerdas euy. bahasanya yang ringan bikin pesan tersampaikan. salam from edwin dari Bogor :)

    ReplyDelete
  12. ada lagi kang gus,, adegan tokoh utama ditangkap polisi karena fitnah, yang paling membuat muak sampai bikin muntah kok polisinya gampang banget disuruh nangkap orang, emangnya polisi indonesia bodoh2 apa?? kok gak ada adegan penyelidikan/investigasi dari pak polisinya trus langsung selonong boy ngrangket uwong kalo dikehidupan nyata bisa-bisa di pra peradilan tuh polisi, satu lagi gus pas adegan tokoh utama sakit, dokternya langsung memvonis si tokoh mengidap sakit apa yang berat,, harusnya korp kedokteran "IDI" memprotes sutradara-sutradara indonesia yang asal membuat cerita, padahal kan instansi seperti POLRI/ profesi dokter memiliki SOP/kode etik dalam setiap tindakannya!! ini namanya pembodohan publik gus,, CATAT dan CAMKAN gus PEMBODOHAN PUBLIK!!!!

    ReplyDelete
  13. Gus Mul, ngelamar jadi wartawan aja nulis berita yg ringan2 ttg hal2 kecil di sekitar kita, pasti menarik. Hidup sudah ruwet, butuh hal2 yg ringan-dan-yg-lucu kayak gini supaya gak gila beneran hehehe

    ReplyDelete
  14. gelar tiker + udud + dengerin gus mul seorang pengamat persinetronan Indonesia.

    ReplyDelete
  15. Saya sejak beberapa tahun lalu udah gak nonton sinetron yang gak mutu itu. Kalo drama kadang-kadang. Memang muak nonton sinetron yang alur ceritanya seragam.
    Gusmul pancen oye...mantaaap.

    ReplyDelete
  16. 1. Jalan ceritanya rebutan harta. Diaturlah siasat bagaimana supaya harta jatuh ke tangan peran antagonis
    2. Adegan rencana jahat yang didubing mulut pemerannya mencap mencep
    3. Jika sudah tidak dapat menyelesaikan permasalahan dan sinetron sudah mau finis biasanya musuhnya mati ketabrak mobil
    4. Pemeran utamanya biasanya miskin kemudian bisa kaya mendadak
    5. Pemerannya rata2 tidak bekerja atau kerjanya tidak jelas tp kaya2
    6. Kalu yg main anak sekolahan biasanya pakai mobil atau motor mewah. padahal di masyarakat.
    7. Gadis culun biasanya pake kacamata tebel n besar
    8. Selalu ada guru dungu di sinetron anak sekolahan
    9. Pemain utama yg ganteng jadi rebutan tante-tente
    10. kejar2an mobil dijalanan cuma digambarkan di kompleks perumahan saja
    11 dll

    ReplyDelete
  17. FTV yang pernah tayang di salah satu tv swasta yang membuat terkesan ada "Undangan Kuning" dan "Bibir di dalam pispot"....pernah lihat?

    ReplyDelete
  18. makanya gus mul "ndang rabi" aja, biar gak gusar.. hehe

    setau saya kalau untuk revolusi jagad persinetronan ini butuh kerjasama dari banyak pihak gus. kenapa? karena kondisi yang ada sekarang ini juga tidak lepas dari keadaan masyarakat sendiri yang kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mengambil keuntungan.

    contoh aja, kenapa cerita sinetron gitu2 aja? karena cara ini yang paling mudah, dan bisa jadi murah, kalau dilihat dari segi produksi. kemudian masyarakat pun masih banyak yang suka, ini pun karena memang sinetron ini memiliki segmentasi pasar tersendiri yang cukup potensial, diantaranya para pembantu, ibu rumah tangga, atau orang tua yang hiburan dirumahnya kebanyakan hanya ada tivi saja, ini kalau dilihat dari sisi marketing.

    belum dari sudut pandang lain yang kalau diamati ternyata pihak PH sendiri sebenarnya jeli melihatnya sehingga bisa menemukan "formula" untuk menghasilkan sinetron yang rating-nya tinggi, terlepas dari jalan cerita dan kualitasnya (kecuali mungkin untuk para pemainnya ya, hehe).

    lalu apakah tidak ada sutradara yang punya cerita bagus untuk sebuah sinetron? saya yakin ada, hanya saja sepertinya pada akhirnya nanti kembali lagi ke beberapa poin diatas. sehingga yang menentukan nanti apakah sinetron ini bakal diproduksi atau tidak akan kembali kepada para "pembuat kebijakan", ini sih sudah mengarah ke politik sepertinya..

    *numpang curhat bro, salam kenal juga*
    *anonymous pemerhati sinetron*

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali saudara.sangat setuju bagian rating ditentukan oleh segmen penonton,sedangkan segmen penonton trbanyak adalah pembantu,ibu rumah tangga dan orang2 yang kerjaannya ngendon di rumah

      Delete
    2. Produsen menciptakan pasar, menciptakan kebutuhan semu, dengan menggelontor produk ke pasar dan mempromosikannya besar-besaran lewat iklan.

      Ini menciptakan kecenderungan yang sering disebut "race to the bottom". Secara keseluruhan sajian televisi makin merosot ke dasar sumur, dengan makin banyaknya acara sampah dan iklan sampah. Kecenderungan seperti ini merugikan masyarakat dalam jangka panjang. -- Farid Gaban Notes

      Delete
  19. Pengamatan yg sangat detail dan mendalam dari seseorang yg mengaku ga suka sinetron :D
    Ane sendiri gusar sm yg nonton Gus, kok ya ga bosen :cd Kadang orang tua smp bawa anak2nya kecil2 pd nonton :cd
    Ane sendiri sering dibilang ky anak kecil klo nonton Laptop si Unyil atau kartun :( pdhal kartun sing ta tonton ki hentai. Eh...

    ReplyDelete
  20. Mas, kalo di Jepang istilahnya "dorama" (buat info aja sih) Dulu pernah berjaya di televisi nasional kita, seperti Tokyo Love Story, Oshin, Beach Boys, Long Vacation dll. Sampai sekarang pun dorama Jepang isinya bernas dan menarik. Kalau saya lebih menggemari dorama ketimbang sinetron. Sinetron sudah lama sekali nggak saya lirik hahaha

    ReplyDelete
  21. Sinetron jaman saiki sing pasti ta tonton tp sayange ra tau nganti bar mung PPT alias Para Pencari Tuhan wes nganti jilid piro jal?

    ReplyDelete
  22. bagaimana dg FTV kang... ketoke alure jg lebih bisa ditebak

    ReplyDelete
  23. cuma di sinetronlah kita bisa mendengar apa yang dibatin para artis itu

    ReplyDelete
  24. kang mul utek cuil,nambahi kang

    biasanya kalau di sinetron orang sakit pasti batuk2.mau kanker leukimia gondok stadium papat mesti watuk2.terus wong loro kok ya wedake ijih mlipit..

    saya tu mbatin,itu artis sinetron yg pada main apa nggak beban moral ya mainin adegan2 yg menurut saya kurang berkelas gitu.hehehe..

    ReplyDelete
  25. nice info , ,
    saya gg suka film sinetron ataupun apa namanya , ,

    mampir di blog saya mas , ,

    ReplyDelete
  26. Sinetron saiki sing jelas intine :
    1. Anak wani & kurang ajar marang wong tuo
    2. seragam sekolah cah wadon rok'e 10cm dibawah pantat , & hem'e mesti metu ..
    3. rebutan pacar & rebutan bondo
    4. ora ono sing mutu

    ReplyDelete
  27. katakan f*** pada sinetron.. hahaha
    http://phpbejo.blogspot.com

    blog walking kang..

    ReplyDelete
  28. jancuk gateli awakmu gusmul gusmul garai nngakak :D

    ReplyDelete
  29. 2 orang perempuan berantem untuk memperebutkan cinta seorang laki - laki -_-

    ReplyDelete
  30. Lama nggak mampir blog ini ternyata Gus Mul berhasil bikin saya ngakak parah.... Lanjutken bro :-D

    ReplyDelete
  31. Lagian kalau mau ikutan sinetron ini syaratnya cuma dua. Pertama cantik, kedua matanya bisa melotot kayak mau mencolot.

    Tontonan sampah semua hehe

    ReplyDelete
  32. wah...ga ada adegan favorit saya. Cewek terbang naek naga raksasa 3D, lalu senggolan dengan cowok naek elang raksasa 3D, njuk jatuh cinta :v

    ReplyDelete
  33. Trend plagiat, klo ada sinetron yang rating nya tinggi langsung di susul sinetron2 yang mirip, cuman beda judul

    ReplyDelete
  34. Empret Ndaz irenk7 December 2013 at 19:31

    mendeng to mas gawe'o film bokep :D

    ReplyDelete
  35. org kaya naksir org miskin,..tapi ending na ternyata dia sama2 kaya..cuma lagi nyamar jadi org kismin..dongeng buangeettt....

    ReplyDelete
  36. mas... hangul itu arti nya tulisan aksara korea loh mas.. bukan drama mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, matursuwun atas koreksinya, saya kurang lengkap copasnya dari wikipedia

      Delete
  37. Nonton bokep wae lah...meskipun penuh adegan monoton. Tpi tetap menarik...

    ReplyDelete
  38. Kenopo angger ono lakon sinetron kecelakaan mesti nganggo transfusi darah ben ketok 'pahlawan'? Stok darah neng PMI ndak yo akeh a? heheh..
    Salam kenal mbah Gus Mul.

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger