4 Hari, 3 Kaos Gratis

| Monday, 17 February 2014 |

Tanggal 7-10 Februari kemarin mungkin adalah 4 hari yang cukup hoki bagi saya. Ndak tau kenapa dalam 4 itu saya mendapatkan hadiah alias pemberian gratis berupa 3 kaos menarik. Sebenarnya sih saya sudah punya cukup banyak kaos (tinggal pacar yang belum punya), tapi kalau menambah jumlah koleksi kaos kan ndak ada salahnya bukan? lagipula kaos dari pemberian orang lain tentu jauh lebih punya makna tersendiri. Ya tho?

Oke, inilah 3 kaos cuma-cuma itu.

Kaos "Cengkeh Nusantara"



Kaos berwarna hijau dengan dengan gambar logo cengkeh dan bertuliskan "Cengkeh Nusantara, Revolusi Belum Selesai" ini saya dapatkan gratis dari kru Klinik Buku EA milik mas Puthut EA, (iya, cerpenis terkenal itu, yang pernah buat cerpen Koh Su itu, yang agak tambun sedikit itu).

Jadi ceritanya, sepulang dari Solo, Saya sempat singgah sebentar di Jogja (janjane sih mung transit thok), dan alhamdulillah, di Jogja ini saya bisa punya kesempatan untuk sowan ngangsu kawruh sama Mas Puthut EA. Saya diajak ngopi-ngopi di sebuah kedai kopi terkemuka di Jogja sambil ngobrol ngalor-ngidul tentang banyak hal, mulai dari sastra, buku, sampai soal asmara. Sebuah obrolan yang bagi saya sangat-sangar berkesan, Lebih berkesan lagi karena ternyata Mas Puthut-lah yang membayari semua kopi dan hidangan *Sumpah, yang ini berkesan sekali, karena bagi saya, tak ada yang lebih mengesankan ketimbang ngopi dan dibayari.

Nah, selain diajak ngopi-ngopi, saya juga diperkenankan untuk menginap satu hari di kantor Klinik Buku EA, salah satu unit usaha penerbitan milik Mas Puthut. Di Klinik buku ini, saya dipertemukan dengan tokoh-tokoh muda kreatif binaan mas puthut yang selama ini hanya saya kenal lewat mIRC twitter. Ada Mas Nuran Wibisono, Mas Nody Arizona, Mas Fahri Salam, Mas Wisnu Prasetya, Mas Dony, dan sebangsanya.

Sebelum pulang ke Magelang, saya ternyata disangoni "sesuatu" oleh Kru Klinik Buku EA, oleh-oleh berupa 3 buah buku karya mas Puthut EA, (masing-masing berjudul: Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali, Deleilah tak ingin pulang dari Pesta, dan Cinta tak Pernah Tepat Waktu) serta sebuah kaos berwarna hijau dengan tagline "Cengkeh Pancasila, Revolusi Belum Selesai", kaos inilah yang sedang saya bahas saat ini.

Ketika saya tanyakan kepada Mas Nody apa maksud dari 'Revolusi belum Selesai', jawab dia singkat

"Itu tagline tameng kok mas, jadi kalau mas Agus ditanya kenapa masih jomblo, jawab saja: Revolusi Belum Selesai"

"Ndasmu Njeplak mas Nod! Jomblo ya Jomblo, tapi jawabnya kan ndak harus gitu-gitu amat, jan mateni pasaran tenan" Jawab saya lirih dalam hati.

Kunjungan singkat ini benar-benar telah membuat saya rendah diri, betapa tidak, sudah dibayari kopi, diberi tempat nginep, masih diberi oleh-oleh pula. Sungguh, saya ndak akan bisa membalas kebaikan Mas Puthut dan segenap kru Klinik Buku EA. Mungkin hanya kecupan basah ini yang sanggup saya berikan... "MMuuuaacchhhh !!! #MlipirMinggat

Kaos APEM (Arek Pemalang)



Kaos ini saya dapatkan dari Clothing APEM, sebuah unit usaha clothing yang memproduksi oleh-oleh berupa kaos khas Pemalang. Kebetulan saya adalah salah satu follower akun twitternya, yaitu @KaosAPEM

Dulu saya pernah ketemu sama admin @KaosAPEM yang usut punya usut ternyata juga mengadmini akun @infoKABpemalang. Kami dulu dipertemukan dalam sebuah event rembug Socmed di Semarang, sebuah event diskusi sosial media yang diikuti oleh para admin pemilik akun-akun info daerah se-Jawa tengah (kebetulan saya ikut ngadmin di akun @IniMagelangku).

Nah, di Grup Whatsapp, Kaos APEM ini katanya mau bagi-bagi kaos gratis, makanya saya langsung ndaftar sebagai salah satu calon penerima donor kaosnya (Gratis je, mosok ra gelem?), Dan saya ternyata beruntung karena masih mendapatkan jatah kaos gratis ini.

Kaos kiriman dari Pemalang ini berwarna Pink, tulisannya 'Bhijere kaya kue sih', yang kalau di-bahasa Indonesiakan, artinya kurang lebih seperti ini: 'habisnya kaya gitu sih!'.

Pokoke Matursuwun Kaos APEM, semoga tambah laris dagangannya.

Kaos Joger asli Bali



Kaos Joger ini adalah kiriman dari seorang pembaca blog saya. Namanya Ovi, Dia seorang gadis jelita dari Kediri, tapi kini menetap di Bali.

Suatu ketika, Ovi ini menelpon saya, katanya ingin berkunjung ke Magelang untuk menemui saya. Katanya sih ingin sharing tentang segala hal, terutama dunia penulisan. Saya sih senang-senang saja kalau ada yang mau berkunjung ke tempat saya, makanya saya iyakan saja. Dia sudah menyiapkan jadwal luang untuk berkunjung. Namun sayang seribu sayang, mendekati hari H, salah seorang anggota keluarganya sakit, jadi dia urung datang.

Sebagai gantinya, dia mengirimkan saya sebuah oleh-oleh berupa Kaos Joger berwarna hitam. Jujur, ini pertama kalinya saya punya Kaos Joger, saya sudah dua kali berlibur ke Bali, dan sekali ke Joger, namun belum pernah sekalipun saya beli kaos di situ, karena satu-satunya kunjungan saya ke Joger, uang saya waktu itu tak cukup buat beli kaos, hanya cukup untuk beli sebuah centong kayu. Karenanya saya senang sekali dikirimi Kaos Joger ini.

Terlebih lagi, Kaos Joger ini tulisannya berhubungan dengan Gigi, dan seperti yang anda tahu, saya punya keterikatan dan chemistri sendiri dengan yang namanya "Gigi". Pendek kata, saya tak bisa dipisahkan dengan "gigi" (pakai tanda petik).

Akhir kata, matursuwun neng Ovi, semoga panjenengan tetap mau dan sudi menjadi pembaca blog saya, dan ndak pernah bosan dengan tulisan-tulisan yang saya buat di blog ini. Maaf, sebenarnya saya ingin sekali memberikan anda sebuah ciuman sebagai tanda terima kasih, tapi sayang, stok kecup basah saya sudah kadung saya berikan untuk kru Klinik Buku EA tadi, hehe. Jadi, hanya doa kesuksesan yang bisa saya panjatkan kepada Alloh untuk anda. Semoga panjenengan senantiasa diberikan kesuksesan dan keberkahan berkah.



Dengan tambahan 3 kaos gratis ini, jumlah kaos yang saya miliki tentu bertambah banyak, kalau saya hitung, mungkin sekitar 17 kaos. Sebuah angka yang cantik: 17, tanggal kemerdekaan kita. 17, jumlah rakaat shalat sehari kita.

Ah, andai saya punya pacar yang jumlahnya sama banyaknya dengan jumlah kaos yang ada di lemari, mungkin semesta ini akan terasa indah.

Btw, mohon maaf kalau ada yang terganggu dengan foto saya di atas, saya harap, pembaca semuanya tetep doyan makan setelah melihat foto saya. *Saya ndak se-najis itu bukan?




Buku Agus Mulyadi

20 comments :

  1. dolan Solo maneh mas, ngko taq kei kaos gambar punakawan. gari milih ndi sing mirip njenengan ngko taq golekne neng PGS.
    hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hambok iyo.... asal sampeyan siap menyambut. hehehe

      Delete
  2. Keren! Kapan2 mainlah ke Bandung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengin sih mas, tap saya takut, cewek bandung belum siap kedatangan saya...

      Delete
  3. pas mboco judule, sek tak bayangne sampeyan pasang foto lagi atraksi gae kaos telu2ne bareng pisan.
    ternyata dinggo ne gantian siji siji hehehhehe

    ReplyDelete
  4. Aku nambahin boleh gak, sepertinya aku juga punya komunitas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, hambok boleh saja... monggo.. Iki komunitas IndoTTS mesti.. hehehe

      Delete
  5. Kaos pink nya lucu mas...cetar membahana..wernane nyolok tenan

    ReplyDelete
  6. alamat e sampeyan ngendi mas engko tak kirimi kaos :D

    ReplyDelete
  7. dolan jogja mas, mampir kene angkringan KR karo aku
    oh ya kaos sing ireng cocok itu mas hahaha

    ReplyDelete
  8. Salam kenal mas agus, blognya lucu, dan mas agus terlihat cukup tampan kalau mingkem. Monggo ikut melipir ke blog kecil sayah. Matur nuhun

    Salam dari org geulis buad mas agus yg kaseb

    www.indrilee.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. apik tenan loh yo kena nggo hiburan sing maune q sedih dadi iso goyon cengar cengir dewe mas agus

      Delete
  9. Wah, piye nek aku seng dolan neng omahe sampeyan mas Agus, aku pengen sinau karo sampeyan .. :)

    ReplyDelete
  10. Nitip link kak :)

    Cara Mendapatkan Uang Dollar Dari Trafik Blog Dengan PopAds
    http://www.eifox.net/2014/02/cara-mendapatkan-uang-dollar-dari.html

    ReplyDelete
  11. kaosnya sudah diganti-ganti tapi wajahnya tetep sama ya mas...peace...

    ReplyDelete
  12. betul menurut thukul arwana, wajah tidak mesti berbanding lurus dengan rejeki... xixixi

    ReplyDelete
  13. Ndak tau kenapa dalam 4 itu saya mendapatkan hadiah alias pemberian gratis berupa 3 kaos menarik

    Mas, iki typo tah piye toh. Ketoke kok mocone maleh ra kepenak :D

    ReplyDelete
  14. walah gus guss.. tak kiro patung jebul awakmu, soale posene podo kabeh mung klambine sing gonta-ganti.. :D

    ReplyDelete
  15. Omegod..aku telat moco iki...ya sorry yak maksud kaos sing tak pilihne iku mengandung makna gigi . batinku ya cocok ae dienge sampean..dan akhire sampean suka juga..lek nang bali maneh kabari yakkk

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger