Kalimat reportase klise di televisi kita

| Tuesday, 1 April 2014 |

Sebagai makhluk yang haus akan kasih sayang dan informasi teraktual, Saya suka sekali melihat acara siaran berita yang dipandu oleh anchor atau presenter berwajah manis. Bagi saya, baik atau buruk sebuah berita, asalkan dibawakan oleh presenter yang manis, maka berita tersebut akan tetap nikmat dan renyah untuk dinikmati. Dan saya yakin, anda (pria) pasti sependapat dengan saya.

Saya bahkan sampai punya news anchor idola, setidaknya ada 3 news anchor yang mana saya menahbiskan diri menjadi fans mereka. Ada Fifi Aleyda Yahya dari Metro TV, Grace Natalie dari Tv One, dan Tasya Syarief dari RCTI. Yang saya sebut terakhir adalah yang paling saya idolai. Ah, berita dan Wanita memang perpaduan yang pas.

Tasya Syarief RCTI

Maka, jangan heran jika saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk tidak mengganti channel saat ada siaran berita di televisi yang dipandu oleh news anchor wanita, baik itu siaran berita penuh, maupun siaran berita kilat yang sering tayang di waktu pergantian jam seperti Headline News-nya Metro TV atau Sekilas Info-nya RCTI.

Dari keseringan saya menonton acara berita, saya pun merasa punya chemistri khusus dengan acara siaran berita. Saya kemudian iseng mencoba mengamati dan mengumpulkan aneka kalimat klise yang sering sekali menjadi materi narasi berita di seantero stasiun TV. #WatonSelo

Nah, berikut ini adalah hasil pengamatan goblok saya:

Hingga saat ini, Pihak kepolisian masih berusaha mendalami motif kasus ini.
Ini kalimat berita klise yang sering disebut dalam berita kasus kejahatan. Biasanya kasus yang masih baru, karena kalau kasusnya sudah lama, kalimat ini malah seakan memperlihatkan lambatnya penanganan kepolisian.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Sumpah, ini kalimat pokok yang selalu (atau malah harus) ada dalam materi berita kebakaran, seakan-akan sudah menjadi protap atau template berita kebakaran. Seandainyapun berbeda, mungkin hanya masalah nilai taksir kerugiannya saja.

Arus lalu lintas dari Jalan xxx ke arah jalan xxx terpantau lancar.
Kalau yang ini berita tentang kondisi arus lalu lintas di suatu daerah. Biasanya banyak tayang saat momen arus mudik atau masa liburan. Pilihan arus jalannya pun sebenarnya hanya 3: "Lengang", "Terpantai Lancar", atau "Padat Merayap". Huh. Sangat membosankan. Kabar baiknya, berita ini sering kali dipandu oleh para polwan MTNC yang terkenal akan kecantikan dan kesintalannya. Jadi, masih cukup renyah untuk dinikmati.

Kini polisi sudah menahan beberapa orang yang diduga menjadi provokator.
Berita kerusuhan (terutama menyangkut demonstran) rasa-rasanya belum lengkap kalau belum ada kalimat klise ini. Bukannya kenapa-kenapa, tapi memang kalimat ini seakan harus ada agar Para polisi terlihat lebih kerja. Walaupun sejatinya, saya kadang masih kurang yakin kalau yang ditangkap memang benar-benar yang dianggap sebagai provokator.

Hingga kini polisi masih berjaga di sekitar lokasi terjadinya kerusuhan untuk mengantisipasi adanya serangan susulan.
Hampir sama seperti yang diatas, hanya saja untuk kalimat yang satu ini, biasanya muncul pada berita kerusuhan yang melibatkan dua pihak atau kelompok yang saling bertikai. Biasanya sih kelompok preman, kelompok warga, atau kelompok siswa tawuran.

Akibat kecelakaan ini, jalur xxx mengalami kemacetan yang cukup parah.
Kalau ada berita tentang kecelakaan yang terjadi di ruas jalan yang padat, terutama jalan arteri, maka kalimat ini sudah barang tentu akan menghiasi narasi beritanya. Pemandangan yang nampak di layar saat kalimat ini dibacakan biasanya berupa satu dua Petugas polisi dan warga sedang berusaha membantu melancarkan arus lalu lintas. Ah, pokoknya klise lah.

Ehmm, apa lagi ya, ah, mungkin itu dulu kalimat-kalimat reportase klise yang bisa saya runut, Barangkali sampeyan para pembaca punya kalimat klise versi anda sendiri, Bisa kali di share di kotak komentar, nanti biar saya cantumkan disini. Monggo untuk para pecinta siaran berita, Saya tunggu lho ya..

Postingan Ra mutu yo luweh, sing penting Asolole




Buku Agus Mulyadi

32 comments :

  1. mungkin mas agus bisa bersanding dalam membawakan berita , akan lebih joss dan menarik ... saya kolaborasikan mas agus dengan chantal della conceta, bagaikan kombinasi roti bakar rasa coklat dan keju ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahahaahahhahaa.... LOL

      Delete
    2. jam dulu bgt, di berita tvri ada tuh diinsertin disisinya pembaca berita, dia yg meragain pae isarat tanpa kata, hehehe

      Delete
    3. Lebih tepatnya bagaikan Kopi dan Susu mas, Dia susunya, saya kopi-nya...

      Delete
  2. Podo bro, Tasya Syarif kui idola tenan kok. Rela begadang demi melihat dia membacakan berita di tengah malam :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoo daf, kadang malah luwih lilo ngenteni Tasya Syarief ketimbang siaran bal.... wkwkwkw

      Delete
  3. Tina Talisa ora masuk daftar po Bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doi montok sih, tapi belum masuk kriteria idaman.. hehehe

      Delete
  4. aku nek wes nonton berita angel menyat, soale angger arep menyat ujug2 dielikke penyiare, "jangan ke mana-mana"...
    #hassuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hassssu.. sumpah, komentar'e njenengan saiki jan marai aku guyu kemekelen ra entek-entek... Wkwkwkwkw Sssssooontteeee

      Delete
    2. @kang Andy : Lambenya..... :)))

      Delete
    3. eh, ada mas ijopinkjemberute!

      Delete
  5. "belum ada yang klik" " enggak ada chemistri" "belum ketemu jodoh" kalimat klise kaum jomblo ketika ditanya kapan nikah? pada hal mbuh golek tenan mbuh ora.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha soalnya memang icuma tu yang bisa dijadikan tameng...

      Delete
  6. mbak fessi alwi, sayang dah pensi. skarang mbak fifi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iya tu, mbak Fessi Alwi, manis, arabnya juga kelihatan... wanita idaman para penikmat berita...

      Delete
  7. selo banget yak. sampe iso ngapalke kalimat klise dalam berita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karang kene ki makhluk yang selo je...

      Delete
  8. Ato kalimat yg ini mas agus:
    "Kami sampaikan setelah pariwara atau jeda berikut ini"

    Biasanya di sela2 iklan ini, para istri yg sudah berkacak pinggang slama 10 mnt sebelumnya, mulai menggulung lengan baju dan menghampiri suaminya yg dalam keadaan setengah sadar karena masi terpukau oleh kecantikan anchor sambil bergumam "ya ampun koq rambut istriku skrg tak seharum dulu,, dulu harum vanila, sekarang harum minyak kelapa"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bukan kisah pribadi tho? wkwkwk... Wah, untung saya belum punya istri, jadi tidak ada yang berkacak pinggang sambil emnggulung lengan baju pas saya ngiler liat kesintalan para news anchor...

      Delete
    2. Wkwkwk bukan mas agus, ini kisah nyata dari curahan hati kawan saya, selain anchor, suami mereka juga dahulu jadi giat nonton acara masak mbak farah. Wkwkwk

      Delete
  9. Leh ngemit berita koyo demit kurang menyan hehe :D

    ReplyDelete
  10. Tulisanmu kok modele bedo masgus kyai ??? opo goro2 aku mang bengi. ???

    ReplyDelete
  11. atau begini: pelaku yang sudah diketahui identitasnya saat ini masih dalam pengejaran...

    atau: pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas karena mencoba melarikan diri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. bener mas.. wah, nunut untuk ditambahkan mas...

      Delete
  12. rRajin2 nulis dab, tak ikuti...

    ReplyDelete
  13. Mas agus... itu kok ya foto presenter ayu ayuu tapi kok ya sayang " positif terjangkit penyakit tuberkulosis" yooo..., ealahh

    ReplyDelete
  14. Tasya Syarif pancen Ayu Gus. Tapi aku luwih seneng Marissa Anita (Ex, metro TV - sekarang di Net TV), Ziza Hamzah (AnTV), lan Didi Kempot.

    ReplyDelete
  15. Akrab di kuping aku itu setelah seminggu or lebih dari dengar kalimat "masih mendalami motif..." biasanya: "masih kesulitan menemukan motif..."

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahaha... iki bner... tak lebokke ng tambahan mas...

      Delete
  16. Nek aku yo, cak. Tascha Liudmilla, anak e Pak De Chappy Hakim.... hihi

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger