Kamar Loteng di Bawah Genteng

| Tuesday, 5 August 2014 |

Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Foto di atas adalah foto diri yang pernah saya pajang di salah satu postingan di blog ini. Foto di atas memperlihatkan saya sedang bermain komputer (wis ngerti gus, rumangsamu aku picek po?).

Gara-gara foto saya di atas, banyak pembaca blog saya yang bertanya tentang dimana tempat saya biasa bermain komputer, pasalnya dalam foto di atas, ndilalah yang jadi background-nya adalah usuk (kerangka) genteng.

Tempat pengambilan foto di atas adalah di kamar saya. Letak posisi kamar saya memang berada persis di bawah genteng.

Jadi begini ceritanya.

Rumah saya terbilang sebagai rumah yang kecil, sempit. Kamarnya hanya ada dua, sedangkan satu rumah dihuni oleh 5 orang: Saya, Bapak dan ibu saya, serta kedua adik perempuan saya.

Kedua adik saya tidur di salah satu kamar, sedangkan kamar yang satunya dipakai bergantian, kalau bapak dan ibu saya tidur di kamar, maka saya tidur di ruang tengah, sedangkan kalau saya tidur di kamar, maka bapak dan ibu saya lah yang tidur di ruang tengah. Kondisi yang kurang ramah dengan stabilitas keluarga Sakinah.

Melihat kondisi yang sebegitu tidak kondusif, Maka, sebagai seorang kepala keluarga yang baik dan kreatif, bapak saya akhirnya berinisiatif untuk membuatkan kamar/ruangan tersendiri untuk saya.

Karena rumah saya sudah terlalu sempit, maka satu-satunya ruang kosong yang mungkin bisa digunakan sebagai kamar saya adalah loteng. Mungkin terinspirasi oleh film kartun Nickelodeon "Hey Arnold".

Akhirnya, dengan segala perencanaan yang ada, serta dengan blueprint sederhana, bapak saya mulai mengerjakan proyek pembangunan kamar di loteng rumah. Ndilalah bapak memang sudah lama ingin membuat ruangan di Loteng, agar bisa sekalian buat ruangan untuk Gudang. Jadi Nantinya, kamar saya bakal bersebelahan sama gudang.

Kira-kira, begini penampakan rencana pemetaan ruangan di rumah saya



Total biaya yang dibutuhkan untuk membuat proyek Kamar Loteng ini sekitar 600 ribu rupiah (saya dan bapak saya patungan setengah-setengah), dengan rincian 400 ribu untuk membeli kayu glugu, 150 ribu untuk membeli kayu papan, sedangkan 50 ribunya untuk biaya lain-lain.

Mula-mula, tembok rumah dilubangi, agar bisa dimasuki glugu (kayu pohon kelapa) sebagai penyangga utama. Bapak saya menggunakan empat gelondong glugu sebagai penyangga. Kemudian di atas glugu tersebut dipasangi kayu papan.

Proses pembuatan kamar loteng ini rupanya tak semudah yang dikira, banyak terjadi kesalahan, maklum, untuk urusan tata bangunan, bapak saya belum terlalu mahir, karir bapak saya dalam dunia perbangunan masih sekedar pada level laden (asisten tukang), belum sampai pada level tukang.

Setidaknya butuh waktu dua hari untuk menyelesaikan proses pemasangan glugu dan kayu papan.

Loteng
Hasil awal kamar Loteng saya. Masih cukup polos tanpa alas

Setelah kayu-kayu papan terpasang sempurna, proses selanjutnya adalah memasang instalasi listrik untuk kamar saya. Mulai dari membuat terminal sampai pemasangan lampu, semuanya dikerjakan oleh bapak sendirian, main single.

Jangan salah, walaupun bapak saya dulu ndak lulus SMP dan sewaktu jadi anak sekolah bandelnya setengah modar, tapi kalau urusan instalasi listrik, rasa-rasanya bapak saya ndak kalah sama yang lulusan SMA sekalipun.


Biar Kidal yang penting Handal, Pokoke aku bocahmu Pak.

Setelah urusan instalasi listrik selesai, Bapak pun menyerahkan kendali kamar sepenuhnya kepada saya. Terserah kamarnya mau diapakan, mau dihias bagaimana, mau diberi alas apa, mau diatur sedemikian rupa, pokoknya terserah saya.

"Saksakmu, aku ora urus!", begitu kata bapak.

Maka, langkah pertama yang saya lakukan pasca serah terima kependudukan adalah mengatur tata letak kamar ini. Saya atur senyaman dan se-efisien mungkin agar seluruh bagian ruangan bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Loteng
Setelah terkena sentuhan penataan ala kadarnya

Langkah selanjutnya adalah membuat hiasan untuk kamar baru saya ini. Dan hiasan yang saya pilih adalah hiasan letter sign, biar kamarnya jadi spesial sekaligus untuk memperjelas, siapa pemilik kamar spesial ini. Dan inilah letter sign yang saya buat dari gabus styrofoam sebagai penghias kamar saya.


Biar berasa Hollywood, walaupun cuma pakai Styrofoam.

Penataan sudah, hiasan sudah, maka langkah selanjutnya adalah memilih barang-barang yang diperlukan sebagai pendukung kamar ini.

Dengan bajet dana yang tak terlalu besar, pada akhirnya saya memilih untuk membeli lemari, dispenser, dan juga kipas angin. Lemari saya gunakan untuk menaruh pakaian serta buku-buku saya. Kipas angin untuk sedikit mendinginkan badan kalau saya ndilalah ada dines di siang hari yang terik. Sedangkan dispenser saya gunakan untuk menyeduh kopi.


Ndilalah, air di Galon sedang habis, jadi terpaksa pakai Plan B

Rasanya cukup menyenangkan punya kamar di sendiri di loteng. Pertama, kamar kita kesannya eksklusif dan unik, soalnya jarang ada yang punya. Kedua, kita bisa nyetel musik dengan volume cukup besar, tak perlu takut, karena dari bawah, suaranya tak terlalu kencang. Ketiga, walau rumah kita kecil, tapi kita tetap bisa mempraktekkan dialog khas orang kaya di Sinetron-sinetron: "Kamar gue di atas, lo langsung masuk aja!". Dan yang keempat, sampeyan bisa punya sedikit kebebasan kalau bawa pacar main ke kamar sampeyan (untuk yang ini, saya sendiri belum pernah mempraktekannya).

Namun begitu, tetap saja ada kekurangan dari kamar Loteng ini. Pertama, Kalau siang terik, panasnya ndak ketulungan, dan kalau malam, dinginnya begitu menusuk tulang. Dan yang kedua, sampeyan harus mengeluarkan tenaga yang cukup banyak untuk naik-turun tangga kalau ada urusan dengan negara bawah.

Tangga Loteng
Nek ibarat judul lagu, ini judulnya "Stairway to Heaven"

Tapi apapun itu, saya tetap merasa bahagia, bisa punya kamar loteng sederhana ini. yah, walaupun kecil, namun disinilah karya-karya saya lahir.

Kawan-kawan saya paling senang nongkrong di kamar loteng saya ini, karena selain tempatnya agak tersembunyi, fasilitas di kamar saya pun tergolong lengkap, yah, minimal untuk standar pemuda desa.

Di Kamar saya, wifi gratis, koneksi internet full, karena memang saya langganan speedy. Kopi selalu saya sediakan, yah, walaupun hanya sekedar kopi sachet. tersedia juga cukup banyak buku bacaan yang siap untuk dilahap. Sedangkan untuk penggemar permainan, sudah tersedia karambol yang siap untuk dimainkan. Cukup lengkap bukan?. Makanya, kalau ada pembaca yang ndilalah orang Magelang, jangan sungkan untuk mampir dan sowan ke rumah saya. Insya Alloh saya bisa bertindak sebagai tuan rumah yang baik kok.


Mampir dulu, ngenet dulu, ngopi dulu, udud dulu

Oh ya, Sebagai pamungkas, berikut ini saya tampilkan beberapa penampakan kamar saya. Monggo dinikmati.


kalau kamarnya belum berantakan, katanya belum jantan


Untuk saat ini masih karambol, besok kalau sudah kaya tak beliin meja Bilyard


Gudang di seberang kamar


Boleh lho mas kalau mampir, gratis kok, asal sampeyan bawa karcisnya


Urusan kopi dan beverages lainnya, Insha Alloh saya bisa memenuhi


Kalau hanya untuk buku dan baju, saya rasa ndak perlu pintu, yora?


Cah lanang, kudu sregep moco, Touch the Boobs, read more books


Nikmat mana lagi yang engkau dustakan?

Jadi, kapan sampeyan mau mampir ke kamar saya, cepetan lho ya, mumpung saya belum kawin. Soalnya nanti kalau saya sudah kawin, dijamin bakalan susah bokingnya.

Oh ya, jelek-jelek begini, kamar saya pernah masuk tipi lo, hehehehe




Buku Agus Mulyadi

85 comments :

  1. Besok mampir, ah.
    Sediain kopi ya mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan senang hati mbak Mell... jangankan kopi, Marimas atau Orson pun siap saya jabanin kalau untuk mbak Melly.... :)

      Delete
  2. Wah, klo di magelang saja siangnya terasa panas, gimana klo kamar lotengnya itu di Kota Semarang ya kang (langsung mateng mungkin)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... iso koyo Oven paling mas...

      Delete
  3. Mantap mas . . . Boleh mampir ya ??? besok besok mugo2 tangganya bisa berubah jadi Lift :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo saja mas, dengan senang hati...

      Delete
  4. Enak nih kalau malam-malam mau lihat bulan, tinggal bolongin atap. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak juga buat naikin layangan mas, tinggal bolongin atap juga... :)

      Delete
  5. Saya termasuk orang yang beruntung bisa terdampar di blog yang luar biasa ini. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil, matur suhun yo mas. Salam kenal dari Dumai. Riau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matursuwun mas atas apresiasinya untuk blog saya... Salam kenal, jabat tangan hangat dari Magelang...

      Delete
  6. Setuju sama komen nya Mas Samsul Bahri. Saya suka dengan blog ini, isinya terasa sederhana, dan begitu dekat. Saya tinggal di Cirebon, sering ke Bandung dan Jakarta. Sebagian besar blog yang saya follow ya orang kota. Jadi ketika baca blog ini jadi inget rumah di kampung. Saya juga anak kampung, tapi kurang puas main di desa. Baca blog ini selalu inget rumah di desa. Dan ini pujian loh :')

    Semangat terus ya Mas Agus. Terus menulis!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matursuwun mbak Suvi... semoga terhibur membaca postingan-postingan saya, dan semoga rasa kangen dengan kampung bisa terobati...

      Delete
  7. Bener nih, kayak kamarnya Arnold. Keren gila pasti arsiteknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bedanya, kamarnya Arnold atapnya kaca, lha kalo punya saya ikut-ikutan pakai kaca, bisa gosong saya mas.. hehehe

      Delete
  8. Yang penting suasana nyaman dan bisa jadi markas, itulah tipe kamar idaman.. Hebat bapaknya mas Agus bisa bikin kamar loteng gini :D btw saya uda review, monggo mampir ya mas Agus di blog saya ;) sukses selalu :)

    http://indrilee.blogspot.com/2014/08/jomblo-rapopo-d.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, matursuwun mbakyu sudah mereview sekilas blog saya, sekali lagi matursuwun, semoga tetap betah menjadi pembaca blog saya..

      Delete
  9. wah ini nih jawaban yang aku cari, dari pertama kali mampir di blog ini. aku penasaran banget, itu sampean foto dimana. aku fikir sampean suka nongkrong di atas plafon rumah. ternyata kamarnya di loteng. keren mas, bapak sampean kreatif.
    kapan kapan aku mampir boleh ya, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. walah, hambok monggo mbak kalau mau mampir, dengan senang hati, mampirnya mau di kamar saya atau di hati saya mbak? #tsaaahhhh

      Delete
    2. Oaalah nganggo modus barang :v

      Delete
  10. enak mas tempatnya. Cocok buat nyantai dan nyari inspirasi....
    Mudah2an saya bisa main kesana...

    ReplyDelete
  11. Sudah 3 hari saya terdampar di blok Kang Agus, dan ini adalah postingan terakhir dari semua tulisan yang sdh saya baca, banyak pesan moral yg saya temukan dan kekocakan2 segar, saya tunggu postingan selanjutnya. sukses selalu..

    PS : biar kamarnya agak dingin beli jaring aja trus pasang diatas atap dan timbun dengan dedaunan kaya beskem tentara jaman perang itu lo Kang, kan bisa nambah kesan artistik rumahnya juga. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matursuwun mas Benny ats apresiasinya... senang rasanya mengetahui ada pengunjung yang merasa terhiur dengan postingan-postingan saya...

      Delete
  12. salam kenal. enak ya, jadi punya privacy sendiri :D

    ReplyDelete
  13. kapan2 aku mau mampir mas.. sedikit mirip dgn kamar saya dulu waktu masih di kampoeng :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kapan hayo mas... tak tunggu lho pokoke

      Delete
  14. Semoga bisa mampir Kang Agus, salam kenal saking lare borobudur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mas, walah, jebul tonggo dhewe...

      Delete
  15. halo gus, aku dulu juga punya cita cita gituan, memperluas kamarku dengan aku buat tingkat. tapi belum jadi hehe.

    Salam dari blogger ndeso juga, dari sajen, trucuk, klaten jawa tengah. undangan mampir juga ke temen temen disini ke blog ku ya http://blognyaanjrah.wordpress.com/ :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. njamane ngekos mas @anjrah..
      mas @agus saya salut dengan njenengan.. luar biasa.. 4 jempol buat njenengan..

      Delete
    2. Salam mas Anjrah... Klaten-nya mana mas?

      Delete
  16. Weits mantap mas agus kamarnya. Sederhana tetapi menginspirasi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. maklum mbak, efek kepepet... hehehe

      Delete
  17. Selalu suka dengan bahasamu yang sederhana, Gus.
    Semua sederhana dan sampean bisa mengolah menjadi luar biasa.
    Sejak baca tulisan sampean di Kompas edisi Ramadhan itu saya jadi krasan main ke Blog ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, matursuwun mbak fera atas apresiasinya... terima ksih sudah berkunjung di blog ini...

      Delete
  18. alah gus... aku wes pernah boking loh.. hehehe...

    ReplyDelete
  19. inspiratif !!
    lanjutkan karyamu nak !

    ReplyDelete
  20. pengen dowe umah tingkat rung kelakon . sing tingkat lagi mung kandnag pitik
    :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. saiki isoh login nganggo wordpress. wingi2 ra isoh
      :D

      Delete
  21. Jebul kamarmu podo plek karo kamarku gus, loteng ngisor gendeng :D

    ReplyDelete
  22. Keren mas :D
    postingan ini memang yang ditunggu-tunggu, bikin penasaran memang kamarnya, ternyata begini :D

    ReplyDelete
  23. "Cah lanang, kudu sregep moco, Touch the Boobs, read more books"

    Aku seneng kalimat kui, Gus!

    ;D

    ReplyDelete
  24. Tak enteni open house mu, Gus Mul ^^

    ReplyDelete
  25. wah, unik juga yo, kreatip

    ReplyDelete
  26. ini nih yg saya penasaran. lotengnya mantap bro.. kalo udah kaya [buku terjual abis] jangan pindah loteng bro, eh jangan pindah kamar bro.

    ReplyDelete
  27. Plan B dispensermu marai ngakak Gus :D

    ReplyDelete
  28. perjuangan hebat bapak dan anak nih. oye banget. kapan ya saya dapat kesempatan mampir dan menginap di sana. kayaknya oke punya. boleh gak mas agus yang ngganteng?

    Kamar idaman, lelaki idaman. Muach-muach

    ReplyDelete
  29. dispenser plan B-mu mesakno tenan..

    ngati2 ngudud cerak kasur gus...

    ReplyDelete
  30. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  31. welahhh tempat sek strategis ikii.. jarang sek iso menikmati.
    koyo ngene.. aku jek eleng pas smp bien nang wet2 gawe omah2 han.. mirip orang utan :v

    ReplyDelete
  32. ra nyongko aku mas iso kenalan mbek mas agus..
    sumpah , moco tulisan iki ngawe ngakak ...
    thanks inspirasinya, dan selau ar-rohman hihi :D
    #semangat

    ReplyDelete
  33. Rumah kecil tapi hati sangat besar .... Mantap sekali mas! Nanti rumahnya akan menyusul besar....

    ReplyDelete
  34. besok nek kamu udah rabi saja tak sowan ke kamar mu mul :D biar rame ada istrimu juga :D

    ReplyDelete
  35. Rumahnya Kecil tapi hatinya besar...

    Mantab jaya mas.. semoga kedepannya rumahnya juga ikut membesar pula.. cepat nikah biar ga kedinginan.. :)

    ReplyDelete
  36. 'kantor' saya juga di loteng, malah satu ruangan sama gudang yg isinya sepeda bekas, kasur kapuk bolong, kardus nggak jelas, tumpukan debu ... yg repot itu kalo kebelet pipis, karena harus naik turun 'gunung' utk sampe ke toilet :( ...

    ReplyDelete
  37. nek ono rejeki meneh, ngisor empyan reng kuwi mok kei plafom..
    aku ndisik kamar'e yo ng loteng kok,

    ReplyDelete
  38. wahhh seneng banget baca nya ini,jdi menginspirasi,,,sederhana tapi asik,sy jg jdi cengarcengir sndiri,,,hebat deh mas ini sm keluarga nya,,, salam utk keluarga mu ya,mas,,,

    ReplyDelete
  39. bisa jadi inspirasi tuk menggantikan rumah 2 lantai... dan lahan udah mepet

    ReplyDelete
  40. ahh ngapusi..aku angger ning omahmu, yoso kopi dhewe kog.prinsipmu "kopiku kopiku, kopimu kopiku"

    ReplyDelete
  41. Manteb tenan. Aku cukup mampir nang blog iki ae, kadohan lek mampir nang omah sampean hahahaha

    ReplyDelete
  42. kalau udah kumpul2 pasti kaya asap pabrik hehehe...piss

    ReplyDelete
  43. Jd kangen plng ke magelang...ku suka baca blog nya mas agus sederhana apa adanya,da bangga menjadi diri sendiri...top lah

    ReplyDelete
  44. itu papan nya pake apa ya mas? dulu pernah mau bikin juga tapi harus di cor takut njeplok ke bawah klo cuma papan :(

    ReplyDelete
  45. Wah, apik plan B ne mas, nggo botol aq*a sak literan, haha

    ReplyDelete
  46. curhatane mas e apik2. q sneng bngt moco tulisan u mas. opo maneh sin jluk rabi. ga iso meneng guyu q

    ReplyDelete
  47. salam kenal, salam sehat selalu menyertai kehidupan Mas Agus Magelangan dan Keluarga, perkenalkan saya Orang Indonesia Asli, sangat tertarik sekaligus terinspirasi dengan Blog sampeyan, teruslah berkarya dan sehat selalu.


    ReplyDelete
  48. Kenapa ndak dibikin sauna aja, Mas? Ntap!

    ReplyDelete
  49. Mas Agus... saya juga punya kamar loteng..
    sewelas rolas lah karo nggonmu. niki mas cobo dipirsani
    http://dimassangaji.blogspot.com/2015/05/kamar-loteng-penuh-cinta.html

    ReplyDelete
  50. mantab mas...
    panase puoooooolllll yo????
    jadi bahan inspirasi nih...

    ReplyDelete
  51. mantab mas bisa jadi inspirasi untuk pemilik rumah mungil khususnya di daerah perkotaan berpenghuni padat, salam sukses

    ReplyDelete
  52. Sipp le, semoga kesuksesan menyertai yaaaa.

    ReplyDelete
  53. Sipp le, semoga kesuksesan menyertai yaaaa.

    ReplyDelete
  54. keren...bapak sama anaknya,..sama2 hebat...sukses yah mas...

    ReplyDelete
  55. Mas kalau mau minta bapaknya buatkan loteng seperti ini kontaknya dimana ya? Terimakasih

    ReplyDelete
  56. sangat mengisnpirasi mas, sy punya rumah luas tanah 14x15 m, sdh jadi rumah nya ....ya 75 % lah...baru kepikiran mau buat loteng, liat referensi di loteng nya bule" sono tuh di youtube bagus" dan sangat luar biasa....Pertanyaanya...harus keluarin bajet sampai berapa kalo buat lotengya kaya gitu...oh ya mas, ben kalo malem ga dingin, mungkin bi dan bawah kayunya mas ditambahkan spon di dinding

    ReplyDelete
  57. pengennnnn gawe koyo ngunu gus..tp rung enek dhuwite jhee..

    ReplyDelete
  58. hati hati... ntar lotengnya di jadiin markas leak. soalnya leak sukanya di atas bubungan rumah.

    ReplyDelete
  59. Sakjane aq kate nggolek backlink gawe komen ttg artikel plafon minimalis, ndilalah lah kok nemu blog iki, tp yo ttp komen sih :p

    Tp pean ancen sangar gus, inspiring me :) selalu bersyukur memang kunci untuk hidup bahagia.

    Thanks postinganmu gus :D

    ReplyDelete
  60. mas,.
    bisa di jelasin berikut gambar mengenenai kalimat ini "Mula-mula, tembok rumah dilubangi, agar bisa dimasuki glugu (kayu pohon kelapa) sebagai penyangga utama. "

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger