Tawakal Kaum Gentho

| Saturday, 23 August 2014 |


Marcopolo, salah satu pentolan Geng Koplo

Sore ini, kawan-kawan Geng Koplo akan berangkat menuju stadion Madya, mendukung tim sepakbola kebanggaan wong Magelang, PPSM.

Kali ini Bukan partai biasa, karena PPSM Magelang akan menjamu Persis Solo. Bagi PPSM, partai sore ini adalah partai krusial, karena PPSM butuh poin penting agar terhindar dari jurang degradasi Divisi utama. Di sisi lain, bagi Persis, ini adalah partai ongkang-ongkang, karena menang atau kalah, toh Persis tetap jadi pemuncak klasemen.

Kalau boleh jujur, Panasnya partai ini sebenarnya bukan soal penentuan degradasi atau tidak, namun lebih kepada rivalitas panas antara kedua kubu supporter tamu dan tuan rumah.

Sudah bukan rahasia lagi, bahwasanya Pasoepati (sebutan untuk pendukung Persis Solo) dengan Simolodro (sebutan untuk pendukung PPSM Magelang) punya riwayat gesreh yang cukup tajam. Yah, walaupun tidak setajam The Jack dan Viking. Dalam setiap pertemuan, pasti selalu ada saja keributan, baik itu di Kandang Persis ataupun di Kandang PPSM. Perjanjian damai yang pernah ditandatangani oleh kedua pihak pun seakan hanya menjadi euforia damai sesaat.

Pun demikian dengan partai kali ini. Atmosfer panas sudah sangat terasa sedari awal pertandingan. Banyak yang menduga, bahwa partai ini pasti akan jadi partai rusuh. Dan nyatanya benar.

Pertanda rusuh agaknya mulai terlihat di menit 60, saat pemain PPSM dilanggar pemain Persis dan PPSM mendapat hadiah tendangan penalti. saat itu kedudukan masih 0-1 untuk keunggulan Persis. Hadiah penalti tersebut mampu dikonversi dengan baik menjadi gol oleh pemain pengganti Rossi Gutawa. Kedudukan menjadi imbang, 1-1.

"Wah, wasite disogok kuwi!", teriak salah satu Pasoepati yang kemudian disusul dengan sahutan dan sumpah serapah oleh anggota Pasoepati lainnya.

Seakan tak terima, salah seorang Simolodro pun menjawab dengan teriakan ketus, "Ha pancen kok, wong wasit ro pemaine we larang wasite je, meh ngopo kowe?"

Sejurus kemudian, adu caci pun terjadi, dan bisa ditebak, hanya dalam hitungan menit, adu caci kemudian melebar menjadi aksi yang lebih brutal, saling lempar botol antara Simolodro dan Pasoepati pun tak terhindarkan.

Tensi semakin panas saat para supporter Pasoepati meneriakkan serapah: "Degradasi... Degradasi... degradasi...!!!".

Menit 82, Pemain PPSM Faisol Arif menyarangkan gol cantik ke gawang Persis Solo. Kedudukan berubah menjadi 2-1. Gol ini semakin memanaskan tensi.

Hingga akhir pertandingan, kedudukan tak jua berubah. PPSM Magelang memetik 3 poin atas tamunya. Rekor tak pernah terkalahkan milik Persis akhirnya tumbang di Kandang PPSM. Kemenangan ini membawa PPSM naik ke peringkat 5 divisi utama grup 4 dan lolos dari jurang degradasi, sedangkan Persis Solo tetap kokoh bertengger di puncak klasemen. Hasil yang kondusif, karena PPSM lolos dari degradasi, sedangkan Persis lolos ke 16 besar.

Hasil yang tak terlalu buruk bagi kedua tim ini nyatanya tak menghindarkan kerusuhan antar kedua supporter yang sudah terjadi beberapa puluh menit sebelumnya. Kerusuhan akhirnya berlanjut hingga di luar stadion. Panpel tak mampu berbuat banyak. Jika di dalam stadion aksi rusuh antar dua kubu supporter hanya saling lembar botol, maka kali ini, di luar stadion, objek yang dilempar adalah batu.

Kedua kelompok supporter saling melemparkan batu dari jarak yang cukup dekat, sekitar 20-30 meter. Beberapa supporter dari kedua kubu nampak terluka karena terkena lemparan batu. Aksi tawur berlangsung selama kurang lebih setengah jam.

Tak dinyana, Kawan Saya Marcopolo tampil sebagai salah satu ujung tombak Simolodro, ia maju dan berada dalam barisan terdepan Simolodro yang meladeni lemparan-lemparan batu dari Pasoepati. Tanpa rasa takut (mungkin karena pengaruh ciu), ia maju ke depan sambil melempari barisan Pasoepati dengan beberapa buah batu.

"Ojo kemajon su, kowe ki ra nggo helm, keno watu bocor ndasmu", kata Paijo kawan saya mencoba memperingatkan Marcopolo.

"Mati-urip ki nang tangane Gusti Alloh, ora nang tangane Pasoepati su!", teriak Marcopolo singkat sambil kembali melemparkan sisa-sisa batu yang masih ada di tangannya.

Saya nyengir, antara prihatin dan kagum. Mungkin ini yang dinamakan Tawakal Kaum Gentho.

Ah, semoga Persis Solo tak lolos ke Liga Super tahun depan, biar bisa rusuh lagi. Hehehe, Bercanda lho mas, Bercanda.




Buku Agus Mulyadi

19 comments :

  1. Wuih laporanmua apik lho, Gus. Kayak membaca cerita silat, ada tegangnya, hehe..
    Tak kirain si Marcopolo sampai berdarah-darah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mesakke si Marcopolo nek ngasi berdarah-darah mas...

      Delete
  2. Replies
    1. wah, hayo jelas Greget, Marcopolo je

      cenlengog!

      Delete
  3. Mati uripku ning tangan Gusti Alloh su! Ora ning tangan pasopati,,, ngena le

    ReplyDelete
  4. wedos. aku malah ngakak ki mocone gus :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha opomeneh aku sing nulis... wkwkwk

      Delete
  5. jane marcopolo ki manungso po? kok sa su sa su ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayo janjane menungso, tapi tutuk'e pancen rodo hek..

      Delete
  6. anjrit aku malah dadi langganan moco blogmu to gus... keno pelet ke aku ... dukun mana dukun .. aku butuh di ruatke.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. welh, ha nek ngasi kowe ra mampir blogku, malah kowe sing tak dukunke mo

      Delete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  8. Bohh,,,nduwurku ki onok" wae,,,pensil ko digedekke,,,nk agus rep go opo yo,,,,,hihihihi,.......kabuuurrrrrrr.....

    ReplyDelete
  9. jane ki musuh yo hudu, dulur yo hudu.. wis mbuh solo ki :|

    ReplyDelete
  10. koe melu balang2an rak Gus? po mung nonton tok...?

    ReplyDelete
  11. Sebenarnya Si Marcopolo itu temanmu atau teman Bapakmu Gus.......?

    ReplyDelete
  12. Tahun depan yen ketemu mangkat nang manahan yo mas...

    Mengko koe tak bayari nang hik, terus koe wenehi aku buku bergumul dengan gusmu

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger