Kucing Malang, Kucing Sayang

| Saturday, 4 April 2015 |

Ini postingan yang mungkin akan membuat bergidik bagi sebagian pembaca. Soalnya, akan ada beberapa gambar mengerikan (disturbing picture) yang kemungkinan akan membuat pembaca tidak betah, jadi sebaiknya, untuk para wanita yang punya hati lembut dan mudah rapuh serta tidak tegaan, saya sarankan sampeyan untuk tidak meneruskan membaca artikel ini lebih lanjut (lebih baik membaca hati saya saja).

Jadi begini, saya mau cerita...

Sudah beberapa hari terakhir ini, rumah saya sering didatangi oleh seekor kucing bercorak kembang telon yang cukup manis manja group (Oh ya, sebagai informasi, saya ini adalah seorang pecinta kucing, sebelumnya, saya pernah menuliskan kisah saya dengan kucing-kucing yang pernah saya pelihara, silahkan cari sendiri di bagian daftar isi), tapi sayang, kucing manis ini berkurang manisnya karena ada luka yang cukup mengerikan pada wajahnya.



Separuh wajahnya koyak dan berlubang dengan kedalaman sekitar satu sentimeter, bagian pipi dan mata sebelah kanan sudah tidak nampak lagi. Terlihat sangat mengerikan.

Si kucing malang ini sudah beberapa malam numpang tidur di kursi di beranda rumah saya. Biasanya sekitar jam 11 malam sudah ndekem manis, lalu pagi harinya sudah hilang entah kemana. Sungguh kucing yang tahu diri, ia mau menginap hanya pas malam hari saja, mungkin ia sadar, ia akan membuat banyak orang histeris kalau menampakkan diri di siang hari bolong.

kalau boleh jujur, Saya sebenarnya sudah pernah beberapa kali melihat kucing dengan luka yang mengerikan, tapi saya rasa, belum pernah saya lihat yang semengerikan ini.



Oh ya, ngomong-ngomong soal luka mengerikan pada si kucing manis ini, iseng-iseng, saya mencoba membuat analisis sederhana tentang penyebab terjadinya luka si kucing tadi. Dan setelah melalui proses penyelidikan sederhana, akhirnya, muncullah tiga kemungkinan penyebab luka pada si kucing manis nan malang ini.

Apa sajakah?

Pertama, karena perkelahian yang begitu hebat dan spartan dengan sesama kucing. Kita semua tahu, bahwa dalam sebuah ekosistem sosial, bukan hanya manusia saja yang perlu berkelahi demi sebuah eksistensi, terkadang kucing pun demikian. Entah karena perkara harga diri, berebut daerah teritorial, atau bisa jadi karena berebut betina (biasanya ini kucing yang rapuh hatinya). Ah, tapi ini urusan politis dan internal antar dunia kucing, jadi saya tak berani berspekulasi terlalu jauh.

Kedua, karena digebug dengan sangat keras oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. Ini kemungkinan yang cukup besar koefisiennya. Karena selama ini, di lingkungan tempat saya tinggal, cukup banyak warga yang tak suka dengan kucing, maklum, namanya juga kucing, kalau lapar, sering kali nekat jadi begal pindang atau ayam goreng. Ini sudah jadi keniscayaan, karena menurut saya, tak ada kucing yang seratus persen baik hati dan tidak suka mencuri, kalaupun ada, itu hanya Doraemon.

Ketiga, karena luka bawaan. Kemungkinan ketiga ini sengaja saya masukkan list setelah saya mendengar informasi dari bulik saya, yang mengaku pernah tahu kalau kucing ini dulunya punya luka kecil menganga di bagian dekat mata kanannya. Entah karena infeksi atau sebab tertentu, bisa jadi luka yang sudah sedemikian mengerikan seperti sekarang ini adalah hasil pemekaran luka lama yang dulu hanya seuprit. Bisa saja tho?

Nah, itulah beberapa kemungkinan penyebab terjadinya luka pada wajah si kucing malang tadi.

Eh, tapi percuma juga ding saya bahas penyebabnya, toh, apapun penyebabnya, saya tetap saja tak mampu mengobatinya. Lha kalau luka lecet, mungkin masih bisa saya tangani, lha kalau luka ngeri seperti itu? saya juga bingung sendiri je. Angkaat tangan saya.

Sebenarnya, Saya sih pengin sekali memungut dan merawatnya, tapi rasanya tak mungkin. Keluarga saya sudah tak mengizinkan saya untuk menambah kucing peliharaan lagi, terlebih lagi kondisi kucing pendatang yang satu ini sangat-sangat mengerikan, yang sudah barang tentu akan semakin menambah kadar larangan bagi saya untuk memungutnya.

Pada akhirnya, saya hanya bisa menyediakan tempat di teras rumah sambil sesekali menyediakan makanan untuk si kucing. Tak lupa juga saya berdoa dan berharap, semoga si kucing senantiasa diberikan kesehatan, dan disembuhkan lukanya oleh Sang Maha Pemberi Kesembuhan (tolong diaminkan, pembaca)

Oh ya, Dipersilahkan kepada para spammer yang ingin mengambil foto kucing di blog ini untuk diposting di facebook dengan caption foto: "Mohon katakanlah 'Amin' bagi yang melihat gambar ini, untuk mendoakan kesembuhan bagi kucing malang ini"




Buku Agus Mulyadi

19 comments :

  1. Gus-gus....
    koe pancen .... (y) *emot Jempol

    ReplyDelete
    Replies
    1. hasyah... wanine kok mung ngenei jempol, njajal nek wani ngenei duit

      Delete
  2. WAHhhhh baru iki aku delok kucing ngene..
    sek ah tak scroll neh munggah dilit tak nonton potone meneh..

    duh pie rasane yo ne keno banyu, wong dewe we nek tibo mlocot njuk di ciprati banyu sitik iyung2.. nek kucing pie yooo.. meong-meong sek jelas.. ..

    amin wae semoga cepet ndang mari..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiyo, aku yo kadang sok mbayangke nek kudanan njuk piye nggirise.. :)

      Delete
  3. Kucing saya pernah blatungen sekujur tubuh, karena berkelahi dengan bapak sendiri, namanya juga kucing, seminggu nggak makan, untung dimandiin jadi lukanya nggak nyebar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekujur tubuh? wah, kok ngeri tenan mbak...

      Delete
  4. Aaamiiin Allahumma Aaamiiin... Semoga kucingya cepat sembuh. Saya gak tega kalo liat kucing luka parah begitu. SOalnya saya juga suka kucing. Kabarin terus yoo perkembangan si kucing, nanti dibikin artikel lagi menyusul sejauh mana perkembangannya....

    ReplyDelete
  5. Orak digowo neng RS Hewan, Gus?
    Mesakke tenan kucinge

    ReplyDelete
  6. Semoga kucing itu cepat sembuh.
    Itu kucing tau aja mas Agus penyayang yang dia butuhkan, :)

    ReplyDelete
  7. Boleh percaya atau ga.
    kucing itu bisa tau mana orang yang penyayang mana yang engga.
    bahkan kata nyokap, kalo kita ngomel2in kucing dia sebenernya ngerti.
    dulu pernah miara kucing betina sampe akhirnya mati karena tua, setelah beberapa hari datang kerumah kucing betina baru.

    ReplyDelete
  8. mas agus ndak dibawa ke dokter aja toh? aku ndak suka miara kucing sih, tapi aku juga ndak pernah tega liat kucing luka2 gitu. :3

    ReplyDelete
  9. mas Agus, kucingnya gmn kabarnya? semoga masih sehat ya

    klo mas Agus sempat mohon kucingnya dibawa ke dokter mas (mesakaken T_T), lek mboten saget mbeto teng dokter tumbas amoxilin (antibiotik( cair (bentuk spt serbuk di dlm botol cuman minta yg jgn dicampur air dl mas). Sebotol klo di Depok 5000-6000an. Antibiotik serbuknya buat ditaburin ke mukanya si pus. Sehari 2-3x, naburnya pas kucingnya tidur jadi dolan2..
    kabari nggih mas kabar e kucingipun. Matur suwun

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger