Pendaki cum Pecinta Alam

| Friday, 8 May 2015 |



Banyak pendaki yang cuma mendaki untuk kesenangan, tanpa memikirkan etika mendaki. Babat sana-sini, buang sampah seenak udel sendiri.

Mendaki gunung pun hanya agar bisa berfoto di puncak dengan pose memegang kertas A4 bertuliskan pesan yang menye-menye, untuk kemudian diupload (baca:dipamerkan) di facebook dan di tag kepada kawan-kawan atau sang pujaan hati.

Dan ketika ditanya, apa alasan mendaki gunung, jawabnya hebat dan revolusioner: “Lha aku kan pecinta alam, ingin merasakan bukti kebesaran sang Pencipta,”

Pecinta alam taik lah, Pecinta alam itu kalau mendaki gunung, sampahnya kalau bisa ditelan, bukan dibuang bebas seperti mantan.

Lagipula, Bukankah pecinta alam yang sesungguhnya adalah justru dia yang tak pernah berambisi untuk menjamah alam?

Kalau memang sampeyan tak bisa menjadi pemulung saat mendaki, tak usahlah mendaki, cukup duduk manis di rumah dan nonton D'Academy.

*kemudian muncul komen: “jangan digeneralisir dong gus, nggak semua pendaki seperti itu!”




Buku Agus Mulyadi

30 comments :

  1. Wah, nyindir aku kik.. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, ono sing kesindir ig... aku ra melu-melu lho ya, hahaha

      Delete
  2. Pendaki yang tidak membawa sampahnya ke bawah itu KAMPRET..... *udah gitu aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampeyan bukan termasuk KAMPRET tho? haha

      Delete
  3. lek aku ketemu sampah ngono, biasane langsung tak bakar gus. Tak enteni sampek entek sampahe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, nek kuwi malah marai polusi, hehehe

      Delete
  4. jangan digeneralisir dong gus, nggak semua pendaki seperti itu. Saya sukanya mendaki gunung kembar Gus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wedian, ngeri tenan... keras nek iki, aku ra wani

      Delete
  5. Ngga ditelan juga, aku sama temen-temen biasa bawa trash bag masing-masing 1 ukuran besar buat bawa sampah dari atas. Alhamdulillah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kan bilangnya kalau pecinta alam, lha memangnya sampeyan sama teman-teman pecinta alam? kalau pendaki, mungkin iya

      Delete
  6. Mendaki gunung kalo cuma buat nampang lalu di publish di medsos ya gak baguslah. Apalagi ninggalin sampah kayak di foto atas.

    ReplyDelete
  7. Yo mas, sekarang emang lagi jaman kalo gak backpakeran yo manjat gunung, rasane wes koyo mbois tenan

    ReplyDelete
  8. biasane pendaki anyaran nggono kui mas bro

    ReplyDelete
  9. Hahaha, yang kutangkep dari postingan ini, pecinta alam itu gak mungkin menjamah alam dengan kasar, ya kan, Mas Gusmul? :D

    ReplyDelete
  10. Manteb gus. Memang seharusnya ada tindakan tegas

    ReplyDelete
  11. ..Lagipula, Bukankah pecinta alam yang sesungguhnya adalah justru dia yang tak pernah berambisi untuk menjamah alam?....- Anda pasti pecinta wanita

    ReplyDelete
  12. Hudu aku logus seng mbuang sampah sembarangan... jal takon mas hen wae cok ngerti deknen..

    ReplyDelete
  13. Membuang sampah sembarangan saat kegiatan cinta alam bukan mendaki gunung / alam tapi itu memaki gunung.. Sehingga gunung nanti akan marah.. entah kapan marahnya akan di luapkan

    ReplyDelete
  14. Mendingan gak usah naik gunung, menikmati alam kalo tujuannya cuma ngerusak, naroh sampah, n corat coret batu

    ReplyDelete
  15. Aku biasane ndheprok nang omah e. Ora tau munggah gunung, samar yen malah dadi rusak (awakku). :D

    ReplyDelete
  16. Tenan kejadian ya Gus,

    Kowe cen visioner kok.

    ReplyDelete
  17. aku ora lho kang..sampah ku slu tak bawa turun :-D

    ReplyDelete
  18. Ayuuk mas agus ikut bersih bersih gunung, tindakan langsung lebih nyata.ketimbang komentar.
    Jangan seperti navigator yang gak iso mengendarai mobil. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yang salah dari menjadi seorang navigator? Bukankah Navigator ataupun Driver tujuannya sama? sama-sama menginginkan garis finish

      Delete
  19. SEMERU OHH SEMERUKU.. RANU PANE PENUH DENGAN SAMPAH.. WTF..
    SAVE MY SEMERU

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger