Pria Norak di Jalan Kaliurang

| Tuesday, 20 October 2015 |

Jalan Kaliurang, Jogja, sekitar jam setengah empat pagi. Jalanan sepi, saya melaju sendirian dengan motor saya.

Di jalanan tersebut, dekat Gardu Induk PLN Kentungan (Kaliurang km 7), mendadak saya dicegat sama seorang pria edan yang kelihatannya ingin bunuh diri, atau lebih tepatnya, mengancam ingin bunuh diri, karena disampingnya, terlihat seorang wanita (kemungkinan pacarnya) yang nangis kekejer sambil berusaha sekuat tenaga menarik si pria itu agar menyingkir dari tengah jalan raya.

Dalam hati saya membatin: “Ini pria kok lebay banget ya, pakai acara ngancem mau bunuh diri segala, kampungan, norak”

Jarak saya dengan si pria mungkin hanya sekitar 25 meter.

Saya jadi serba salah. Sebenarnya, pengin sekali saya tabrak pria norak itu, tapi saya takut kena kasus.

Tapi kalau tidak saya tabrak, saya merasa tidak rela, karena itu artinya, si pria bombongan tadi sukses melancarkan misinya, karena saya tahu, ia tidak benar-benar berniat bunuh diri, melainkan hanya mengancam bunuh diri, jadi walaupun ia sok-sokan berdiri menantang di tengah jalan, tapi sebenarnya ia berharap tidak ada satupun kendaraan yang bakal menabraknya.

Di saat jarak kami semakin mepet, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menabraknya. Membiarkan ia menang. Membiarkan ia tertawa karena misinya berjalan sesuai skenario. Asuuuu

Yah, mau bagaimana lagi, lha soalnya, walaupun saya tabrak, ia juga belum tentu mati sih. Dan kalaupun ia mati, pacarnya juga belum tentu mau saya pacarin.




Buku Agus Mulyadi

45 comments :

  1. Kalimatmu yang terakhir bikin aku pengen bikin kopi.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, ndang ngopio mas, rasah kei gulo, ben pahit'e kroso... hahahaha

      Delete
  2. bocah modus, yang selalu tulus (untuk urusan mbak-mbak)... :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ora kudu mbak-mbak dhe, tante-tante yo aku siyaaap nampani kok dhe

      Delete
  3. Mending ceweknya aja diangkut hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, lha kalok dia ndak mau gimana? saya ndak terbiasa main kasar je

      Delete
    2. Dirayulah pake kata2 gusmul kan tiada tanding

      Delete
  4. Dspanjang jlan kaliurang jogja... disitu aku ingat dia...

    ReplyDelete
  5. Hahaha
    Kalo misal pacrnya mau kamu pacarin, gmana Gus? Mau ditabrak gak pria norak itu?

    Salam hangat dari Bondowoso.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha kalau itu bisa beda kasus mas, hehehe

      Delete
  6. ending-e antiklimaks mas...

    Salam hangat juga dari Kediri.

    ReplyDelete
  7. Pura-pura tabrak ae Gus..minimal bisa kenalan sama mbaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduuh, lha saya ini tidak seuka kepura-puraan je, njuk gimana jal

      Delete
  8. Hmm.... saya kira kamu akan tabrak saja mbak2 itu karena dia gak mau kamu pacari, padahal kamu sudah menyelamatkan pacarnya. Ah, tapi saya percaya kamu orang baik gus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, saya ndak sekejam dan sekonyol itu mbakyu, hehehe

      Delete
  9. esok2 tekan kono yo golek opo to gus

    ReplyDelete
  10. harusnya ceweknya yang ditabrak, biar cowoknya yg sedih. lagipula ceweknya gak mau sama mas agus kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, lha saya ndak tega je, mosok cewek nangis kok ya masih saja ditabrak...

      Delete
  11. kyok senetron wae gus, gus, ape nabrak wong sek enek durasi gae dialog. Hahaha

    ReplyDelete
  12. Halah...kenopo ora di tabrak wae kang mul.....iso dinggo cerito sinetron nek pacare gelem mbok pacari....kkkk.....

    ReplyDelete
  13. Mesakke menu cah rak ditabrak, mbok diserempet wae, Gus ben rodo lego sitik :-D

    ReplyDelete
  14. bahasa "asu" kok muantep tenan gus :v

    ReplyDelete
  15. Tidak apa-apa Gus, coba aja ... hahaha

    ReplyDelete
  16. Lha, kenapa gak ditabrak sekalin tho. Itung2 uji nyali sampeyan, hehe...

    ReplyDelete
  17. tabrak aja sikutnya pasti kaget dia

    ReplyDelete
  18. biasanya pria yang kehabisan jurus merayu

    ReplyDelete
  19. Welah, le cerita ra tutug. Janjane mbok tunggu og Mas, dadi reti akhire Ada yg nabrak po rak.

    ReplyDelete
  20. Welah, le cerita ra tutug. Janjane mbok tunggu og Mas, dadi reti akhire Ada yg nabrak po rak.

    ReplyDelete
  21. Mas agus... tulisannya yang ada bahasa jawanya di terjemahkan biar saya ngerti.

    ReplyDelete
  22. Kenapa tidak dicoba ditabrak gan, kali aja pacarnya mau gan? hahaha.....

    ReplyDelete
  23. kok kaya cemen banget nggae acara mirip sinetron ngono wong lanange. ugh. setrong dong, setrong!!!

    ReplyDelete
  24. wis akeh sing komen,
    meneng wae wis aku..

    ReplyDelete
  25. storynya keren mas :)
    makasih buat baca" di waktu senggang :D

    ReplyDelete
  26. yg komenny pake bahasa jawa gk ngerti saya --.--"

    ReplyDelete
  27. baru nemu blog kayak gini mas...,
    mantep ceritane... enteng diwoco,

    ReplyDelete
  28. artikel yang menarik, terimakasih informasinya.

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger