Adil Tidak Adil

| Saturday, 28 November 2015 |

“Hidup ini sungguh tidak adil!” kata si Samsul, saat ia tahu bahwa Hiroh, gadis yang ia taksir selama lima tahun terakhir ini ternyata justru menikah dengan orang pilihan orang tua Hiroh, padahal Samsul sudah bekerja keras mengumpulkan uang dan tinggal selangkah lagi melamar si Hiroh.

“Hidup ini sungguh tidak adil!” kata si Burhan, saat perusahaan tempat ia bekerja memecatnya karena ia tidak bisa memenuhi target penjualan selama sebulan terakhir. Padahal di bulan-bulan sebelumnya, penjualan selalu gemilang, bahkan melebihi kawan-kawan marketing yang lain.

“Hidup ini sungguh tidak adil!” Kata si Rahayu setelah sang ayah tercinta harus meringkuk di penjara karena dituduh korupsi, padahal sebenarnya, justru ayahnya lah yang dengan berani mengungkap praktek korupsi yang selama ini menggerogoti institusi tempat ayah Rahayu bekerja.

“Hidup ini sungguh tidak adil!” kata si Markonah, yang sampai usia sepuluh tahun perkawinan belum juga punya anak, padahal ia sudah setiap hari "bertempur" dengan sang suami, berdoa, sedekah, mendatangi dokter sana-sini, juga pengobatan alternatif kesana-kemari.

Lha kalau semua orang ngomong “Hidup ini sungguh tidak adil!”, itu artinya, hidup ini sangatlah adil, karena semua manusia kebagian jatah "ketidakadilannya" masing-masing. Lak yo begitu tho?

“Hidup ini sungguh tidak adil!” kata si Agus yang di usianya yang sudah 24 tahun, tapi fungsi burungnya masih cuma buat pipis thok.




Buku Agus Mulyadi

27 comments :

  1. hidup sudah adil gus, kita sama-sama merasakan ketidakadilan. itu sudah. nikmati sahaja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuang lagi marimas-nya mas... kita mabuk sampai pagi

      Delete
  2. Asem, ngakak tenan moco pargaraf terakhir.....
    Ayolah, sudah mau masuk 2016, Tugas/fungsi burung nya dimaksimalkan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus segera diupgrade tenan iki, hahaha

      Delete
  3. buat bolongin donut jg bisa gus..

    ReplyDelete
  4. Agus ki jan wong ndeso koyo aku ... hahaha ,,, tobat bareng bareng yo

    ReplyDelete
  5. Membaca kata yang terakhir kok saya jadi pingin pipis ya,! (bercanda om) salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal buosku... monggo pipis bareng-bareng

      Delete
  6. Adil atau tidak adil, aslinya memang tidak ada.. Hidup hanya Ilusi


    http://kasamago.com/

    ReplyDelete
  7. bener cuman nggo pipis thok?

    ReplyDelete
  8. sabar gus podo wae... jodoh pasti akan berlalu kok..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wis berlalu ket suwe po yo? hahha, wingi aku bar seko garung lho mo

      Delete
  9. hidup ini tak adil kata Agus Mulyadi :v

    ReplyDelete
  10. Woh jelas iku manuk prenjak, weruh prawan manuk e ndangak

    ReplyDelete
  11. banyak doa mas,ben burungnya bisa betelor:D

    ReplyDelete
  12. ojo lali tuku sempak crocodile anakan sek mas nek rep di upgrade msanuke.

    ReplyDelete
  13. ketidakadilan bagi semua adalah keadilan itu sendiri (Gusmul, 2015)
    ono wae mas Gus ki :)))))

    ReplyDelete
  14. Sabar bang, manusia memang diciptakan untuk berpasangan, jika memang masih blum bertemu juga, mungkin jodoh abang telat lahiran hahahha

    ReplyDelete
  15. Haghaghaghag.....maaf cuma numpang ngakak aja baca bait terakhir cak mul kuwi.
    :-D

    ReplyDelete
  16. ayo mas agus burungnya ndang di cepitne ...xi xi

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger