Revolusi Lubang Celengan

| Sunday, 28 August 2016 |

Celengan Tanah Liat

Saya selalu heran, dari jaman caturwulan sampai jaman pak Muhadjir, lubang di celengan tanah liat selalu saja lebih sempit dari ukuran uang receh kebanyakan. Sehingga penggunanya harus memperlebar lubangnya secara manual terlebih dahulu sebelum bisa memasukkan receh pertama...

Apakah dari dulu sampai sekarang tak ada gerakan revolusi yang berani mengkritik pembuat celengan tanah liat akan hal ini?

Bukannya apa-apa, tapi lubang yg sempit ini seolah-olah meragukan kesungguhan saya dalam menabung, ia seakan ingin berkata kepada saya, “kamu yakin ingin menabung? nggak mau beli chiki atau orson aja?”




Buku Agus Mulyadi

16 comments :

  1. mas agus, itu tuh pertanda bahwa celengan tanah liat gak mau diisi receh. maunya uang kertas yang bisa dilipat2 sampai muat lubangnya. masa gitu aja gak peka!

    ReplyDelete
  2. Ga cuma celengan tanah liat kok mas. Celengan plastik juga lho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, lha nek plastik aku jarang nemu, tapi nek celengan tanah liat, ndilalah aku selalu saja ketemu...

      Delete
  3. Yah namanya pertama kali, ya masih sempit, katanya yang sudah menikah sih gitu, eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, jangan mudah percaya begitu saja mas... haha

      Delete
  4. Apakah dari dulu sampai sekarang tak ada gerakan revolusi yang berani mengkritik pembuat celengan tanah liat akan hal ini? <==== revolusi CELENG
    Mbuehehehe...

    ReplyDelete
  5. Busyettt iklannya akeh temen??? Iya mas, saya juga heran, lubangnya sempit banget. Celengan dan perawan itu 11 12, sama-sama butuh perjuangan untuk membuka segelnya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lupa saya juga, iklan yang mana??! Hahaha 😂

      Delete
  6. Aku pingin tumbas celengan tanah liat koyok ngono malihan.

    ReplyDelete
  7. kadang suka heran juga ya, mungkin yang bikin celengannya lupa kalau lubangnya kecil dikiranya pas mungkin..

    ReplyDelete
  8. artinya kalau masih sempit, masih baru celengan nya :v

    ReplyDelete
  9. yang buat celengan memang buat lubang sekecil itu, supaya uangnya tidak keluar lagi mungkin

    ReplyDelete
  10. mungkin yg buat celengan berpikir nanti kelamaan kan longgar juga ...:)

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger