Review Santai Pesona Jogja Homestay

| Monday, 17 October 2016 |

Saya jarang sekali —bahkan mungkin belum pernah— menulis review tentang penginapan. Bukan karena saya jarang menginap di penginapan, ndeso-ndeso begini, saya sudah berkali-kali nginep di berbagai jenis penginapan, mulai dari hotel, losmen, homestay, bahkan warnet sekalipun. Saya tak pernah menulis review tentang penginapan ya karena ndilalah tak pernah kepikiran buat menulis. Mangkanya, mumpung kemarin saya sempet nginep di salah satu penginapan dan kebetulan kepikiran buat nulis review, maka saya sempatkan lah menulis review ini.

Jadi begini lho pemirsa, kemarin itu, Ndilalah saya ikut acara gathering bareng emak-emak blogger —walau sudah berkali-kali masuk tivi, bagaimanapun, saya ini masih tetap blogger lho ya— di salah satu homestay di bilangan Umbulharjo.

Karena acaranya berlangsung sampai malam, dan saya malas pulang, saya memutuskan untuk sekalian mencoba nginep di homestay ini.

Homestay tempat saya menginap ini namanya "Pesona Jogja Homestay". Alamatnya di Gang Pandu No. 484, Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.



Ancer-ancernya, Menyusuri jalan Kusumanegara, kalau dari arah Malioboro, persis sebelum Taman makam pahlawan Kusumanegara, belok kanan, ke jalan Soga, lurus terus sampai jalan Bimosari, trus belok kiri... Ah, elah, daripada pusing, mending sampeyan buka google maps saja deh, biar saya juga ngirit nulisnya, sampeyan punya hape, kan?

Jalan menuju homestay ini memang agak berliku, maklum, karena lokasinya memang berada di tengah pemukiman penduduk. Dan sebenarnya justru itulah salah satu keunikan dan keungulannya. Banyak tamu yang memilih menginap di homestay ini karena memang menginginkan suasana pemukiman kampung khas kota Jogja yang memang sudah kesohor karena berkali-kali masuk FTV itu.



Jujur, Saya suka dengan konsep homestay pemukiman kampung seperti ini, karena kita bakal punya kesempatan untuk nyegat tukang cilok ataupun es tung-tung dan memakannya langsung di dalam kamar. Kalau di hotel-hotel berbintang yang lokasinya persis di tepi jalan raya, jangan harap bisa begitu.

Pesona Jogja Homestay ini bentuknya seperti cluster perumahan. Jadi ada enam rumah bersebelahan-berhadapan gitu, tiga-tiga. Setiap satu rumah memiliki tiga kamar, dua di lantai bawah (superior room), dan satu di lantai atas (deluxe room). Tamu yang ingin menginap bisa memilih untuk menyewa satu rumah, atau hanya satu kamar. Untuk tarif per malamnya... Ah, elah, daripada pusing, mending sampeyan buka traveloka saja deh, biar saya juga ngirit nulisnya, sekali lagi, sampeyan punya hape, kan?



Untuk kamar, saya ambil kamar yang superior. Dan saya cukup puas dengan kamarnya. Ranjangnya bersih, wangi, ruang kamarnya cukup luas untuk ukuran single bed. Dan yang paling penting, wifinya kuenceng. Sampeyan bisa tiduran sambil nonton video klipnya Young Lex ft AwKarin atau lagu Ganteng-ganteng Swag yang fuck pencitraan itu tanpa takut videonya putus-putus. Kalau mau mbokep juga monggo, tapi saya sarankan jangan, kasihan yang punya homestay, nanti jadi nggak berkah homestay-nya.







Untuk ukuran Jogja, Pesona Jogja Homestay termasuk homestay yang lokasinya strategis, ia berada di tengah kota, selain itu, Homestay ini juga dekat dengan tempat-tempat wisata terkenal di Jogja, semisal Pura Pakualaman, Taman Pintar, Benteng Veredeburg, museum Batik, hingga Kebun Binatang Gembira Loka.

Kalau anda menginap di pertengahan bulan Desember sampai April, anda bisa disuguhi sama nyanyian suara jangkrik berpadu dengan suara kodok, yang walau masih kalah bagus sama suaranya Inka Christie, tapi saya yakin tetap bakal membuat setiap tamu yang menginap rindu kegirangan.



Namanya juga homestay dengan konsep perkampungan Jogja, jadi jangan heran jika menu sarapan yang disajikan pun adalah menu-menu khas makanan tradisional Jogja, seperti kluban dan pecel, dengan lauk telur dadar ataupun tempe goreng. Minumnya? lagi-lagi minuman khas Jogja, bisa wedang uwuh, bisa teh sepet, atau bisa juga Teh Nasgithel (Panas, Legi, kenthel).

Overall, tentu saya sangat merekomendasikan homestay ini. Konsepnya menarik, kamarnya bagus, suasananya tenang. Selain itu, mas dan mbak petugas homestay-nya juga begitu ramah dan menyenangkan, saya kenalan sama dua diantaranya, yang satu namanya pak Prapto, satunya lagi namanya mbak Widhi. Khusus yang saya sebut terakhir, saya sangat merekomendasikan untuk diajak ngobrol, ia tipikal perempuan yang nyaman diajak berbincang serta punya selera humor yang cukup baik.



Nah, terakhir, yang cukup asoy di homestay ini, ada berbagai pohon buah seperti jambu, markisa, dan juga mangga, yang mana buah-buah ini jika pas musim berbuah boleh dipetik bebas oleh tamu. Sayang, pas saya menginap, ndilalah pas tidak ada satupun pohon yang berbuah, maka yang bisa saya petik saat itu hanyalah buah kesabaran.

Yah, Kadang, rejeki anak sholeh pun bisa juga ditunda.




Buku Agus Mulyadi

20 comments :

  1. Replies
    1. Hahaha, langsung ndelok traveloka we, soale nek penginapan ki tarife tidak pasti, manut tanggal

      Delete
  2. Ah, elah daripada pusing pusing baca reviewanmu mas, mending langsung buka traveloka aja, sembari streamingan young lex ft awkarin atau ganteng ganteng swag yang fuck pencitraan ehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, gimana mbak Latifah, sudahkah anda fuck pencitraan?

      Delete
  3. sayange sampeyan turu dewean yo Kang Agus? :D

    ReplyDelete
  4. Iso lah kapan kapan mampir merene. Ngko nek aku golek konco, iso nyeluk Gus Mul. :D

    Aku bar ngecek regone untuk bulan november. Superior 225 ewu berdua. Murah :D

    ReplyDelete
  5. Pean lanang kok melok kumpulane emak2 gus :S

    ReplyDelete
  6. Sing mbingungi aku ki, piye carane ngambil foto kayak yang depan cermin kui, mas Agus?

    ReplyDelete
  7. Segede gitu cuma sendiran mas? hmm.....

    ReplyDelete
  8. kalo mau foto ya nyisir dul...biar gantengan...............diikiit..#piss

    ReplyDelete
  9. dari ke cil ke jogja cuma lewat doang

    ReplyDelete
  10. kamu gus nasibnya selalu baik meskipun awakmu kurang beruntung hik hik

    ReplyDelete
  11. so untuk kesimpulan yang dapat diambil dari posting kali ini adalah jadilah pribadi yang mandiri, misal ketika ingin tau lebih banyak mengenai sebuah tempat seperti homestay yang telah diceritakan oleh gusmul, searchinglah sendiri, sampeyan punya hape dan koneksi internet kan? hahaha...

    ReplyDelete
  12. Ditemani dengan wifi kan bang agus?

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger