Kutunggu Jengkolmu Minggu Depan

| Thursday, 17 November 2016 |

“Mak, aku balik jogja sore ini,” ujar saya kepada Emak,

“Lho, ora sesuk? Lha Makmu ini nanti malam mau masak jengkol lho, itu jengkolnya baru saja direbus,”

Saya lantas meluncur ke dapur untuk memastikan emak tidak sedang bercanda. Saya segera membuka tutup panci, dan nampaklah di sana sebuah pemandangan yang begitu indah, satu dompol jengkol yang siap direbus dan menanti untuk diolah nanti malam, untuk kemudian siap disantap esok paginya.

jengkol rebus

“Waduh mak, kok ya masaknya ndak dari kemarin tho?”

“Lha mak kira kamu baliknya masih besok je.”

“Duh Gusti...,”

Saya pun cuma bisa mrengut. Lha gimana lagi? Sebenarnya ingin hati ini tinggal sehari lagi di Magelang biar bisa ikut menikmati sayur yang dijuluki “khuldi-nya Indonesia” ini, tapi apa mau dikata, sore ini saya harus tetap balik Jogja, ada kerjaan yang harus saya kerjakan.

Emak menatap saya dalam-dalam, mungkin mencoba memahami betapa hancurnya perasaan saya, “Ya sudah, minggu depan, masak jengkol lagi,” katanya mencoba menghibur anak lanangnya yang bagus dhewe itu.

Janji emak sedikit meringankan kekecewaan saya. Tapi tetap saja, bayangan si jengkol terus saja menggedor-gedor pintu kemantapan hati saya untuk balik ke Jogja.

Sembari berkemas, saya menatap nanar ke arah dapur, di sana, di atas panci itu, saya seperti melihat gadis cantik yang melambai sambil terus menahan saya untuk pergi,

“Mas Agus, nggak nunggu aku mateng dulu po?”

Duh, dewi jengkol yang agung, maafkan kangmasmu ini yang belum bisa menjamahmu dengan jamahan yang semestinya...




Buku Agus Mulyadi

19 comments :

  1. eman-eman tenan iku lik... neng jogja jengkol larang lik...

    ReplyDelete
  2. "jamahan yang tidak sempat terjamah" :D

    ReplyDelete
  3. Di Kota saya, Semur Jengkol sdh jadi makan mewah.. Langka pula

    Jd kepngin njengkol..

    ReplyDelete
  4. Emang jengkol itu enak ya?

    Enggak pernah makan dari kecil. :|

    ReplyDelete
  5. dan dewi jengkol pun berkata, "kutunggu kepulanganmu mas. :')" *plengeh

    ReplyDelete
  6. mas halaman daftar isi blog mu error gak bisa ngelihat daftar postingan lamanya mas agus ... tolong dibenerin ... matur suwun

    ReplyDelete
  7. hadeuhh....
    begitu hebatkah sang Dewi jengkol merayumu gus???

    ReplyDelete
  8. Haha lucu mas bro,, nitip www.bloggeraceh.com

    ReplyDelete
  9. Piye ya carane komen nganggo foto?
    Pengin pamer jeee... Wkwkwk
    https://goo.gl/photos/qt5LharHbwsLCQXw7

    ReplyDelete
  10. Piye ya carane komen nganggo foto?
    Pengin pamer jeee... Wkwkwk
    https://goo.gl/photos/qt5LharHbwsLCQXw7

    ReplyDelete
  11. jengkole mak nyuuss tenan goes.. haa

    ReplyDelete
  12. jengkol, makanan ringan yang rasanya BERAT... mantap

    ReplyDelete
  13. jengkol lagi mahal lebih mahal dari daging ayam

    ReplyDelete
  14. doyan jengkol doyannya kayak kerupuk

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger