Tidak Terangkut di Pasar Kangen

| Friday, 28 July 2017 |

Sore ini, saya dan Kalis berkunjung ke pasar kangen. Yah, sekadar jalan-jalan cuci mata sambil melihat-lihat buku dan kaset bekas, tentu sambil membeli barang satu dua.

Selepas adzan isyak, saya mengajak kalis pulang. Maklum, suasana pasar kangen pada jam-jam tersebut sudah sangat ramai, sehingga agak tidak syahdu kalau mau berkeliling dari stan satu ke stan yang lain. Lagipula, saya dan kalis sudah cukup puas membeli beberapa buku dan kaos di sana.

Kami segera ke parkiran. Mengambil motor, dan langsung tancap gas pulang.

Di perjalanan, saya kepikiran buat menawari kalis nonton. Kebetulan, kami berdua sama-sama belum nonton Dunkirk.

“Bar iki meh langsung bali po meh nonton?” Tanya saya. Kalis hanya diam, tak menjawab. “Lis, nek ditakoni ki mbok njawab, ora meneng wae!” kata saya sedikit membentak. Dan dia masih tetap diam.

Bajangkrek setan alas, bocah ini ngambek apa gimana sih. Dari tadi ditanya kok diam saja.

Saya agak kesal dan kemudian menengok ke belakang bermaksud untuk memarahinya, dan... Masya Alloh, boncengan belakang saya kosong mlompong. Ternyata Kalis belum terangkut. Dan saya sudah jalan satu kilo.

Saya buka wasap, buru-buru minta maaf. Sebab saya sadar, kalau saya tidak segera minta maaf, hidup saya terancam.

Tanpa banyak babibu, saya langsung putar balik dan menjemput muatan saya yang tertinggal. Sesampainya di tempat penjemputan, saya melihatnya memasang muka mrengut.

“Ha kowe ki piye tho? Aku gek nganggo helm kowe wis nglencer wae, tak kiro tekan ndalan meh mandek, jebul bablas,” ujarnya.

“Dingapuro yo, tak kiro kowe wis munggah,” kata saya penuh sesal. “Pantes wae mau kok rasane enteng, manuvere iso gesit, jebul ra ono buntute.”

Kalis tertawa. Saya ayem. Hidup saya tidak jadi terancam.





Buku Agus Mulyadi

10 comments :

  1. Haa, terus? Nontonnya jadi? ��

    ReplyDelete
  2. Kalis mbok anggep gabah py mas, kok ngangkut

    ReplyDelete
  3. Jian, dadi kemutan kejadian serupa ortu saya..
    ora sida ntn dunkirk dadine..

    ReplyDelete
  4. Mending, kancaku nggeblas ko kartosuro tkan semarang lali gawan. Dienteni 5 jam nembe bali, jarene mampir nang kabeh rs antara smg-tosuro. Takok ada orang jatuh dari motor gak

    ReplyDelete
  5. Yang sabar ya mb kalis, laki2 emang suka gitu

    ReplyDelete
  6. Emang rek kebiasaan mlaku dewe ngono kui dab. Lali rek ngajak wong buahahhahaha

    ReplyDelete
  7. mas agus, bantu ramaikan blog saya mas. techtonesia.com blog teknologi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah webnya sy komen masih di moderasi.

      kaya mas agus dong baik banget hhe

      Delete
  8. Mas Agus terlalu banyak solituede deh

    ReplyDelete
  9. Haha kocak dah,
    Aku tahu betul bagaimana perasaan Mbok Kalis karna aku pernah sepertinya, jadi muatan yang tak tersangkut.
    Harap lebih fokus lagi Mas Agus, sampeyan butuh aqua lebih

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger