Susahnya Menghadapi Humor Grup WhatsApp Bapak-Bapak

| Friday, 8 March 2019 |

Humor itu konon punya tingkatan sendiri. Humor paling tinggi adalah humor falsafah. Di bawahnya ada humor gelap alias dark jokes. Di bawahnya lagi ada humor intelektual. Di bawahnya lagi ada humor satir. Di bawahnya ada humor standar. Di bawahnya lagi ada humor receh. Dan yang paling bawah adalah humor grup wasap bapak-bapak kampung.

Jenis humor yang disebut terakhir merupakan humor yang bagi para generasi milenial yang sudah ((( melek internet ))) dianggap sebagai humor yang so yesterday. Jayus.

Ia tak ubahnya seperti humor “Bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi”, “Lari dari kenyataan” atau humor “Korban perasaan” menjelang Iduladha.

Sebagai salah satu orang yang termasuk melek internet, saya tentu saja ikut merasakan betapa humor grup wasap bapak-bapak ini begitu menggangu. Lebih dari itu, ia sangat destruktif. Itulah kenapa saya sebisa mungkin selalu berusaha untuk menghindarinya.

Celakanya, hampir di banyak grup wasap, humor jenis ini selalu bertebaran. Maklum, ia mudah sekali diforward atau dicopas.

Dan kita semua tentu paham sendiri, bahwa di berbagai entitas grup wasap, hampir selalu ada, entah satu atau dua, bapak-bapak yang memang hobi menyebarkan humor-humor jayus tersebut.

Nah, sial bagi saya, dari sekian banyak grup yang saya ikuti, selalu ada saja share-share-an humor grup wasap bapak-bapak ini yang melintas.

Kalau ndilalah ketemu, yang saya lakukan biasanya ya cuma mengelus dada. Yah, sambil sesekali meratapi betapa selera humor para bapak yang bagi saya semakin miris saja.

Namun, sebuah peristiwa beberapa waktu yang lalu mau tak mau membuat saya tak bisa diam saja melihat humor grup wasap bapak-bapak ini.

Saya sudah terbiasa dengan gaya humor copas ala-ala grup wasap yang dekaden dan kadang jayus itu, sehingga kalau mendapatkan yang demikian, saya merasa sudah sangat siap.

Tapi kali ini, saya harus terperanjat. Sebab kali ini, penyebar pesan tersebut adalah bapak saya sendiri. Dan itu ia lakukan di grup wasap warga kampung.

Begini kira-kira pesan humor yang ia share di wasap:

FITNAH ATAU FAKTA

Hampir 99% Lelaki beristri lebih sayang kepada anaknya daripada istrinya. Hal ini dibuktikan, jika celana anaknya melorot pasti dibenerin, tapi celana istri yg sudah benar malah dipelorotin.

Hampir 99% lelaki beristri yg sudah punya anak, kalo lihat anak orang lain pasti ingat anak sendiri, tapi kalau lihat istri orang lain, lupa dgn istrinya sendiri.

Hampir 99% Lelaki beristri lebih sayang kepada anaknya. Hal ini terbukti jika di malam hari, anak yg sedang asyik main, dirayu-rayu untuk tidur, sedangkan istrinya yg sedang asyik tidur, eh malah dirayu diajak “main”.

Hampir 99% Lelaki beristri lebih sayang kepada anaknya, karena jika anak mau tidur diselimuti, sadangkan istrinya sedang tidur, eh malah di tarik selimutnya.


Ya Tuhaaaaaan.

Hati saya bergejolak hebat. Ada pergolakan batin yang sangat keras pada diri saya.

Bapak saya, yang saya ketahui punya selera humor yang tinggi ternyata bisa terjerumus juga dalam kubangan humor wasap bapak-bapak.

Saya ingin menegurnya, tapi itu artinya saya menghina pemahaman dan selera humornya. Tapi kalau tidak saya tegur, saya takut hal tersebut akan menjadi kebiasaan dan bisa keterusan.

Ah, agaknya memang benar apa kata pak kiai, bahwa dakwah yang paling utama adalah dakwah kepada anggota keluarga sendiri.




Buku Agus Mulyadi

19 comments :

  1. HAHAHAHAHAHAHA!!!! Ya begitulah realitanya. Terlebih punya grup wasap keluarga. Tiap hari ada humor receh yang kelewat receh.

    ReplyDelete
  2. hahahaha bapakmu kekinian gus duwe WA

    ReplyDelete
  3. Untunge aku rak duwe WAG Keluarga plus ro bapak-bapak. Ono sih bapak-bapak ngepit, yen membagikan foto yo ngerti dewe kakakkkakakakka

    ReplyDelete
  4. Kalau aku bukan di WAG. Tapi di story om. Bapakku kalau bikin story humor receh yang tidak ke-bapak-an. Mau negur takut dibilang durhaka πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete
  5. betul sekali begitupun sebaliknya seorang ibu lebih sayang anaknya tapi takut suami diambil orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. komentarmu itu lhoh, cuma mau pasang backlink pakai bahasa yang alus.

      Delete
  6. Tapi emang lucu sih itu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Dan udah gak asing lagi humor seperti itu

    ReplyDelete
  7. walah yang 1% nya kemana mas? ko 99% semua. penasaran juga kaya gimana isi grup wasap ibu-ibu arisan

    ReplyDelete
  8. Sebenernya paling pusing kalo ada bapak bapak ikut nibrung di grup pkk istrinya, aplagi share berita soal paslon pikihanya dengan menjatukan paslon yang lainπŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”

    ReplyDelete
  9. Yang lebih berat adalah menanggapi konten humor mereka tentang meme2 politik. tidak shanggupppp :((

    ReplyDelete
  10. WhatsApp keluarga adalah ketakutan bagi anak anak milenial wkwkwk

    ReplyDelete
  11. saya punya grup isinya laki-laki, bukan bapak2.. mereka cewereeet banget melebihi perempuan.. kira2 kenapa laki2 bisa cerewet ya?

    ReplyDelete
  12. Weh kuwi humore yo isik mashook lucu og gus. Hahaha

    Po mergo aku wis dikategorikan bpk2. Wis jan.

    Nice post, btw. Suwe g nyawang blogmu. Salam sko Wates, Kulon Progo yo

    ReplyDelete
  13. satu grup sama orang beda genarasi itu emang kaya gimans gitu :v

    ReplyDelete
  14. dibawa slow aja mas.
    Mampir k blog sya ya Almustari Blog

    ReplyDelete
  15. Mas agus, komentarnya perlu di saring, banyak iklan judi bola ...

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini
 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger