Pak Walang Diujung Daun

| Thursday, 28 November 2013 |

Walang Pengemis
Media massa baik cetak maupun elektronik sekarang ini sedang dihebohkan dengan penangkapan Walang bin Kilon (54), seorang pengemis asal Subang yang mampu memperoleh uang sampai 25 juta dari hasil mengemis hanya dalam waktu 15 hari (berita bisa dibaca Disini). Edian, bayangkan mas mbak, 25 juta, itu kalau dibelikan garem balok, dikenyot sampai kiamat juga ndak bakalan habis. Dan sayapun yakin, angka 25 juta dalam 15 hari ini ndak akan bisa dikejar oleh penghasilan MLM manapun, sekalipun itu level diamond. Weleh-weleh, Bobrok bakul'e Slondok.

Pak Walang ini ditangkap oleh jajaran Dinas Sosial Jakarta Selatan dalam salah satu operasi razia gelandangan dan pengemis hari Rabu, 27 November 2013 lalu di kolong Tugu Pancoran. Saat ditangkap, Walang kedapatan menyembunyikan uang 25 juta yang dimasukkan dalam beberapa plastik kresek dan disembunyikan di dalam grobak. Kasubdinsos Jaksel, Miftahul Huda mengatakan bahwa pak Walang ini merupakan rekor pengemis berpenghasilan tertinggi yang pernah ditangkap oleh jajarannya. *Duh Pak Walang! Papa Bangga sama Kamu*.

Yang lebih edan lagi, Kepada petugas, Walang mengaku bahwa uang hasil mengemis tersebut mau ia gunakan untuk biaya tambahan naik haji. Kalau sudah begini, kan yang kasian malaikat Raqib dan Atid, karena bingung, perbuatan pak Walang itu termasuk amal baik atau amal buruk. Sungguh, pak walang ini membuat para malaikat menjadi galau.

Dan sebenarnya, bukan hanya malaikat yang dibuat galau, orang-orang pun dibuat galau juga karenanya. Betapa tidak, penangkapan pak walang ini tentu membuat banyak orang bingung dalam bersikap terhadap pengemis, kalau dikasih nanti tambah manja, tapi kalau ndak dikasih kok ya tampang melasnya begitu meyakinkan. Duh... padahal beberapa pemerintah daerah sudah memberikan aturan bagi penduduknya untuk tidak memberikan uang pada kaum pekerja Makaryo kanthi lumahing asto ini. Tapi mau bagaimana lagi, mimik muka memang mengalahkan segalanya.

Saya itu takutnya nanti banyak orang yang terinspirasi dengan pak Walang dan kemudian melanjutkan kiprah "sukses"-nya. Takut nanti muncul pengemis-pengemis baru yang lebih profesional dan trengginas. Jangan-jangan nanti para pengemis itu bakal berkumpul dan berserikat untuk kemudian membentuk Partai pengemis (persis seperti cerita kolosal Wong Fei Hung) dan menjadi tandingan partai-partai incumbent saat ini, Lak yo bahaya tho?

Negeri ini sudah terlalu hancur dengan mental-mental korupsi, nanti bakalan tambah hancur kalau ditambah dengan mental-mental pengemis.

Njur aku kon piye jal dab? Bingung tho? Yo podo.

Oh ya, Kini, Pak Walang yang malang itu ditampung di Panti Sosial Bina Insan, Cipayung, Jakarta Timur. Uang Rp 25 juta yang dikumpulkannya sementara 'disita' oleh petugas. Bila Walang dipulangkan ke kampung halaman, uang itu akan dikembalikan (Sikak, enak tenan kowe prab).

Nanti kalau sudah keluar dari Panti, Pak Walang mungkin harus berhenti mengemis. Namun jangan khawatir pak Walang, karena panjenengan tetap bisa bekerja dengan memanfaatkan ilmu mengemis yang sampeyan punya. Bisa saja panjenengan membuka seminar dan Workshop nasional bertajuk "Menjadi Borjuis dari Mengemis", dari sana pak Walang bisa berbagai tips dan trik kepada para peserta (yang tentu akan menyisir segmen pengemis pemula) tentang bagaimana cara mengemis yang baik dan benar serta sesuai dengan kaidah dan tata muka yang telah disempurnakan.

Angka 25 juta dalam 15 hari tentu menjadi sebuah portofolio yang mengagumkan dan cukup mampu untuk menarik banyak kalangan pengemis pemula untuk ikut seminar dan Workshop pak Walang.

Pokoknya, Cemungudh ya pak Walang. Faak


*Gambar oleh Miftahul Huda via Detik.com




Buku Agus Mulyadi

39 comments :

  1. kayane sih nggantengan pak walang tinimbang kowe cah... huehehehe

    ReplyDelete
  2. Huahahhaa ngakak baca ini... malaikat pun galau mau dibawa ke mana nasib Pak Walang >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku sing nulis we melu galau kok mas Halim,...

      Delete
  3. Wekekeke..."Weleh-weleh, Bobrok bakul'e Slondok"

    ReplyDelete
  4. Jarene mbah dukun e Pak Walang,ben cepet sugih syarate kudu ora usah adus,ora usah salin klambi 5 tahun ...( Busyeeett,mambune koyo opo kui,*ora usah ngendus2,dibayangno wae*)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbayangke thok we wis matai ngilu, opomaneh nek dicedaki... wkwkw

      Delete
  5. pak Walang neh pendekar sakti raja pengemis kaipang

    ReplyDelete
  6. Mentalitas pengemis itulah mentalitas terendah...
    disamping juga mentalitas maling alias Korupsi

    ReplyDelete
  7. Pancen raimu memelas Lek...Ning kowe kethok e bahagia, lha wong ngguyu wae (..jebule pancen angel mingkem to!!)...piss lek...wakakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener " ..Gus Mul pancen gawene "Ngguyu" ..Aku bocahmu Gus !!

      Delete
  8. wkakakakakakak jancuk kowe gusmul,


    gaya tulisanmu loh garai kepingkel, meh nyaingi sujiwotejo.

    ayo sharing tentang blog gusmul.

    ReplyDelete
  9. Conto pengemis profesional ... yo ga kabeh pengemis iso sesukses Pak Walang, kayane Pak Walang iki nemu lokasi "Usaha" betul-betul pas & strategis ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nek perlu difranchiske yo... Haassukkkk

      Delete
  10. tangan neng nduwur luwih apik, mas :)

    ReplyDelete
  11. bukak cabang wae pak walang......

    ReplyDelete
  12. Rejeki wis ono sing ngatur mas, woles. Alangkah lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah :)

    ReplyDelete
  13. berarti itu peluang mengentas pengangguran dan kemiskinan, lek semua pengangguran di Indonesia melu-melu pak walang maka kemisikinan dan pengangguran akan hilang dari bumi indonesia wakakakakakakakaka .......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoo, njuk rakyat'e teko kon do ngemis kabeh wae...

      Delete
    2. lha sebagian sing nang DPR wae njaluk digaji gede tapi kerjane turu pas sidang, mosok rakyate njaluk receh wae ga enthuk ... tapi aku sakjane yo gregeten lha mosok wes sarjana kalah hasile karo wong ngemis ........ iso-iso kabeh podho ngemis moh sekolah :(

      Delete
  14. Weddeh edyaaaan. Bisa dipake buat beli mekbuk pro tuh hehehe

    ReplyDelete
  15. Dab... wingi aku nembe meh dipopor karo anggota kodim nang angkringan lek Slamet. Goro2ne ono wong lanang nggawe kaos loreng (podo karo kaosmu Gus) lagi nguntal sego kucing. Lha ketambahan meneh soko bayangan siluet soko pancaran lampu ublik.. lha ketok rodo mrongos. Kaos loreng, rodo mrongos.. cirimu banget dab. Langsung tak gampek boyok'e karo mbengok "Gus Mul yoh?"

    Lha badalah tibak'e anggota kodim lagi ngelih mampir angkringan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oalah, ha rumangsamu sing nduwe klambi doreng mung aku thok po?

      Delete
  16. waduh. banyak bahasa jawanya. jadi gak ngerti
    tapi edan banget itu pengemis ya.
    lahan bisnis yang menggiurkan

    ReplyDelete
  17. Njajalo gos sedino wae ..oleh piro kiro2..
    ..Papa bangga sama kamuh guss

    ReplyDelete
  18. Om agus spgstamk (seng paling ganteng sak tlatah alas magelang) :D
    ameh ngemis duite akeh yo rak sepiro "berkase"
    stw (sante wae)
    pokoke tetep fight yo karo blg e
    siep siep

    ReplyDelete
  19. okeh! besok-besok harus dicoba... XD

    ReplyDelete
  20. penak tenan kui. balik kampung wae, mayaan duit semono dab hahaha

    ReplyDelete
  21. Mental paling rendah dari manusia itu ya ngemis.. Sudah tidak ada malunya ya jaman sekarang...

    ReplyDelete
  22. gus buka praktek nang ngarep artos yokz... tapi aku dadi menejermu..piye gus? papa bangga denganmu gus....

    ReplyDelete
  23. Nek arep ganti profesi/ pekerja Makaryo kanthi lumahing asto ojo neng sleman yo gus!! kuwi pesenku,, nek ngeyel orusane karo aku!! xixiixixi

    ReplyDelete
  24. enterpreneurship, ra kenal jenis profesi

    ReplyDelete
  25. mangkane cak dadi pengemis ae... sek posting wes pas koyone serasi karo raine.. (hehehehe)

    ReplyDelete
  26. walang kekek, sekali manggung yo entuk jut-jutan

    ReplyDelete
  27. hemm.. enak to mentep to ayo wani piro

    ReplyDelete
  28. waah, ra adil ik, lha aku ngemis sedino mung entuk 20 ewu je, kudu ono UU perngemisan iki, karo kudu duwe SIM (Surat Ijin Mengemis).

    ReplyDelete
  29. Dibaca:
    paragraf pertama ... bikin emosi
    paragraf selanjutnya .....bikin org ketawa " nga jelas
    selesai baca...... dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa

    #sikaakkkkk

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger