Deadpool 2 dan Niat Baik

| Thursday, 17 May 2018 |

Karena tergoda dengan banyak postingan kawan yang bilang kalau Deadpool 2 bagus, maka, kemarin, saya memutuskan untuk nonton Deadpool 2 bareng Kalis. Kalis sebenarnya kurang dan memang tidak terlalu suka nonton film superhero, namun karena kemarin dia kebetulan pas libur, dia mau saja saat saya ajak nonton.

Sesampainya di bioskop, seperti biasa, selalu saja ada orangtua goblok yang mengajak serta anaknya yang masih kecil untuk nonton Deadpool 2, padahal jelas-jelas rate Deadpool 2 adalah 17 tahun ke atas.

Setelah film usai, di selasar bioskop dekat pintu keluar, saya mendengar jelas percakapan salah satu orangtua yang dengan pedenya menonton Deadpool 2 dengan anaknya yang masih kecil.

“Filmnya bagus ya,” kata si orangtua.

“Iya, Mah, tapi Deadpoolnya jahat, masak bunuh-bunuhin orang, kepala orang dipotong begitu,” jawab si anak.

“Enggak, itu Deadpoolnya sebenarnya baik kok, niatnya baik.”

Saya jadi bingung, semacam gabungan rasa ingin tertawa dan mengelus dada.

Di perjalanan pulang, saya bertanya pada Kalis. “Lis, Filmnya tadi lucu banget ya, Kok bisa ya film superhero selucu itu.”

Saya tak menduga, jawaban Kalis benar-benar kontemplatif.

“Lucu dari mana? wong isinya cuma orang-orang dibunuh, dibabat, bahkan sampai ada yang kepalanya ketancep pager tralis. Kaya gitu kok dibilang lucu.”

Saya kemudian terdiam. Sebab, tak mungkin saya jawab: Mereka membunuh niatnya baik.

Tragedi Roti Tawar dan Meses

| Sunday, 6 May 2018 |

Roti tawar itu saya olesi mentega, saya sapukan sampai lotro agar seluruh permukaan roti tawar terlapisi tanpa terkecuali. Sembari mengoleskan dan meratakan mentega, saya membayangkan betapa eco dan nikmatnya roti ini nanti kalau sudah siap santap.

Permukaan roti akhirnya terlapisi oleh mentega dengan merata. Permukaannya yang tadi berwarna putih kini berwarna kuning mengkilap bak eldorado.

Langkah selanjutnya, tentu saja menaburkan meses. Bukan sembarang meses, tapi harus Ceres. Maklum, mulut saya sering tak bisa berkompromi dengan meses yang murah.

Satu bungkus meses Ceres sachet yang sudah dipotong ujungnya pun kemudian saya ambil. Bersiap untuk saya suntak agar butiran-butiran coklatnya jatuh berhamburan di atas roti yang sudah siap menunggu mahkotanya.

Tapi bajangkrek setan alas.

Bukannya butiran meses yang keluar, tapi malah cicak kecil yang melompat mak prucut dari lubang sachet meses.

“Asuuuu!” saya kaget sampai mengumpat anjing kepada hewan yang bahkan tidak bisa mengonggong ini.

Ternyata sudah beberapa lama si cicak berdiam diri di dalam kemasan sachet meses yang memang saya lupa tutup ujungnya ini.

Nafsu bersantap saya langsung luntur. Lha gimana tidak, tentu tidak elok kalau saya harus memakan roti tawar bertabur meses yang sudah dijamah sama cicak.

Kali ini, saya membayangkan, betapa tidak sedapnya kalau harus makan roti tawar dengan mentega tapi tanpa meses di atasnya.

Duh Gusti, berikan hambamu petunjuk. Mana yang harus saya korbankan? Rasa jijik atau rasa lapar?

Konspirasi-konspirasi Tersembunyi di 'Avengers: Infinity War'

| Friday, 4 May 2018 |

Dalam seminggu terakhir, fim besutan terbaru Marvel, Avengers: Infinity War benar-benar menjadi film yang paling banyak dibicarakan oleh banyak orang. Film yang bercerita soal pasukan Avengers melawan Thanos tersebut memang layak untuk menjadi bahan pembicaraan. Maklum saja, Avengers: Infinity War memang sudah menjadi film terlaris di dunia. Berdasarkan data dari Box Office Mojo, Infinity War resmi menjadi film box office dengan penghasilan pembukaan terbesar dalam sejarah, di hari pembukaannya, Infinity War berhasil meraup Rp8,9 T secara global.

Nah, tanpa bermaksud untuk membuka spoiler tentang film terlaris di dunia ini (salah sendiri nggak nonton sejak awal), saya bekerjasama dengan Mojok Institute bermaksud untuk mengupas konspirasi-konspirasi yang tersembunyi dalam film Avengers: Infinity War ini.

Dari keseluruhan cerita Infinity War yang ditawarkan oleh duo penulis skenario Stephen McFeely dan Christopher Markus, memang ada beberapa konspirasi yang tidak banyak disadari oleh para penonton Avengers: Infinity War.

Nah, apa sajakah? Mari kita simak bersama-sama.

Konspirasi #1

Kita semua tentu paham bahwa cerita Avengers: Infinity War Adalah tentang kisruh pertarungan makhluk antar planet dan antar galaxy. Namun ternyata, semua makhluk antar planet dan antar galaxy ini berkomunikasi dengan bahasa yang satu, bahasa Inggris.

Dari mulai para tokoh superhero bumi, Thor si manusia Asgard, Thanos yang lahir di Titan (bulannya Saturnus), kurcaci pembuat senjata di Nidavellir, sampai tokoh-tokoh Guardian of The Galaxy yang jelas-jelas berasal dari lintas planet, bahkan ada yang berasal dari Xandar (yang merupakan daerah di Galaxy Andromeda), semuanya ngomong cas cis cus pakai bahasa Inggris.

Fenomena ini memunculkan satu kesimpulan, bahwa Inggris ternyata menancapkan bendera kekuasaannya bukan hanya di bumi, melainkan juga di seluruh alam semesta. Sebuah kesimpulan yang kemudian membuka kesimpulan-kesimpulan yang lain, termasuk soal tempat kursus bahasa Inggris seperti Elti atau English First yang kemungkinan sudah buka franchise di berbagai planet di seluruh penjuru alam semesta.

Maka, tak heran jika kemudian muncul hipotesa bahwa kelak di alam kubur, malaikat tidak akan bertanya “Man Robbuka?” Kepada si mayit, melainkan “Who is your God?”

Konspirasi #2

Kisah Avengers: Infinity War adalah cerita tentang pencarian infinity gems atau infinity stones yang mana merupakan enam buah batu yang punya kekuatan.

Enam buah batu tersebut masing-masing adalah soul gems, time gems, space gems, mind gems, reality gems, dan power gems. Masing-masing batu punya warna yang berbeda, yaitu orange, hijau, biru, kuning, merah, dan ungu.

Nah, kisah soal pencarian batu ini kemudian memunculkan banyak hipotesa, bahwa Infinity War sebenarnya adalah film yang diboncengi oleh kepentingan para kolektor dan juragan akik. maklum, dalam ceritanya, batu-batu infinity itu oleh Thanos memang dikumpulkan dengan cara diletakkan di sarung tangan yang posisinya persis di jari-jari tangan Thanos.

Hal ini tentu sangat wajar, sebab tren batu akik yang beberapa waktu yang lalu sempat booming dan sanggup menaikkan dengan drastis harga batu ternyata tidak bertahan lama, sehingga banyak kolektor yang merugi.

Konspirasi #3

Dalam salah satu adegan di Avengers: Infinity War, tepatnya saat panglima perang Wakanda bertanya kepada T’Challa tentang kebijakan untuk membuka hubungan dengan dunia luar, terbersit satu fakta bahwa semaju apa pun Wakanda, ternyata tidak ada satu pun gerai Starbucks di sana.

Hal ini boleh jadi adalah efek dari ceramah viral yang menyebutkan bahwa yang meminum kopi Starbucks kelak akan masuk neraka.

Ini bisa dimengerti, sebab, secara implisit, T’Challa, si pemimpin Wakanda memang terlihat sangat islami. Dalam beberapa kesempatan, T’Challa bahkan tak segan-segan menampakkan diri sedang menggunakan baju koko berwarna hitam. Maka sangat beralasan bahwa tidak adanya Starbucks di Wakanda sejatinya adalah upaya T’Challa untuk menyelamatkan kehidupan akherat usegenap rakyatnya.

Kemungkinan yang paling besar dari poin Konspirasi #3 ini adalah: Duo sutradara Anthony dan Joe Russo adalah pemirsa setia kajian ustadz Abdul Somad.

Konspirasi #4

Setelah menaklukkan planet demi planet, bintang demi bintang, galaxy demi galaxy, serta bertarung dengan banyak ksatria dari lintas alam semesta, pada akhirnya, Thanos, si monster mengerikan yang janggutnya seperti gethuk lindri itu akhirnya kembali jua ke desa. Duduk di gubuk, memandangi hamparan sawah yang hijau, sambil sesekali tunggu manuk.

Bagi Thanos, desa adalah tempat kembali.

Boleh jadi, Infinity War adalah bentuk kritik sosial terhadap ketimpangan kota-desa yang semakin memprihatinkan. Kritik pada para pemuda yang terlalu menuhankan kota dan menginginkan kehidupan urban.

Pada akhirnya, Infinity War adalah ejawantah paling mutakhir dari konsep yang dulu pernah diusung oleh Bibit Waluyo dan Rustriningsih selama menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah: Bali nDeso mBangun nDeso.

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger