Nama Ilmiah Padi

| Saturday, 6 February 2016 |



Bapak saya itu, kalau soal pelajaran biologi, kemlinthi-nya minta ampun. Sok pintar, merasa seolah-olah ia hafal banyak tentang nama ilmiah tumbuhan. Padahal sejauh yang saya tahu, nama ilmiah yang tumbuhan bapak hafal yo cuma dua, yaitu kentang (Solanum tuberosum), dan padi (Oryza sativa).

Hanya dengan bekal hafal nama ilmiah dua tumbuhan tadi, bapak dengan segala ke-tidaktahudiri-annya, selalu saja show off pengetahuan. Kalau pas nonton tivi dan ada gambar padi atau persawahan, bapak akan sok-sokan bertanya “kamu tahu, apa nama ilmiah padi?”.

Walau saya sebenarnya sudah tahu (ayolah pak, dirimu sudah berkali-kali menanyakan itu, bagaimana bisa saya tidak tahu), tapi tentu saya akan menjawab tidak tahu, yah, sekadar membesarkan hati bapak saya, karena setelah itu, ia pasti akan menimpali.

“Mosok nama ilmiah padi saja tidak tahu” kata bapak dengan nada yang sangat meremehkan, “nama ilmiah padi itu Oryza sativa, diingat-ingat, penting itu,” lanjutnya, Seakan-akan, tidak ada ilmu pengetahuan lain yang urgensinya lebih tinggi dari sekadar nama ilmiah padi.

Kalau sudah begitu, saya hanya bisa berakting pah-poh ngah-ngoh ndah-ndoh. berakting seolah-olah saya memang tidak tahu apa nama ilmiah padi, berakting seakan-akan saya mendapat pencerahan yang begitu luar biasa setelah diberi tahu nama ilmiah padi oleh bapak. Lha soalnya kalau tidak begitu, kapan lagi bapak bisa punya kesempatan buat show off pengetahuan. Gentho-gentho begini, saya kan juga bahagia kalau bisa menyenangkan hati orang tua.

Lalu, apakah saya kemudian benar-benar berusaha menghafalkan nama ilmiah padi seperti yang bapak suruh? tentu saja tidak, kalaupun saya hafal, itu semata karena saya terlalu sering diberi pertanyaan serupa sama bapak. Lagipula, hingga kini, saya masih belum tahu, apa manfaat signifikan dari "hafal nama ilmiah padi"

Perkara komentar di video Steven Tyler

| Monday, 1 February 2016 |


Hari ini, Lihat video youtube, judulnya "Aerosmith Steven Tyler sang with the street musician Moscow".

Di Video tersebut, Steven Tyler vokalisnya Aerosmith bikin kejutan dengan mendatangi pengamen yang sedang menyanyikan lagu "I dont't want to miss a thing" dan ikut bernyanyi bersama.

Dan bedebah setan alas, setelah saya scroll ke bawah, ternyata ada yang komen begini:

“This happened to me also ! One day we were playing on the street with my band Every Breath You Take by the Police and the Police came up and arrested us.”

Hahahahasuuuu, tawa saya pecah seketika. Dan saya semakin tersadarkan, bahwa bahagia memang bisa datang dari berbagai arah mata angin.

Thanks commentator, thanks...

Wahai Mbak Puan yang sudah langsing tanpa harus diet

| Saturday, 30 January 2016 |



Dear mbak Puan yang sudah langsing tanpa harus diet atau minum WRP,

Njenengan tahu ndak, rakyat Indonesia itu, kalau sudah urusan makanan, inovasi dan lifehacks-nya luar biasa total. Penghayatannya mantap. Pengiritannya ngaudubillah setan.

Lha bayangkan saja.

Ketika pepaya dan cabai busuk dirasa sayang untuk dibuang, mereka dengan segala kreativitasnya membuatnya menjadi saos yang punya citarasa tinggi.

Ketika balungan yang dagingnya cuma sak uplik itu dirasa sayang untuk dibuang, mereka meraciknya menjadi sajian soto dan mie dengan kuah kaldu yang kental dan menggugah selera.

Ketika ampas tahu dirasa sayang untuk dibuang, mereka mengolahnya menjadi tempe gembus yang rasanya tak kalah legit ketimbang tempe kedelai.

Ketika biji nangka dirasa sayang untuk dibuang, mereka merebusnya dan memakannya sebagai kudapan yang luar biasa nikmat lagi bergizi.

Ketika nasi basi dirasa sayang untuk dibuang, mereka mengolahnya menjadi karak ataupun kerupuk gendar yang rasanya aduhai gurih menendang lidah.

Dan bahkan ketika beling atau lampu neon dirasa sayang untuk dibuang, mereka dengan serta merta ndadi dan kerasukan agar itu beling masih tetap bisa dimakan.

Itu sudah cukup jadi bukti, bahwa rakyat Indonesia itu punya jurus survive yang luar biasa untuk menghadapi krisis. Di tangan mereka lah, ketahanan pangan nasional yang sesungguhnya teruji.

Mangkanya, saya kaget saat njenengan ujug-ujug menganjurkan mereka-mereka itu untuk diet demi pengiritan...

Hambok please, tanpa sampeyan suruh pun, mereka itu sudah diet dengan penghayatan dan motivasi yang paling dalam. Mereka diet bukan lagi untuk mendapatkan berat badan ideal, tapi mereka diet semata demi bertahan dalam budget keuangan yang semakin tidak ideal.

Jangan ajari apalagi menyuruh mereka untuk diet, karena bagi mereka, diet itu sudah bukan lagi anjuran, melainkan gaya hidup dan pilihan. Mereka sudah terbiasa untuk memilih, karena pilihan mereka hanya dua: DIET atau DIED.

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger