Mario Teguh dan Motivasi Kentut

| Friday, 16 September 2016 |

Barusan baca berita soal pak Mario Teguh yang cuti sementara jadi motivator tersebab kasusnya soal Kiswinar.

Banyak Marioteguhers yang menyayangkan hal ini. Mereka berpendapat bahwa walau sedang terkena kasus keluarga, Pak Mario harusnya tetap memberikan motivasi-motivasi kepada segenap pemirsanya. Karena menurut mereka, motivasi adalah soal obyek, sedangkan pemotivator adalah hal yang lain.

“Jangan lihat siapa yang berbicara, tapi lihat apa yang ia sampaikan”

Hal ini mungkin benar adanya. Namun tentu tak bisa digebyah-uyah dan disamakan konteksnya begitu saja dalam setiap kondisi. Terlebih di jaman yang serba pencitraan seperti sekarang ini.

Saya pribadi sangat setuju dengan langkah pak Mario. Karena bagaimanapun, dalam situasi yang seperti sekarang ini, situasi yang menyudutkan figur seorang Mario, motivasi apapun yang keluar dari mulutnya akan terdengar seperti omong kosong belaka.

Sehingga cuti memberi motivasi menurut saya adalah opsi yang cukup baik dan masuk akal.

Tentu rugi jika kalimat-kalimat motivasi nan bijak bestari dari pak Mario harus berbalas dengan komentar yang sengak seperti “Taeeek wedhus, Jarkoni suuu” atau “Dasar motivator muna, ke laut aja sana!”

Mangkanya, sangat bijak rasanya jika Pak Mario mengademkan suasana dulu. Minimal sampai kasusnya menampakkan titik terang, atau setidaknya sampai sentimen publik mulai mereda.

Maklum, di ranah sosmed, pengaruh kehidupan figur memang sangat penting. Apalagi untuk seorang pesohor, terlebih seorang motivator yang kerap memberi wejangan seputar keluarga.

Karena sejatinya, motivasi terbaik bukanlah apa yang keluar dari mulut si motivator, melainkan apa yang menjadi cerminan laku kehidupan si motivator.

Saya jadi ingat dengan kisah Kyai Lutfi di film Ketika Cinta Bertasbih. Ia menolak saat ditunjuk menjadi pemberi wejangan pernikahan (ular-ular temanten) di pernikahannya Azzam. Ia merasa tak pantas karena anaknya bercerai.

“Bagaimana mungkin saya memberi wejangan pernikahan padahal saya sendiri gagal mempertahankan pernikahan anak saya,” begitu kata Kyai Lutfi.

Ya, motivasi, wejangan, petuah, atau apapun itu, akan selalu nampak bagai sampah bila tak didukung dengan latar belakang dan kondisi keteladanan yang sesuai.

Kalau kata orang bijak dari seberang, “Selama kau belum atau sedang tidak menjadi orang yang sukses, jangan pernah berfikir menjadi motivator, karena orang-orang akan menganggap apapun yang kau katakan tentang kesuksesan tak lebih dari sebuah kentut. Tapi jika kau sudah sukses, jadilah motivator, karena saat kau sukses, bunyi kentutmu pun bisa terdengar seperti sebuah motivasi.”

Oalah, motivasi... Motivasi...

Rejeki Anak Sholeh yang Tertunda

| Friday, 9 September 2016 |



Kawan kantor saya datang membawakan beberapa nasi kotak untuk penghuni kantor yang masih nglembur.

Saya girang tak terkira, maklum, sedari siang, saya memang baru makan satu kali. Perut saya sudah terlalu falseto. Saking girangnya, saya sampai memfoto nasi kotak tersebut dan berencana mengunggahnya di facebook dengan caption klise: "Rejeki anak sholeh"

Tapi bajangkrek setan alas, hal itu urung terjadi. Karena menu nasi kotak "rejeki anak sholeh" tadi ternyata adalah babi panggang kecap manis.

Trembelane. Muka saya yang tadinya girang kini jadi embur pating-clekitut.

“Nggak usah sedih bung, makan babi itu boleh kok, yang nggak boleh itu makan teman, kecuali kalau bung memang mengganggap babi itu teman bung sendiri,” kata Bilven, kawan saya satu kantor yang begitu doyan babi panggang

Saya sadar, bahwa tidak ada revolusi yang berdiri kokoh di atas kaki-kaki yang gemetar karena lapar. Tapi kan yo nggak gini-gini juga keles...

Duh Gusti, kantorku kok ngene banget tho yo...

7 Snack Favorit Versi Agus Mulyadi

| Thursday, 1 September 2016 |



Awalnya, saya hanya menuliskan di facebook soal snack-snack yang saya gemari. Tak dinyana, tulisan tentang snack tersebut mendapat banyak sekali tanggapan. Salah satu tanggapan yang muncul adalah dari sang kepala suku Mojok, Puthut EA. Belio (untuk tidak menyebut “deknen” atau “dia”) meminta saya untuk menambah lagi daftar snack tersebut menjadi tujuh lalu menuliskannya untuk Mojok.

Saya tadinya menolak, namun setelah melihat wajah-wajah melas dan penuh harap dari sang kepala suku Mojok tersebut, hati saya luluh dan lumer juga akhirnya. Saya pun kemudian menyanggupi permintaanya. Dan akhirnya jadilah tulisan ini.

Oh ya, tulisan ini murni tulisan personal, bukan tulisan advertorial ataupun titipan produsen snack tertentu. Tapi seandainya sampeyan tetap kekeuh untuk menganggap bahwa artikel ini adalah titipan, ya silakan, Mojok sama sekali tidak keberatan. Lha wong dianggap Antek Freeport saja kita sudah biasa, apalagi cuma disebut sebagai antek Chiki…

Nah, Pemirsa, inilah daftar 7 Snack Favorit versi Agus Mulyadi

7. Chitato Sapi Panggang



Mari kita buka daftar snack favorit kita ini dengan nama yang sudah sangat populer: Chitato. Snack keripik kentang besutan Indofood Fritolay Makmur. Snack ini sangat digemari oleh banyak orang, utamanya yang rasa sapi panggang. Keripik kentang yang begitu renyah ditambah dengan rasa bumbu sapi bakar yang begitu mantap membuat snack ini rasanya patut untuk masuk dalam daftar.

Chitato adalah snack yang cukup premium, di saat kawan-kawan satu almamater-nya seperti Cheetos, Jetz, hingga Chiki Balls bermain di harga seribu rupiah untuk berat 10 gram, Chitato sudah berani bermain di angka seribu lima ratus. Sebuah keberanian yang mungkin hanya layak dilakukan oleh snack dengan rasa yang memang luar biasa.

Bersama Piattos dan Mister Potato, Chitato ikut menguasai segmen snack keripik kentang nasional. Namun bila dibandingkan dengan dua kompatriotnya, Chitato punya satu kelebihan, yaitu potongan kentangnya bergelombang alias pating-gronjal sehingga terasa lebih artsy saat dipegang.

Besar kemungkinan, potongan bergelombang ini adalah untuk mengimbangi tagline mereka, yaitu Life is never flat.

6. JetZ Stick Coklat



Di peringkat 6, masih tetap milik kontingen Indofood Fritolay Makmur, kali ini melalui JetZ Stick. Stik renyah dengan ukuran antara 3-7 cm dengan lapisan coklat yang begitu terasa.

Saya menggemari snack ini sejak kecil, karena menurut saya, di antara sekian banyak chiki seribuan, JetZ inilah yang paling worth dan reasonable untuk dibeli. Selain rasanya yang lezat, aftertaste yang ditimbulkan setelah menyantap snack ini pun juga cukup kentara.

Maka, betapa biadabnya orang-orang jaman dulu yang membeli JetZ stick hanya untuk mengincar Tazosnya, bukan stik coklatnya. Sungguh, mereka termasuk golongan orang-orang yang merugi.

5. Roma Malkist Crackers



Roma Malkist Crackers, dulu harganya lima ratus isi tiga, kemudian naik menjadi limaratus isi dua, dan terakhir, sekarang harganya seribu isi tiga. Semoga kedepan, tidak naik jadi 50 ribu.

Bagi saya, Malkist ini adalah puncak paripurna dari biskuit dan cracker yang pernah saya cicipi sejauh ini… Dari parameter 1-10, Malkist menurut saya berhak beroleh nilai 9.

Nilai 8,5 ditempati oleh biskuit Superco, Hollanda Coco Bear, dan Big Royal. Sedangkan nilai 8 ditempati oleh biskuit coklat Togo, juga Tim Tam coklat. Nilai 7 atau kebawah, saya enggan menuliskannya…

Keping crackersnya yang begitu gurih dan rapuh dengan taburan gula pasir yang begitu shiny di atasnya membuat siapa saja akan lebih memilih untuk mengecupnya ketimbang mengremus lalu mengunyahnya.

4. French Fries 2000



Kentang membuktikan kapasistasnya sebagai produk pertanian yang cukup disegani dengan kembali menjadi pemasok bahan baku daftar snack favorit kita. Kali ini, melalui French Fries 2000. Produk stik kentang goreng besutan PT Siantar Top, perusahaan snack yang terkenal dengan tagline-nya: “PT Siantar Top, Rasanya Pasti Top”

Embel-embel 2000 di belakang nama snack ini bukanlah keterangan harga lho ya, itu cuma brand saja, sama seperti produk “Anggur 5000” –yang mana harganya jauh melesat mengkhianati nama produknya. PT Siantar Top memang dulu terkenal dengan aneka produk dengan embel-embel 2000, salah satu produk yang dulu terkenal selain French Fries 2000 setahu saya adalah Permen Es Teler 2000.

French Fries 2000 ini sangat renyah, rasanya begitu gurih. Dan yang paling istimewa adalah, ia disertai dengan saos tomat cabai sebagai cocolan. Stik kentang –yang tadinya bahkan sudah sangat lezat andaipun dimakan tanpa saos– menjadi lebih semarak dengan hadirnya saos pedas-manis yang begitu menggugah selera. Kelezatan French Fries 2000 ini setidaknya cukup untuk membuat PT Siantar Top untuk tidak mengingkari tagline-nya

Para ahli fisika kuantum sepakat mengatakan bahwa French Fries 2000 adalah salah satu sumbangsih terbesar PT Siantar Top bagi peradaban.

3. Oishi Pillows Coklat



Inilah snack yang mampu membuat setiap penyantapnya semakin yakin, bahwa surga itu memanglah ada. Snack ini adalah snack sereal coklat berbentuk bantal. Konsepnya hampir sama dengan Gery sereal, bedanya, sereal pada Oishi Pillows lebih kuat dan padat, sehingga tak mudah pecah seperti Gery sereal.

Saya biasa membeli snack ini yang versi kemasan resealable lock (bisa ditutup kembali) dengan harga sepuluh ribuan. Beratnya 130 gram, dengan isi sekitar 100 butir. Sedangkan untuk versi kemasan rentengan, harganya cuma gopek, isi 7 butir.

Oishi Pillows ini menurut saya lebih nikmat bila dinikmati dalam keadaan dingin, karena coklat di dalamnya menjadi lebih keras dan padat. Tapi itu tentu cuma masalah selera, karena beberapa malah ada yang lebih nikmat jika dimakan biasa dengan dicampur sedikit susu seperti layaknya sereal. Sekali lagi, mau dimakan dingin atau biasa, itu cuma masalah selera. Jangan seperti Beng-beng, yang bisa bikin pasangan putus cuma karena beda prinsip antara beng-beng dingin dan beng-beng biasa. Disitu kadang saya merasa asuuuuu

2. Gulai Ayam



Warna kemasannya kuning cerah, mengingatkan kita akan warna kebesaran partai yang begitu berkuasa di jaman orde baru dulu. Entah ada hubungannya atau tidak, tapi snack ini memang sudah punya nama besar sejak jaman orde baru dulu.

Nama snacknya adalah Gulai Ayam, satu-satunya snack yang mungkin menjadikan perisanya sekaligus sebagai nama snacknya.

Seperti namanya, snack ini memang punya rasa gulai ayam yang begitu kental. Ia seperti endapan kaldu yang dipadatkan dalam bentuk butiran-butiran kerupuk yang aduhai kriuk.

Nah, selain rasa gulai ayamnya yang maknyus, daya tarik snack ini adalah, di kemasannya selalu tertulis “Berhadiah menarik bila beruntung”, padahal asal sampeyan tahu, setiap kali saya beli snack ini, selalu ada hadiah di dalamnya, kawan-kawan saya juga begitu. Kemarin saya beli serenteng, dan semuanya ada hadiahnya (walau cuma mainan gangsing kecil yang tidak punya nilai jual ekonomis)

Jadi, beruntung atau tidak, sebenarnya sampeyan akan tetap mendapatkan hadiah kecil di dalam kemasannya.

Nah, snack model seperti inilah yang seharusnya banyak didapatkan oleh anak-anak. Karena Ia snack yang menyebarkan kebahagiaan. Setiap kali anak-anak membaca kemasannya kemudian membukanya, dan ia menemukan ada hadiah kecil di dalamnya, maka ia akan bungah karena merasa menjadi anak yang terpilih dan beruntung. Ia merasa menjadi anak yang diberkati.

Menurut saya, sekali lagi menurut saya, hakikat utama snack bagi anak-anak bukanlah rasa atau gizinya, melainkan kebahagiaan anak-anak saat memakannya.

Percayalah, Raut bahagia anak-anak saat mendapatkan Tazos di dalam kemasan Chiki atau mendapatkan huruf N di bungkus permen karet Yosan adalah jauh lebih berharga ketimbang Omega 3, Asam Folat, atau Vitamin B Kompleks sekalipun…

1. Sosis So Nice



Alasanya satu: SMS, Semua Makan So Nice. Ya, semua, mulai dari Deddy Mizwar, Almarhum Budi Anduk, Smash, Slank, Christian Gonzales, hingga para atlet angkat besi berprestasi.

*Terbit Pertama kali di Mojok.co

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger