Gairah dan Penolakan

| Sunday, 31 August 2014 |

Apa yang dirasakan oleh seorang pria kala dia mengungkapkan cintanya kepada wanita yang ia suka, dan kemudian si wanita menerima cintanya begitu saja? Bahagiakah? Tentu, siapa yang tak bahagia kalau wanita yang disukai ternyata mau menjadi sang kekasih.

Namun apa yang dirasakan oleh pria yang sudah pernah ditolak cintanya dua kali oleh wanita yang sama, dan kemudian baru diterima setelah penembakan yang ketiga? Bahagiakah? Sekali lagi, Tentu, namun di luar itu, sang pria juga pasti merasa begitu bergairah. Karena cintanya diterima setelah melewati perjuangan yang begitu berat, ia harus merasakan penolakan dua kali, sebelum akhirnya cintanya diterima.

Mengapa si pria pantas untuk bergairah? Karena dalam proses pengungkapan cintanya, ada sesuatu yang sangat terasa untuk diperjuangkan, ada adrenalin yang terpacu, ada proses kegagalan yang harus dilalui.

Cinta bukan melulu soal bahagia, namun juga soal gairah.

Saya jadi ingat quote yang pernah keluar dari mulut guru bahasa Indonesia saya sewaktu SMP, Pak Busrowi namanya, kata beliau: "Cinta akan terasa nikmat kalau kau jatuh bangun untuk meraihnya!". Quote ini agaknya sejalan dengan uraian yang saya sampaikan di atas.

Saya sendiri sudah pernah beberapa kali mengungkapkan perasaan saya kepada wanita yang saya suka, hasilnya, seperti yang sudah bisa anda duga: beberapa menolak, dan sisanya menolak dengan tegas. Tentu saya sedih, namun tak berlarut-larut, karena saya sadar, tujuan saya tidak hanya untuk mencari kebahagiaan, melainkan juga untuk mencari Gairah. Dan untuk mencapainya, saya harus merasakan penolakan terlebih dahulu. #Taeeek.

Dalam dunia asmara, Penolakan tak selamanya menjadi puncak kegagalan. Penolakan bahkan kadang menjadi titik balik untuk mencapai kebahagiaan yang lebih tinggi. Ibarat free style dalam ajang BMX, seorang rider akan butuh turunan yang curam untuk bisa mendapatkan jump flip yang lebih tinggi.

Tapi tentu tak selamanya seperti itu. Saya pernah iseng bertanya kepada seorang kawan, tentang apa yang akan ia lakukan jika ia ditolak wanita yang ia suka.

"Aku ini bukan tipe pria yang gampang menyerah, jadi kalau aku nembak cewek dan ndilalah ditolak, aku akan berusaha untuk terus mengejar cintanya dan menembaknya lagi lain waktu!", kata kawan saya.

"kalau di usaha penembakan yang kedua masih juga ditolak, Mau bagaimana?", tanya saya sekali lagi.

"yo usaha lagi, mencoba lebih perhatian lagi, dan bakal tak tembak lagi!"

"kalau masih juga ditolak?"

"usaha lagi, dan tak tembak lagi", jawabnya kukuh.

"kalau masih ditolak juga?"

"Tak Perkosa!", jawabnya singkat dan lugas.

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 23 tahun (sedang lucu-lucunya). Lahir di Magelang, hidup di Magelang, dan besar di-Dzolimi. Agak mrongos, humoris, cerewet, ceplas-ceplos, menyukai dangdut koplo, tidak terlalu bertanggung jawab. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini
 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Njaluk Rabi, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger