Sekadar Catatan Hati untuk Mbak Anindya Kusuma Putri

| Saturday, 28 February 2015 |

Kaos Palu Arit

Halo mbak Anindya Putri, Perkenalkan, nama saya Agus Mulyadi mbak. Kalau mbak masih ingat, kemarin kamis, kita sempat ketemu walau hanya sejenak di studio NET di Kampung Melayu. Saya yang waktu itu pakai kaos warna hijau mbak, pakai sandal cepit swallow. Ingat ndak mbak? Ah, sampeyan pasti ndak ingat ya mbak. Tak apa, saya memang sudah biasa dilupakan kok mbak. Apalah saya ini mbak, hanya penjepit hasduk pramuka, yang hanya penting saat dibutuhkan, dan selebihnya dilupakan begitu saja.

Jujur ya mbak, kemarin itu saya benar-benar ndak nyangka bisa ketemu sampeyan mbak. Sosok sampeyan benar-benar persis seperti di foto yang terpampang di aneka portal berita tanah air. Sampeyan cantik, tinggi, putih, langsing, juga murah senyum. Lumrah sih, namanya juga Puteri Indonesia.

Sewaktu ketemu, saya lihat, mbak benar-benar nampak sumringah. Sangat kontras dengan polemik kaos palu arit yang sedang menimpa mbak.

Agaknya mbak Anin memang wanita yang tegar. Duh, Tipe saya sekali.

Saya sebenarnya ingin ngobrol banyak lho, mbak. Pengin menanyakan perihal perasaan mbak karena omongan miring orang-orang indonesia yang sedikit banyak masih terlalu gumunan itu. Tapi apalah daya saya mbak, jangankan untuk menanyakan soal kaos palu arit, lha wong sekedar minta foto atau njaluk salaman saja saya ndak berani (iya mbak, saya memang jejaka lemah).

Tapi ndak apa, toh saya tetap bisa mengulik sedikit informasi tersebut lewat aneka media online.

Mbak Anin, tadi pagi, saya benar-benar dibuat kaget lho mbak. Saya habis baca berita, ternyata FPI (tepatnya, FPI Solo Raya) sedang berusaha untuk mempolisikan mbak karena sudah memakai kaos palu arit itu mbak. Tuduhannya lumayan serius mbak: mempengaruhi dan melakukan penyebaran paham komunis. Welha dalah mbak, yang sabar ya mbak.

Nah, yang lebih bikin saya kaget lagi mbak, adalah komentar dari Pongky Yoga Wiguna, Kuasa Hukum FPI Solo Raya kepada wartawan terkait proses pelaporan ini. Begini katanya:

“Salah satunya karena melanggar syariat karena komunis tidak mengenal Tuhan. Kami berharap karena ini diduga melanggar ketentuan pidana sehingga patut diproses dan semua yang bersangkutan, pelaku dapat ditindak tegas. Sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,”

Aduh mbak, kalau jadi mbak, mungkin saya sudah berulang kali menyentuh jidat dengan punggung tangan sambil bilang “capek deeehhh!”

Tapi nyatanya, kita memang berbeda mbak. Sebagai Puteri Indonesia yang baik dan berbudi luhur, mbak Anin pasti berbaik sangka sama mas Pongky dan kawan-kawan ini. Ya Mungkin saja mas Pongky ini ndak tahu kalau Musso adalah anak pesantren yang taat, mungkin beliau ndak tahu kalau Tan Malaka adalah pemeluk Islam yang teguh sampai akhir hayat, dan mungkin beliau juga ndak tahu kalau DN Aidit adalah salah satu tokoh pendiri organisasi keagamaan “Nurul Islam”. Dan yang paling pasti, mungkin Mas Pongky ndak tahu kalau “Komunis=Atheis” sebenarnya hanyalah propaganda rezim Orde Baru.

Saya tahu kok mbak, kalau kaos palu arit yang mbak pakai itu adalah kaos kenang-kenangan hasil tukar souvenir dengan mahasiswa asing dari Association Internationale des √ątudiants en Sciences √ąconomiques et Commerciales (AIESEC). Ndilalah mbak berkesempatan untuk bertukar souvenir dengan mahasiswa asal Vietnam. Mbak ngasih batik, dan dia ngasih kaos palu arit itu. Jadi mbak Anin aslinya sama sekali tak bermaksud ingin menyebarkan paham komunis. Toh mbak sendiri mengakui, bahwa sampeyan adalah seorang Pancasilais.

Sebagai seorang kawan, tentu mbak rikuh jika tak memakai kaos palu arit hasil pemberian itu, Mangkanya untuk menghormati dan menyenangkan hati si pemberi souvenir, mbak lantas memakai kaos itu dan mempostingnya di sosial media.

Saya paham akan kondisi ini mbak, mangkanya saya ndak ikut-ikutan menghujat mbak seperti kebanyakan masyarakat kita yang masih phobia sama komunis itu.

Bagi saya, ini tak ubahnya seperti acara tukar kostum para pemain sepakbola sehabis berlaga. Sebagai penggemar berat Manchester United, saya sangat benci dengan Manchester City. Namun jika dalam sebuah laga derby saya melihat Wayne Rooney bertukar kostum dengan pemain City dan kemudian memakainya, tentu saya tak lantas harus membenci Rooney.

Tapi sayang mbak, banyak masyarakat kita yang menganggap tukar kaos yang mbak lakukan ini tak sesimpel tukar kostum di pertandingan sepak bola, katanya ini lebih sensitif, karena menyangkut luka masa lalu bangsa ini.

Saya sih hanya mesam-mesem saja mbak, Persetan dengan luka masa lalu. Lha Kalau alasannya memang murni karena luka masa lalu, trus kenapa mereka bisa sebegitu mempermasalahkan kaos bergambar logo palu arit, padahal di satu sisi, mereka diam saja ketika melihat banyak orang menggunakan kostum orange Van Persie atau kostum Jepangnya Shinji Kagawa. Luka masa lalu, heh? Luka masa lalu kok pilih-pilih.

Disitu kadang saya merasa asu, mbak...

Mbak, Saya sebenarnya pengin sekali mbelani mbak Anin, tapi mau bagaimana lagi, apalah saya ini mbak. Hanya katengbat kopok kuping, yang hanya merasakan kepahitan, dan selebihnya dibuang.

Lagipula, sampeyan juga salah sih mbak. Pake atribut begitu kok di Indonesia dan di post di sosmed. Ya jelas bakal heboh lah.

Tapi tenang mbak, sebagai pria sejati pelindung kaum hawa (apalagi yang cantik dan sintal seperti mbak Anindya), saya jelas tak akan membiarkan mbak melewati permasalahan ini tanpa memberikan sedikit masukan untuk mbak.

Jadi begini, kalau memang mbak Anin masih ngebet untuk memakai kaos palu arit, namun tidak ingin dianggap sebagai antek komunis. Caranya gampang mbak. Cukup tambahkan sablonan gambar linggis, cetok, tang, dan cangkul di sekeliling gambar palu arit di kaos mbak itu. Semakin banyak gambar perkakas yang mbak tambahkan, semakin berkurang pula kadar marxis sampeyan. Syukur-syukur kalau sampeyan mau menambahkan tulisan “TB. BAJA MULYA” di bawah gambar-gambar perkakas tadi. Dijamin, Mbak Anin akan terhindar dari bahaya nyinyir laten kapitalis.

Selamat mencoba ya mbak Anin, kalau butuh tukang sablon, silahkan hubungi saya, saya punya referensi yang bagus. Baik yang sablon digital maupun yang gesut.

Salam dari saya, Agus Mulyadi, anggota tidak tetap Marxis Manja Group


- - - - - - - - - -
Update:

Barusan saya dapat kiriman dari kawan saya, mas Muhammad fajar, beliau berbaik hati untuk membuatkan gambar desain kaos yang saya maksudkan untuk mbak Anin, monggo mbak Anin, silahkan dinikmati. Silahkan disablon. Matursuwun untuk mas Muhammad fajar, semoga kebaikan hati dan keseloan sampeyan menjadikan berkah untuk panjenengan. Tapi please mas Fajar, Mbak Anin tetap jatah saya...



Dapat kiriman ciamik lagi dari mas Arkaan Rewhat Prakarsa (WHTWLV @THXGOD Studio), monggo mbak Anin, silahkan dinikmati, dan disablon.

Jadi Pembicara di Community & Society Summit 2015

| Tuesday, 24 February 2015 |

Dua minggu kedepan, tepatnya tanggal 7 Maret 2015, mungkin akan menjadi salah satu titik balik dalam hidup saya. Di hari tersebut, saya akan menjadi speaker dalam sebuah forum yang sangat istimewa, namanya Community & Society Summit 2015. Saya sebut istimewa karena selain event ini adalah salah satu event gathering komunitas terbesar di jogja, event ini juga akan menjadi ajang pertemuan antara saya, dengan musuh bebuyutan saya: Christian Sugiono.

Community & Society Summit 2015

Ini bukan soal eksistensi, ini soal pertarungan pribadi. Dulu kami sama-sama berjuang untuk mendapatkan hati Titi Kamal, namun apa daya, manuver Cristian benar-benar tak terduga. Selain itu, ia punya modal penting, ia punya semuanya yang diinginkan oleh setiap wanita: ia cerdas, penuh kasih sayang, enak diajak ngobrol, dan penuh perhatian. Sedangkan saya, modal saya hanya tampang dan kharisma. Secara modal, Cristian jelas sudah berada di atas angin. Pertarungan yang tak imbang itu pun akhirnya bisa dengan mudah ditebak hasilnya: Saya kalah, dan telak. Christian akhirnya bisa menikahi Titi Kamal, sedangkan saya kini masih saja sendiri.

Oke, lupakan tentang persaingan yang tak sehat antara saya dan Tian. Biarkan itu hanya menjadi masa lalau saya.

Lebih baik saya jelaskan tentang event Community & Society Summit 2015 ini.

Jadi begini, Community & Society Summit 2015 (CSSummit 2015) adalah event gathering bagi komunitas dan pelaku dunia online yang dihelat oleh Ngonoo Media (atau yang lebih terkenal dengan situsnya ngonoo.com).

Event ini bertujuan untuk menjembatani dan memfasilitasi networking para pelaku dunia online, penggiat media sosial, dan komunitas online di Yogyakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya. Karena selama ini, belum ada wadah yang dinilai cukup memadahi untuk mempertemukan para pelaku dunia online dan penggiat media sosial yang justru lebih sering aktif di dunia maya.

CSSummit ini diharapkan akan menjadi ajang untuk berkomunikasi langsung, bertatap muka, bertemu, dan berkumpul untuk mengenal dekat sesama para pelaku dunia online dan penggiat media sosial, sehingga para peserta diharapkan bisa bertukar Ide untuk saling berkumpul, bertemu, berkalaborasi, bertukarpikiran, berbagi ide, dan bekerjasama antar para pelaku dunia online dan penggiat media sosial untuk membentuk simbiosis mutualisme.

CSSummit 2015 rencananya akan dijadikan acara annual Ngonoo Media. Untuk tahun pertama, event ini akan diselenggarakan pada tanggal 7 Maret 2015 di Grand Ballroom Eastparc Hotel Yogyakarta, pukul 9.00 WIB. Beberapa speaker yang sukses melalui dunia online dipastikan akan hadir untuk berbagi ilmu tentang proses dan pegalamannya dalam merambah dunia online. Beberapa speaker tersebut diantaranya adalah Christian Sugiono, Petra Jebraw, Babab Dito, Nawa Jtoku, dan saya sendiri.

Selain peserta undangan dari komunitas online, event ini juga menyediakan undangan bagi peserta umum yang tertarik untuk lebih mengenal dan mendalami tentang dunia online. Untuk yang berminat menjadi peserta, silahkan kunjungi website event Community & Society Summit 2015 di cssummit.co dan submit data di sana.

Acara ini free entry dengan kursi yang terbatas lho. Jadi, Sampai bertemu di CSS 2015!

Oh ya, Untuk Titi Kamal, Dirimu pasti menyesal karena dulu tidak memilihku.

Empat Hadiah Romantis Pengganti Cokelat di Hari Valentine

| Sunday, 15 February 2015 |

Tahun ini, momen Valentine dibuat panas dengan adanya pemberitaan promo penjualan cokelat bonus kondom di salah satu kota di Jawa timur. Promo ini jelas banyak dihujat. Walau sesungguhnya, promo ini banyak dimanfaatkan oleh manusia-manusia beringas-pemalu yang ngebet pengin beli kondom tapi malu setengah mati sama kasirnya, terutama kalau kasirnya perempuan.

“Aduuuh, saya ndak tahu je kalau ternyata ada bonus kondomya. Tapi ya sudahlah, sudah kadung beli ini,” begitu mungkin pembelaan yang akan digunakan di depan kasir.

Lho, kok malah ngomongin kondom ya?

Oke, Ini blog yang sangat religius. Sangat tidak beretika jika saya membahas tentang kondom di blog yang suci ini :). Nah, daripada saya kena tulah, tentu akan lebih baik jika saya membahas cokelatnya saja, bukan kondomnya.

Entah sejak kapan, cokelat identik dengan hari Valentine. Cokelat selalu menjadi komoditas utama yang dijadikan sebagai hadiah antar-pasangan di hari Valentine. Padahal, kalau dipikir-pikir, cokelat itu sangat tidak ramah untuk kantong. Lha bayangkan, satu balok kecil cokelat harganya bisa sampai puluhan hingga ratusan ribu. Hambok daripada buat beli cokelat, mendingan buat beli gula jawa saja; manisnya lebih alami, lebih sederhana, harganya murah, lebih cinta produk dalam negeri, dan yang pasti Pro-UMKM. Ya ndak, Mas, Mbak?

Tapi herannya, masih saja banyak orang yang tetep ngotot buat membeli cokelat sebagai pemberian di hari valentine. Katanya, cokelat dinilai pas untuk merepresentasikan keromantisan. Bah, argumen yang agak maksa dan defensif. Padahal dalam pengamatan saya, masih banyak hadiah selain cokelat yang jauh lebih romantis dan mungkin bisa dipertimbangkan sebagai hadiah Valentine.

Nah, barusan, bekerja sama dengan Mojok Institute, saya berhasil membuat daftar 4 hadiah romantis yang mungkin bisa anda berikan sebagai pengganti cokelat di hari valentine untuk gebetan, pacar, atau mungkin istri Sampeyan. Apa sajakah? Monggo disimak:

1. Novel Romantis

Jangan pernah sepelekan buku. Seandainya dulu Tuhan tidak menciptakan bunga mawar, mungkin bukulah yang saat ini menjadi benda paling romantis di dunia. Sampeyan harus ingat, banyak kisah romansa cinta yang terjalin karena buku. Salah satu yang paling terkenal tentu kisah Rangga dan Cinta di film Ada Apa dengan Cinta? (AADC).

Melalui sebuah buku, Anda tentu saja bisa mengulang kisah sukses Rangga-Cinta dalam menjalin asmara. Tapi Anda harus pintar memilih dan memilah buku yang pantas dihadiahkan untuk si doi. Asmara memang tak dapat diprediksi, tapi untuk urusan hadiah, segmentasi Anda harus jelas.

Karena valentine adalah momen romantis, maka berikanlah buku romantis, khususon novel bergenre romansa, semisal Dilan-nya Pidi Baiq, atau Cinta tak Pernah Tepat Waktu-nya Puthut EA. Jangan berikan buku silat kolosal yang penuh dengan kata “kisanak”, “bajingan tengik”, atau “haram jadah”. Yakinlah, ketika Anda memberikan buku Wiro Sableng kepada pacar Anda, Anda akan kena gampar (bisa di pipi, bisa juga di biji) atau minimal kena semprot: “Kamu ini mau kita menjalin asmara apa mau membangun kembali Padepokan Lembah Tengkorak?”

2. Sebuah tulisan di Mojok.co

Kita semua tahu, Mojok.co adalah situs yang sedang ngetop dan paling populer di kalangan sosialita baik tua maupun muda. Sehingga tak heran jika situs ini banyak dikunjungi oleh banyak pria dan wanita di seantero jagat nusantara. Fakta ini menjanjikan satu hal: Menulislah di Mojok.co dan terimalah takdirmu sebagai persona yang penuh pesona luar biasa.

Percayalah, tak ada gadis yang tak terkintil-kintil pada jejaka yang tulisannya bisa lolos dari kurasi penjaga gawang Mojok.co.

“Sudah baca tulisanku di Mojok.co pagi ini?”

“Sudah. Tulisannya bagus banget. Aku suka…”

“Tulisan itu aku persembahkan untukmu, sebagai hadiah kencan valentine kita!”

Maka, wanita manakah yang tak akan lumer hatinya mendengar pengakuan yang maha romantis ini?

3. Alat Musik

Ini mungkin agak berlebihan dan lumayan hedonis karena rata-rata alat musik harganya jauh lebih mahal ketimbang sebalok cokelat (non Ichiban). Kecuali jika Anda adalah pria yang cukup tega untuk menghadiahi pacar Anda sebuah peluit wasit.

Meski begitu, bagi saya, alat musik adalah hadiah yang sangat romantis. Terutama untuk pasangan muda-mudi LDR yang baru punya waktu untuk bertemu di hari Valentine. Terserah mau apa alat musiknya. Bisa harmonika, biola, suling, atau gitar. Yang penting jangan piano, terlalu berat di ongkos. Kalau mau mudah dan murah, saya sarankan memilih gitar saja.

Sampeyan masih ingat kan, betapa gagahnya Wak Haji Rhoma Irama saat memberikan gitar tua-nya kepada Ani?. Walaupun gitar tua, tapi hadiah itu tetaplah nampak romantis. Bayangkan, gitar tua saja romantis, apalagi kalau gitarnya masih gres.

Keromantisan itu semakin bertambah tatkala Wak Haji berdendang dalam syairnya:

“Hanya gitar tua ini yang aku berikan… Pabila kau rindu padaku, petiklah dan menyanyilah…”

Bayangkan kalau ternyata dulu Wak Haji tidak memberikan gitar kepada Ani, mungkin syair yang ia dendangkan akan berubah menjadi:

“Pabila kau rindu padaku, keploklah dan menyanyilah…”

4. Seperangkat alat sholat.

Sudahlah, tak ada yang perlu diperdebatkan dengan hadiah yang satu ini.

Karena hanya pria karbitan yang ngasih cokelat, pria sejati ngasihnya seperangkat alat sholat.

------------

Terbit pertama kali di Mojok.co

Tolong mengerti, saya adalah salah satu pihak yang akan selalu berada di garda depan barisan penolak perayaan hari valentine... tapi, berhubung saya juga berada di garda depan barisan penulis yang mencari duit dari nulis artikel di mojok.co, maka tolong maklumi tulisan saya yang satu ini.

Tapi tenang, Mojok.co itu situs selo kok, jadi jangan terlalu dianggap serius... hehehehe

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 23 tahun (sedang lucu-lucunya). Lahir di Magelang, hidup di Magelang, dan besar di-Dzolimi. Agak mrongos, humoris, cerewet, ceplas-ceplos, menyukai dangdut koplo, tidak terlalu bertanggung jawab. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini
 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Njaluk Rabi, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger