Mari kita menjaga kemaluan kita

| Monday, 9 June 2014 |

Seorang kawan (sebut saja Sastro) pernah berkeluh kesah kepada saya tentang rasa penyesalannya karena sudah melepaskan keperjakaannya kepada wanita yang menurut dia seharusnya tak pantas menerimanya.

Wanita yang dimaksud Sastro itu memang dikenal nakal, pergaulannya buruk, mudah diajak ngamar, dan jelas, sering gonta-gonta pasangan. Lebih mirip piala bergilir.

"Kalau memang menurutmu dia ndak pantas menerima perjakamu, lantas kenapa kamu ngasih ke dia?" tanya saya.

"Lha mau bagaimana lagi, namanya juga pria, kalau sudah tinggi, apalagi ditambah mabuk, kadang susah mikir, ndak peduli keadaan, yang penting nikmat! dan yang pasti, karena kepepet, ndilalah pas sedang birahi, dia pas ada, dan dia juga ndak nolak waktu saya ajak", kilah Sastro dengan nada yang sedikit defensif.

"Trus kalau sudah begini, kamu nyesel ndak?"

"Yo jelas nyesel tho gus, nyesel banget, apalagi setelah perjakaku ilang, aku seolah jadi ndak peduli dengan pergaulan, prinsip 'sudah basah nyebur saja sekalian' selalu menjadi andalan!", jawab Sastro enteng, seakan tak ada rasa penyesalan, walaupun jawaban yang dia berikan sejatinya berisi penegasan penyesalan.

Sedikit banyak, saya paham dengan penyesalan si Sastro. Dalam kondisi STTB (Sangek Tak TerBendung), pria kerap kalap, tak bisa berfikir jernih. Saya jadi ingat dengan sebuah kelakar barat. Katanya, Organ paling penting bagi pria adalah otak dan penis, namun sayangnya, suplay darah yang ada tak cukup untuk menjalankan keduanya dalam waktu yang bersamaan.

Pria memang suka begitu. Susah mengendalikan diri, terlebih dalam urusan selangkangan. Apalagi setahu saya, sastro memang berada dalam kumparan pergaulan yang sangat bebas, pergaulan yang kerap menyepelekan urusan selangkangan.

Tak jauh beda dengan pergaulan anak muda jaman sekarang yang seolah terlalu abai dengan aturan-aturan sosial dan norma kesopanan.

Karenanya jangan heran jika di jaman sekarang banyak sekali kasus hamil duluan. Fenomena "nikah muda karena terlanjur isi" pun seakan sudah dianggap sebagai hal biasa. Kalau istilah jawanya, LKMD, alias Lamar Keri Meteng Dhisik.

Nyatanya, kebanyakan pria lebih menganggap wanita sebagai makhluk yang ditakdirkan untuk ditaklukan, bukan untuk dijaga. Dan parahnya, banyak wanita yang justru kerap berharap agar bisa ditaklukkan. Mereka bukannya jual mahal, tapi justru memurahkan diri. Dan mengenakan busana minim yang menggoda adalah salah satu bukti nyatanya.

Pria kerap menggumbar nafsu, wanita kerap menggumbar aurat, dan setan kerap mengumbar godaan. Klop sudah. Sangat mendukung untuk terciptanya embrio-embrio baru.

Kalau sudah begini, maka iman lah yang menjadi benteng pertahanan terakhir untuk bisa mengendalikan nafsu. Pertahanan terakhir yang menjadi senjata utama dalam menjaga kemaluan.

Jangan anggap enteng urusan menjaga kemaluan, karena keutamannya begitu besar. Saking besarnya, Rosul bahkan sampai mengabarkannya sebagai salah satu perbuatan penjamin surga.

Rasululloh SAW bersabda: "Barangsiapa yang menjamin untukku bisa menjaga apa yang ada di antara dua janggutnya (mulut/lidah) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan), maka aku menjamin surga untuknya." (HR. Al-Bukhari no. 6474)

Jujur, Menjaga kemaluan memanglah bukan hal yang ringan, bahkan cenderung sangat berat, terlebih di jaman yang serba penuh godaan ini. Tapi wajar lah kalau berat, lha wong hadiahnya pahala dan janji surga je. Coba kalau ringan, pasti hadiahnya cuma kipas angin atau piring cantik.

Nah, lewat artikel jelek ini, saya ingin sekali mengajak anda para pembaca yang masih perjaka dan perawan untuk terus senantiasa menjaga diri hingga tiba waktunya.

Untuk para pria, silahkan berikan keperjakaan anda dengan penuh cinta kepada istri sah anda. Dan untuk para wanita, silahkan jaga dan relakan keperawanan anda untuk sang suami tercinta. Kalau bisa sambil ndesah ya.

Eh, btw, saya masih perjaka lho... *Ra Takon Gus




Buku Agus Mulyadi

26 comments :

  1. ayo di baca,ini testimoni "Perjaka yang tetap terjaga!"
    salut nggo mas Agus,semoga selamat sampai tujuan yo!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tujuannya melepaskan keperjakaan... wkwkw

      Delete
    2. aku percoyo kwe eseh pejaka gus... tapi luweh susah mneh nek nek njaga kemaluan trus nek wes ra iso di jaga malah malu-malu in pye cak?

      Delete
  2. Ra takon Gus! :)))

    Kemaluan memang harus dijaga, karena perkembangan menungso sekarang yang gak malu-malu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menungso sekarang juga pada ndak tahu malu....

      Delete
  3. jiancok, Cah mengisuk pikirane wis surup... blasuk blog iki nanging langsung mathuk. lam kenal gus

    ReplyDelete
  4. Lha kalo udah telanjur ga perjaka, gimana? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kalau yang ini sudah di luar konteks je... susah juga saya njawabnya mas... wkwkwk

      Delete
  5. Memang susah menjaga kemaluan dijaman edan saiki, gus. Apalagi bagi perjaka ganteng, godaannya sangat berat berlipat lipat. Lha, banyak para gadis yang rela diperawani karo perjaka ganteng. Temanku (cowok ganteng) malah hampir pernah diperkosa sama gadis anak sekolahan anak sma. Ueedan tenan iki jaman, apalagi sing tinggal di kota metropolitan kayak Jakarta.

    ReplyDelete
  6. btw, aku sudah tidak perawan.
    *ora enek sing takok

    *anakku wis isoh playon mosok aku jik perawan?

    ReplyDelete
  7. Tssssaaahhhh.....
    Saiki gus mul wes nggo dalil barang....
    lanjutkan, gus.... !

    ReplyDelete
  8. wa kaya kuelah anane jaman siki

    ReplyDelete
  9. Nuwun sewu ( duancuk ), kowe ki opo dulure Habiburrahman El Shirazy piye ??? kok pawaimen "merangkai kata", plus dalil pisan. Lanjutkan sing ngene2iki gus.
    Nyuwun sewu ijin misuh ( dancuk...dancuk...kowe gus )

    ReplyDelete
  10. tulisan yang sangat bermanfaat mas Agus, semoga tambah sukses. salam dari ikhram.com situs booking paket umroh nomer 1 di Indonesia

    ReplyDelete
  11. meski ga seperti biasanya. tp aku seneng artikelmu sing iki lek agus :)
    alhamdulillah aku wis ora perjaka, ta kasih ke pacarku yg kenal belum lama. Njuk piye meneh.. aku pacaran sawise ijab kabul je.. :D

    btw, bersyukur jd orang jelek, lek... godaane syahwat jauh lbh ringan dr aku yg ganteng.

    Uhuk..uhuk..

    ReplyDelete
  12. Perjaka seko endi gus???
    Lha wingi kowe jarene bar karo TANTE LUX alias TANGAN TENGEN RO SABUN LUX...
    wakakakak.... tp saya sebagai insan magelang ncen BANGGA TENANAN isih ono Cah Magelang sing pinter tur piawai merangkai kata senajan isih jomblo...

    Lanjutkan Gus...!!!
    Btw...kapan okehmu rabi gus??? ("Bathukmu sempal", jawabmu)

    ReplyDelete
  13. kalo mas agus sndri masih perjaka gak ?
    susah emang mas jaga keperawanan di dunia yg udah amburadul kyak gini
    tpi kudu kuat biar gk nyesel kemudian hari

    ReplyDelete
  14. salam dua jari mas, artikelnya bagus

    ReplyDelete
  15. very nice artikel. ajari saya menulis

    ReplyDelete
  16. bisa berjalan bagus itu kalau ada kerjasama, perempuan njaga aurot, laki-laki mengendalikan nafsu. sayangnya ini kok sulit, laki-laki mati-matian njaga nafsu, di jalan kok pating sliwer tank top dan hot pant waduuh iki piye gus .... untunge wis due bojo kieh...dadi isoh langsung tancap gas .... lha sing durung due koyok sampeyan .... koyone kok mung sebat-sebut iman kuat imrone ......

    ReplyDelete
  17. Pria kerap menggumbar nafsu, wanita kerap menggumbar aurat, dan setan kerap mengumbar godaan --> saya suka kalimat ini

    ReplyDelete
  18. Dan untuk para wanita, silahkan jaga dan relakan keperawanan anda untuk sang suami tercinta. Kalau bisa sambil ndesah ya....lha..emang harus "ndesah" ya gus....
    wkwkwkw...

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger