Seni Menjawab dengan Taktis

| Tuesday, 14 November 2017 |

Dalam berbagai bidang, diplomasi menjawab dengan tangkas dan jitu menjadi sesuatu yang sangat mahal dan penting bagi seorang tokoh besar. Ia tak hanya menjadi perisai serangan, namun juga bisa menjadi serangan itu sendiri.

Saya jadi ingat dengan kisah legendaris ketika Gus Dur ditanya oleh seorang santri tentang bagaimana sikap Gus Dur saat dituduh kafir. Jawaban Gus Dur singkat namun brilian, “Ya nggak apa apa dibilang kafir, tinggal baca syahadat lagi, jadi islam lagi.”

Kali lain, dalam sebuah konferensi pers, wartawan Aristides Katoppo dengan santainya bertanya kepada Benny Murdani yang terkenal berwajah mrengut itu, “Pak, kenapa sih Pak Benny jarang tertawa dan senantiasa cemberut?” Jawaban Benny taktis, “menurut kepercayaan Cina, saya ini dilahirkan dalam tahun monyet, dan saudara pasti paham bagaimana monyet itu, antara ketawa dan mrengut tidak ada bedanya.”

Hal tersebut membuat saya semakin yakin, bahwa bapak saya agaknya berbakat menjadi tokoh besar. Sebab, pernah suatu ketika, saya bertanya kepada bapak saya, “Pak, apakah bapak bisa bertahan hidup selama seminggu dengan uang lima ratus rupiah?"

Ia menjawab mantap: Bisa.

Ketika saya tanya, bagaimana caranya, sungguh, jawaban dia tak kalah taktis daripada jawaban pak Benny Murdani.

“Lima ratus tak belikan aqua gelas. Airnya tak minum, trus gelasnya buat ngemis.”




Buku Agus Mulyadi

25 comments :

  1. Barangkali Bapak sampeyan bisa menjadi mentor seseorang yang akhir-akhir ini sering plegak pleguk saat ditanya wartawan.

    ReplyDelete
  2. Kui jawaban jenius, Gus. Takokke 1000 wong, seng jawab ngono kui mung bapakmu :-D

    ReplyDelete
  3. di woco tenan" malah endinge ngawur, yo wes lah seng tak golek i soko blogmu yo nginiki hahaaa. tak tunggu yg next post

    ReplyDelete
  4. anjayy, top mas. entuke yo kur 500 neh. ngko banyune diombe, adahe nggo ngemis neh. ngono terus sampek udan duwik akhir zaman.

    ReplyDelete
  5. Sungguhpun.....
    aku ra biso mbayang ke betapa tertegunnya.. dan spontan misuh sepisuh-pisuhnya ning batin ketika diriku ketika berada diposisimu Mas wkwkwk

    ReplyDelete
  6. Bapaknya sampeyan memang tokoh inspirator, Mas. Jan ethes tenan pokok'e Mas.

    ReplyDelete
  7. Inspiratif gus...
    bapakmu maksudku...
    hahahaa....

    Jawab dengan taktis GUS, "KAPAN KOWE SEPATUAN?"

    ReplyDelete
  8. Terimakasih.. tulisannya sangat bermanfaat..


    My blog

    ReplyDelete
  9. Mas kapan bisa serious? #JawabTaktis

    ReplyDelete
  10. tokoh inspiratif banget mas
    bapae sampean.. he he
    jan raono sing madani

    ReplyDelete
  11. Itu namanya bapak cerdas..
    out of the box..
    Selamat ya mas punya bapak model begitu :D

    ReplyDelete
  12. Hahaha... ternyata akhirnya buat ngemis juga... modal yang murah. Tapi jawaban yang masuk akal.

    ReplyDelete
  13. saya sekarang tanya Gus.. dengan uang 500rupiah biar bisa naik pesawat gimana?

    ReplyDelete
  14. Jawaban Bapak ora taktis, Mas. Tapi nggaplekis~

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger