Konektivitas masyarakat Asia tenggara dalam Komunitas ASEAN

| Thursday, 22 August 2013 |

Sudah lebih dari 4 dekade, Organisasi ASEAN berdiri, selama itu juga ASEAN mampu menjalankan perannya dengan baik sebagai pemersatu dan penjaga supranasional stabilitas negara-negara Asia tenggara. Sudah lebih dari 4 dekade pula ASEAN berperan penting dalam mewujudkan kerjasama dan sinergi konstruktif dalam berbagai bidang terutama Ekonomi dan pemerintahan di kawasan Asia tenggara.



Namun sungguh disayangkan, bagi kebanyakan masyarakat umum Indonesia (mungkin masyarakat ASEAN lainnya), gaung ASEAN hanya sebatas pada pengetahuan pokok yang tercetak pada buku paket IPS sekolah dasar kelas 6. Gaung ASEAN hanya sebatas idiom "ASEAN itu ya Asia Tenggara", sudah, hanya sebatas itu.

Dan jujur saja, mungkin kita sering lupa, bahwa sejatinya, kita merupakan bagian dari ASEAN itu sendiri. Dan bukan rahasia lagi, ASEAN memang masih terlalu asing untuk kita. Tak heran, karena kita memang jarang mendapatkan efek langsung dari keberadaan ASEAN ini.

Asia Tenggara, Sang kekuatan Ekonomi baru dunia

Rasanya tak muluk jika kita menyebut Asia tenggara adalah salah satu kekuatan ekonomi baru dunia, bagaimana tidak, dengan jumlah penduduk yang mencapai 600 juta jiwa, dan dengan nilai total perdagangan mencapai US$ 2,3 triliun per tahunnya, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 5% telah menjadikan Asia tenggara sebagai kekuatan ekonomi dunia terbesar kelima, dan jelas tidak mustahil jika di masa depan pertumbuhan ekonomi Asia tenggara makin maju dan bisa merangsek masuk ke dalam jajaran 3 besar ekonomi dunia.

Nah, dengan modal fondasi keuangan dan jumlah jiwa yang memadahi ini, jelas membuat Asia tenggara sangat potensial untuk membentuk kerjasama ekonomi kerakyatan antar negara Asia tenggara, dan juga memajukan ekonomi di semua negara Asia tenggara.

Tentang Pembentukan Komunitas ASEAN 2015

Nah, Untuk bisa mewujudkan asia tenggara yang punya kerjasama ekonomi kerakyatan yang maju, tentu diperlukan sebuah organisasi yang intens dan fokus pada bidang kerakyatan Asia tenggara, karena itulah kemudian muncul wacana untuk membentuk Komunitas ASEAN (ASEAN community). Komunitas ASEAN sendiri dimaksudkan sebagai sebuah organisasi persatuan Asia tenggara yang digerakkan oleh masyarakat, berorientasi kepada masyarakat, dan dipusatkan kepada masyarakat Asia tenggara itu sendiri.



Sejatinya, dalam KTT ASEAN ke 12, sudah disepakati bahwa pembentukan Komunitas ASEAN ini akan dimulai tahun 2020, namun ternyata, dalam KTT ASEAN ke 21di Pnom Penh November 2012, para pemimpin ASEAN kemudian menyepakati untuk mempercepat pembentukan komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi tahun 2015 (31 Desember). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya semua anggota ASEAN sudah tak sabar untuk segera membentuk organisasi persatuan berbasis kerakyatan di kalangan masyarakat Asia tenggara.

Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa sebenarnya sudah ada kepercayaan diri yang tinggi di kalangan negara-negara ASEAN untuk bisa bersatu secara menyeluruh, dalam artian bukan sekedar bersatu secara keorganisasian konstitusional, melainkan juga bersatu dalam keorganisasian kemasyarakatan.

Menjadikan Asia tenggara semakin ASEAN dengan Komunitas ASEAN

Tak sedikit yang skeptis dengan rencana pembentukan komunitas ASEAN ini, hal ini jelas sangat wajar, mengingat dalam suatu proses integrasi, jelas akan selalu ada tantangan, apalagi dalam pembentukan Komunitas ASEAN, integrasi yang dilibatkan adalah lingkup antar negara. Pertanyaan-pertanyaan bersifat defensif pun bermunculan, salah satu yang paling gencar digemakan adalah pertanyaan berikut, "Kalau sudah ada Organisasi ASEAN, lantas untuk apa dibentuk Komunitas ASEAN?".

Nah, Disinilah pentingnya sosialisasi mendalam tentang Komunitas ASEAN, Organisasi ASEAN jelas sangat berbeda dengan Komunitas Asean. Organisasi ASEAN adalah organisasi geo-politik dan ekonomi antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara, dimana hubungannya lebih mengarah pada hubungan antara pemerintah satu dengan pemerintah yang lain (G to G), sedangkan seperti yang sudah saya terangkan sebelumnya, bahwasanya Komunitas ASEAN adalah organisasi regional ASEAN yang berpusat dan berorientasi pada masyarakat ASEAN itu sendiri, dimana peran pemerintah dan masyarakat sangat dikedepankan (G to G, dan juga P to P)



Secara visioner, Organisasi ASEAN dengan Komunitas ASEAN punya tujuan yang sama, yaitu memelihara stabilitas perdamaian di kawasan ASEAN dan meningkatkan kredibilitas ASEAN baik dalam ekonomi, politik, dan juga sosial budaya secara internal dan external (karena memang keduanya berada dalam satu kesatuan induk). Hanya saja, obyek prosesnya berbeda. Organisasi ASEAN lebih mengurusi hal-hal yang bersifat global dan konstitusional yang menyangkut ASEAN, seperti kebijakan ekonomi luar negeri, kebijakan sosial politik, perjanjian extradisi, sampai penyelesaian masalah tatanan kawasan (contohya kasus Sengketa Laut China Selatan baru-baru ini yang melibatkan Vietnam, Filipina, dan China), sedangkan Komunitas ASEAN lebih fokus kepada pengurusan kebijakan masyarakat ASEAN.

Jadi, bila dalam Organisasi ASEAN masyarakat luas kurang bisa berpartisipasi, maka dalam Komunitas ASEAN, masyarakat Asia tenggara justru diberikan ruang yang seluas-luasnya untuk bisa ikut dalam proses pembangunan dan kerjasama antar negara Asia tenggara, baik itu yang menyangkut kegiatan ekonomi, sosial, maupun budaya. Maka itulah tak heran jika Komunitas ASEAN kerap disebut sebagai puncak hubungan mesra antar masyarakat Asia tenggara.

ASEAN Community, We Are ASEAN

Salah satu maksud terbesar dalam pembentukan Komunitas ASEAN sebenarnya adalah untuk menumbuhkan perasaan persatuan dalam diri setiap masyarakat Asia tenggara. Sehingga kedepannya, akan tercipta kesadaran tinggi bahwa "We are part of ASEAN" dan "We are ASEAN". Terciptanya rasa Kekitaan (we feeling) oleh masyarakat ASEAN inilah yang diharapkan bisa menjadi modal utama untuk mewujudkan Asia tenggara yang stabil, aman, makmur, juga punya perekonomian yang kuat.

Semangat kekitaan ini dinilai sangat ampuh untuk meningkatkan solidaritas kerjasama, terutama antar negara dalam satu regional, hal ini pernah dicontohkan dan dibuktikan oleh Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam yang bersama-sama membentuk komunitas CLMV countries. Keempat negara tersebut bekerja-sama dalam bidang ekonomi, dan terbukti, selama masa kerjasama CLMV ini, keempat negara ini mencatatkan prestasi ekonomi yang luar biasa, yaitu peningkatan PDB rata-rata 14,1%, pemasukan investasi sebesar US $ 8,6 miliar, dan menyumbangkan sekitar 8,9% dari PDB nominal ASEAN. Walaupun rata-rata PDB empat negara ini masih terbilang kecil, yaitu US$ 1300 (sebagai perbandingan, PDB singapura US$ 46.261 dan PDB Malaysia US$46.261), namun dengan peningkatan kerjasama yang terus menerus dan saling kontruktif, maka bukan tak mungkin jika keempat negara ini akan bisa membukukan kenaikan ekonomi yang pesat dalam 5 tahun kedepan.

Nah, berkaca pada keberhasilan CLMV countries inilah Komunitas ASEAN diharapkan juga bisa membawa peningkatan bagi semua anggotanya, dan bukan hanya pada sektor ekonomi, melainkan juga pada sektor yang lain seperti Keamanan dan Politik, dan juga Sosial budaya.

Keuntungan Komunitas ASEAN bagi segenap anggotanya

Pembentukan Komunitas ASEAN di tahun 2015 mendatang jelas akan mendatangkan banyak manfaat bagi segenap negara asia tenggara, karena Master plan yang dibuat pun benar-benar sudah dipertimbangkan agar bisa saling menguntungkan bagi seluruh negara Asia tenggara. Master plan yang dibuat oleh para petinggi ASEAN ini bertajuk Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC), dimana tujuan utama master plan ini adalah untuk meningkatkan konektivitas antar negara ASEAN.

MPAC ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Konektivitas fisik dan infrastruktur (yang terdiri transportasi, energi, dan ICT), Konektivitas kelembagaan (arus investasi dan barang), dan Konektivitas antar anggota masyarakat (termasuk pariwisata, Budaya, dan pendidikan). Nah, tiga komponen inilah yang kelak akan mengatur berbagai kemudahan hubungan dalam berbagai bidang menyangkut konektivitas negara-negara ASEAN.

Rencana pembangunan jalur kereta lintas negara yang menghubungkan seluruh negara ASEAN sudah menjadi bukti nyata betapa Konektivitas ASEAN benar-benar akan diimplementasikan, sedangkan Rencana untuk menerbitkan mata uang regional seperti layaknya Uni Eropa yang menerbitkan Euro masih sekedar menjadi wacana.



Nantinya, para pelaku usaha baik kelas UMKM maupun makro diharapkan bisa dengan mudah menjalin bisnis ataupun mengekspor produk ke seluruh negara ASEAN tanpa harus repot dengan birokrasi yang cukup rumit. Pertukaran pelajar antar negara ASEAN pun diharapkan akan semakin meningkat, begitu juga dengan transportasi antar negara ASEAN yang kelak akan semakin mudah, simpel, dan terjangkau.

Bayangkan betapa asyiknya kelak jika di Tokobagus dan Berniaga, pilihan kotanya tak melulu kota Indonesia, tapi juga meliputi kuala lumpur, Manila, Bangkok, Pnom Penh, dan kota-kota lainnya di Asia tenggara. Bayangkan betapa asyiknya kita saat bisa berkunjung ke obyek wisata yang berada di Asia Tenggara, dan kita hanya dikenakan tarif tiket lokal, Pun bayangkan pula betapa asyiknya saat kita kelak bisa kulaih di Nanyang, atau Malaysian University dengan biaya yang tak jauh berbeda dengan biaya kuliah di Universitas negeri.

Mari Sukseskan Komunitas ASEAN 2015

Proses langkah Yang paling utama dan penting untuk saat ini adalah sosialisasi seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat Asia tenggara agar tahu tentang rencana pembentukan Komunitas ASEAN ini, sehingga nantinya masyarakat bisa ikut mengawal dan berperan aktif dalam proses membuka jalan terbentuknya Komunitas ASEAN yang hanya tinggal menunggu waktu ini, selain itu juga agar masyarakat bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi keterbukaan pasar usaha di lingkup Asia Tenggara.

Dan Alhamdulillah, Pemerintah kita melalui Direktorat jenderal Kerja sama ASEAN Kemenlu Indonesia telah mengadakan berbagai sosialisasi di berbagai penjuru pelosok negeri untuk mengenalkan dan memberitahukan kepada msyarakat luas tentang Komunitas ASEAN ini. Berbagai pihak pun dirangkul untuk bisa diajak serta mengembangkan pemberitaan tentang Komunitas ASEAN ini, diantaranya adalah Tokoh-tokoh masyarakat adat, Komunitas Seni, Komunitas Blogger ASEAN, Akademisi, dan pihak-pihak terkait lainnya.




Kedepannya, di tahun 2015, diharapkan seluruh masyarakat sudah familiar dan siap meyambut Komunitas ASEAN serta bisa ikut menyemarakkan geliat kerja sama ASEAN di berbagai sektor, baik itu Ekonomi, Sosial, budaya, pendidikan, dan sektor-sektor lainnya. Sehingga tujuan dan misi Komunitas ASEAN untuk membangun Asia tenggara yang stabil, kuat, damai, dan maju bisa terpenuhi.

Dan, pada akhirnya, melalui tulisan ini, saya menghimbau kepada segenap pembaca, untuk bisa ikut serta mensukseskan Komunitas ASEAN 2015. Mari sukseskan Komunitas ASEAN, Untuk Asia Tenggara yang lebih baik.

NB : Gambar Diambil dari Sini, Sini, Sini, dan Hasil Scan Buletin ASEAN




Buku Agus Mulyadi

5 comments :

  1. Sayang sekali, sosialisasi Komunitas ASEAN belum gencar di televisi swasta nasional, haya sebatas televisi swasta daerah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas buruh desa, belum merambah ke stasiun TV besar, palingan TV lokal, di daerah saya yang paling gencar sosialisasi tentang Komunitas ASEAN ini TATV, channel TV lokal Solo... sama Jogja TV,..

      Delete
  2. Tulisannya bagus, Mas.

    Tentang Komunitas ASEAN, sesungguhnya selain membuka peluang, juga menjadikan tantangan baru bagi semua negara, termasuk Indonesia. Jadi selain sosialisasi mengenai komunitas ASEAN itu sendiri, satu hal yg mutlak diperlukan adalah bagaimana menyiapkan bangsa Indonesia dlm menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yg ada dr program itu. Karena selain kerjasama, komunitas ASEAN jg akan membuka persaingan yg lebih terbuka antarwarga negara. Jika kita tidak siap menghadapi itu, bisa2 kita bakalan jd the losser.

    Simpulannya, untuk menghadapi komunitas ASEAN, tidak melulu hanya dicukupkan dgn sosialisasi, melainkan justru lbh penting bagaimana kita menyiapkan diri, membangun kompetensi, juga etos kerja sehingga qta tak kalah dibandingkan dgn warga negara ASEAN lainnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mas, matursuwun atas tambahannya.. bener, sosialisasi juga harus diikuti dengan persiapan diri....

      Delete
  3. Timor Leste bagaimana mas?

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger