Tentang Jomblo tapi Hafal Pancasila

| Wednesday, 7 May 2014 |

Alhamdulillah, akhirnya dalam waktu dekat ini, saya akan segera merilis buku pertama saya. Judulnya "Jomblo Hafal Pancasila", buku saya ini Insha Alloh akan segera terbit dalam beberapa bulan dekat ini. Buku ini berisi tulisan-tulisan saya di blog ditambah dengan tulisan-tulisan yang belum pernah saya posting di blog.

Buku ini akan diterbitkan oleh penerbit Bentang Pustaka, dan sekarang sedang dalam proses pengeditan, (doakan nggih mas mbak, semoga cepat rampung).

Nah, mungkin beberapa dari sampeyan ada yang penasaran tentang pemilihan judul buku ini (mungkin lho ya, mungkin), karenanya malam ini saya ingin membahasnya.

Jomblo Hafal Pancasila sejatinya adalah peringkasan dari idiom "Jomblo ga papa yang penting Hafal Pancasila". Sebuah idiom yang cukup populer yang mungkin pernah anda baca di timeline.

Saya tak tahu persis sejak kapan idiom "Jomblo ga apa-apa yang penting Hafal Pancasila" bisa meluas dan menjadi cukup populer, idiom ini tiba-tiba terucap begitu saja di grup whatsapp Rembug Socmed Jateng, grup ini berisi para admin akun kota dan kabupaten se-Jawa tengah. Kebetulan saya ikut ngadmin di akun twitter @IniMagelangku, salah satu akun portal informasi Kota dan Kabupaten Magelang.

Waktu itu kalau tidak salah para anggota grup sedang membicarakan soal jomblo, lebih tepatnya berdebat soal jomblo. Terjadi perang argumen lucu-lucuan antara kelompok berpacar dengan kelompok bujangan. Dalam debat seru tersebut, Entah kesambet atau tidak, tiba-tiba saya mendadak melontarkan kalimat "Jomblo Rapopo, sing penting apal Pancasila" sebagai pembelaan atas status kejombloan saya.

Tak dinyana, kalimat wagu tersebut rupanya malah menjadi perbincangan lanjutan. Beberapa anggota malah mempostingnya di twitter, banyak yang me-retweet, dan akhirnya idiom inipun menjadi populer.

Adalah Kawan saya Nico Gembus yang kemudian membuatkan meme ala Keep Calm versi Apal Pancasila ini, meme ini kemudian dia upload, dan ternyata mendapat sambutan yang meriah pula.

.

Idiom ini semakin populer saat dibuatkan desain kaosnya oleh mas Danu Saputra dari epinEfrinA clothing, Tapi kali ini konteksnya bukan jomblo, melainkan merokok. (Oiya, Kalau anda berminat dengan kaos ini, monggo saja langsung menghubungi si empunya gawe, mas Danu Saputra, Walau tanpa Rabat, Insha Alloh harganya merakyat)


Please lihat Kaos-nya, jangan lihat Modelnya.

Idiom "Jomblo Rapopo, sing penting apal Pancasila" ini kemudian saya pakai di beberapa tulisan saya di blog ini. Dan tak berselang lama, Versi-versi yang lain pun ikut bermunculan, baik yang menggunakan bahasa jawa maupun bahasa Indonesia, misal Goblok rapopo sing penting apal Pancasila, Kere Rapopo sing penting apal Pancasila, Binal nggak papa yang penting hafal Pancasila, Biar Janda yang penting Hafal Pancasila, dan masih banyak lagi variasi-variasi lainnya.



Oh ya, Saya sendiri sebenarnya kurang yakin, apakah saya memang benar-benar hafal Pancasila. Soalnya setiap kali saya ditanya tentang sila-sila pancasila, saya sering merasa gagap. Kalau ditanya apa sila keempat Pancasila, maka saya pasti tidak bisa langsung menjawab, melainkan harus mengurutkannya dahulu dari sila ke satu, baru bisa menjawab apa itu sila ke-empat.

Tapi Yang paling penting, saya merasa idiom Sing penting apal Pancasila (Yang penting Hafal Pancasila) ini punya makna tersembunyi yang cukup dalam dan bijak. Selemah dan seburuk apapun seorang manusia, pastilah ia punya sisi baik, walau hanya sedikit (dalam hal ini, sisi baik-nya adalah Hafal Pancasila).

"Yang penting apal Pancasila" selalu diawali dengan hal-hal yang oleh khalayak dianggap buruk, misal: Jomblo, Jelek, ataupun Bajingan. Tapi justru disitulah letak menonjolnya. Hafal Pancasila kemudian menjadi sesuatu yang lantas bisa dijadikan sebuah pembelaan.

Jelek ndak apa-apa yang penting Hafal Pancasila. Anda boleh jelek, tapi selama anda hafal pancasila, minimal anda masih menjadi manusia yang punya nilai. Begitupun dengan Bajingan ndak apa-apa yang penting Hafal Pancasila, Anda boleh jadi bajingan, tapi selama anda hafal pancasila, maka masih ada sejumput sisi berharga dalam diri anda.

Nah, atas dasar itulah saya langsung mengiyakan saat Penerbit Bentang Pustaka menawarkan untuk menggunakan unsur idiom wagu ini sebagai judul buku saya.

Dan Karena "Jomblo ga papa yang penting Hafal Pancasila" dinilai terlalu panjang untuk sebuah judul buku, maka diringkaslah menjadi "Jomblo tapi Hafal Pancasila"

Kata beberapa orang Bentang, judul ini dinilai lebih menjual, dan semoga hal tersebut terbukti.

Tapi ingat lho ya, Jomblo Hafal Pancasila ini hanya dijadikan judul, bukan pembahasan, karena memang dalam buku saya, saya sama sekali tidak membahas tentang Pancasila, karena saya percaya, para calon pembaca buku saya sudah cukup nasionalis.

Dan tolong, jangan sekali-kali anda menanggap "Hafal Pancasila" sebagai sebuah pembelaan.

Jangan sampai saat anda melamar gadis idaman anda dan calon mertua anda bertanya begini: "Berani-beraninya kamu melamar anak saya, bisa apa kamu?" lantas anda menjawab mantap, "Saya Hafal pancasila Pak!".

Karena saya yakin, se-nasionalis apapun, dan se-marhaen apapun seorang mertua, dia pasti tak akan menerima calon mantu yang cuma modal hafal Pancasila.

Dan sejatinya, Apal Pancasila ra iso ge Nempur beras...


Update : Buku saya ini sekarang sudah terbit,  silahkan lihat Disini




Buku Agus Mulyadi

53 comments :

  1. Rahmat Zubaidi8 May 2014 at 01:13

    Dadi kelingan, temen sing nglamar dadi satpam Gus, goro-goro gak apal sila ke empat. Pancasila, ora sido ditompo dadi satpam. Yen iku malah cutho, wes nganggur, gak apal pancasila pisan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, padahal nek satmapm keamanan (opomeneh jogo bengi) ki ra kudu apal pancasila, sing penting apal ayat kursi ro apal catetan Bon-bonan... wkwkwk

      Delete
  2. wak akhire ngerti asal muasale idiom "sing penting apal pancasila", maune tak kiro kui mergo rombongane biksu tong sing kesasar...njuk takoni pak polisi hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. le takon ngene "apa modal sampeyan mencari kitab suci?" jawabnya, "ah, cuma pakai pancasila kok..."

      Delete
  3. Wooooo, pasti beli bukunya aku massss...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, matursuwun mbak, doakan agar bukunya bisa cepat terbit

      Delete
  4. Mantab mas agus! Ditunggu bukunya yaaa.. Ga dibikin bonus foto langka mas agus?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalau untuk foto langka, mungkin belum... takut nantinya para pembaca malah shock...

      Delete
  5. mas kangbro aguuusss....
    nganti tak rewangi mbolos meeting goro" moco blog-mu...
    sesuk nek aku mulih magelang njenengan tak jak jajan ciyu roso es kopi wes mas....
    kiro: isih dodol ora yo koh liang kawatan? nek isih dodol kon tutup ae mas...

    Pokoke lanjutkan mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. ha aku dosa ro bos-mu nek ngono...

      Mbuh ki Koh Liang Kawatan, wis suwe ora tuku, saiki ombenanku marimas je

      Delete
  6. koyok jaman pak harto wae.
    P4,
    sitik2 pancasila.

    btw alhmdulillah yo gus, sesuanu banget iso gae buku.
    semoga laris manis ya bukune.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha ben koyo orde baru tenan tho... maklum, rupaku kan mampu revolusi... wkwkwk

      Delete
  7. kalimat kuwi wes menyaingi kepopuleran negara api... #hassuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi tep luwih terkenal kata #Hassuk... tenin...

      Delete
  8. aku ngenteni bukune sampeyan kang, aku yo apal pancasila.

    aku ngenteni jatah kiriman bukune sampeyan. gratisan
    ^_^

    *ngarep

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ha nek do njaluk gratisan ngono, ha njuk nak bojoku meh tak pakani opo? wkwkwk

      Delete
    2. pakani pancasila wae, mas
      "ora mangan ra popo sik penting apal pancasila"
      wkwkwkwk

      Delete
  9. Anjir, diterbitin bentang. Salut mas! bener kan yg aku twit semalem. Harus sowan untuk meguru ke sampeyan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, ha nek vampir we meguru ro aku, ha berarti aku gendruwo...

      Delete
  10. Sukses mas gan,

    pokok e pancasila sak lawase :D

    ReplyDelete
  11. Wah sukses yo mas Agus.. Pokoke apal pancasila...

    ReplyDelete
  12. bukune biar cepat terbit ayo dikarbit...eit-eit...

    ReplyDelete
  13. nderek ndonga mas, semoga bisa segera orgasme di tempat yg semestinya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, di tempat yang diridhio...

      Delete
  14. Keren!

    Rejekimu Gus.. Mayan iso nggo nempur beras pirang wulan iku wkwkkw..

    Salam saking Solo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. minimal iso ge tuku bumbu masak...

      Delete
  15. Sukses gus...nek laris ojo lali tuku motor gus...xixixixixi...

    ReplyDelete
  16. Replies
    1. waduh... akhirnya dikasih ucapan selamat sama pujaan hati (yang sudah menjadi milik orang lain).... Woke ndre, suwun

      Delete
  17. Selamat mas Agus yang bukan turunan pengasuh pesantren. Tak ngenteni bukune.

    ReplyDelete
  18. wahhh buku nya,,bisa kirim taiwan gak,,,selalu ketawa,,setiap kali baca postingan mu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kalo itu tergantung ongkos kirim mas.... Tapi Insha Alloh bisa

      Delete
  19. mas agus...twit and blogmu kie tombo stres tenan....bukune tekan di jual tekan balikpapn ra mas rencanane?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insha Alloh sampai mas.. nanti kalau sudah terbit, coba cari di Gramedia

      Delete
  20. Ahaha... selalu ngakak tiap main kesini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matursuwun mas Adil, semoga sampeyan senantiasa bahagia

      Delete
  21. nek wes apal pancasila gek ndang ngapal liyane gus...
    ngapal ijab qobul contone..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lakon Rabi Keri, Ijab Qobul kan iso dikebut semalam.... wkwk

      Delete
  22. pesen sak paket buku ro kaose yo Gus...tak enteni launching e..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, monggo mbak.. tapi kalo kaos'e, pesen'e misah nggih mbak, soalnya bukan saya yang kelola.. btw matursuwun sudah berkunjung

      Delete
  23. Sukses selalu mas Agus, Ditunggu buku ne..

    ReplyDelete
  24. wah epic mas, semoga cepet rampung... gak ada bocoran cover nya toh mas? penasaran.. :)

    ReplyDelete
  25. Wahahhahha soko grup admin kota :))))
    Mas, kapan nyemarang meneh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiyo mbak... Insha Alloh kalau ada kesmepatan dan ndilalah pas ada momen, pasti saya ke Semarang mbak Erina

      Delete
  26. ane mohon ijin pake pict di atas bwt propic fb sy bang agus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo mas, dengan senang hati....

      Delete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger