Tentang Taji roda bergerigi di sepatu Cowboy

| Friday, 25 July 2014 |

Saya selalu suka dengan film bernuansa Cowboy (Bukan Coboy seperti penulisan Coboy Junior). Bagi saya, Film Cowboy selalu nampak menarik. Tentu bukan melulu tentang kuda, namun juga tentang bar dengan pintu dorongnya yang teramat khas, tentang adu tembak dengan pistol antara dua jagoan, tentang jumawanya seorang sherif, tentang putaran tali lasso, dan tentang banyak hal yang berhubungan dengan Cowboy. Kesukaan saya pada Cowboy ini pula yang membuat saya sedikit banyak menyukai lagu-lagu country.

Berkali-kali menyaksikan film Cowboy, ada satu hal yang hingga kini selalu menjadi pertanyaan sulit bagi saya. Yaitu tentang benda berbentuk roda bergerigi yang kerap terpasang di belakang sepatu cowboy (semacam taji di sepatu cowboy). Sungguh Saya tak tahu benda ini namanya apa, dan fungsinya untuk apa.

Spurs sepatu Cowboy

Hal ini mungkin nampak sepele, namun sukses membuat saya penasaran dalam jangka waktu yang cukup lama. Mau saya cari di google tapi ndak tahu keyword apa yang harus saya masukkan.

Setelah menonton film Rango beberapa waktu yang lalu, tekad saya untuk mengetahui nama dan fungsi benda ini pun semakin besar dan seakan tak terbendung. Akhirnya saya cari di Yahoo answer, dan alhamdulillah, walau dengan bahasa linggis yang belepotan, akhirnya saya mendapat jawaban.

Usut punya usut, ternyata benda ini namanya Spurs. Fungsinya seperti yang sudah saya terka sebelumnya, yaitu untuk menepak bagian tepi pantat kuda saat kuda mulai berlari pelan, tepakan Spurs ini akan membuat kuda takut dan kembali berlari kencang.

Konon, Bentuk Spurs sengaja dibuat bergerigi agar si Cowboy tak perlu menepak terlalu keras (kadang malah cukup dengan menempelkan permukaan Spurs ke pantat si kuda), sehingga si Kuda tak terlalu merasakan sakit.

Spurs sepatu Cowboy

Penggunaan Spurs ini sekarang sudah mulai ditinggalkan, karena menurut banyak praktisi berkuda, penggunaan spurs bisa digantikan dengan pengoptimalan tali kekang kuda.

Bahkan untuk kuda yang sudah sangat terlatih dan dekat dengan penunggangnya, untuk memacunya berlari lebih kencang cukup dengan menggunakan isyarat sentuhan tangan dari sang penunggang. Tanpa harus menarik tali kekang dengan kencang ataupun menepak pantat kuda dengan cambuk ataupun spurs.

Penggunaan spurs ini setahu saya hanya populer di ranah Amerika, sedangkan di Asia, spurs jarang digunakan. Apalagi di Indonesia.

Buktinya, sampai sekarang, saya belum pernah lihat Pak Prabowo mengendarai kuda pakai Spurs. Iya kan? Dan rasanya, sampai kapanpun, Pak Prabowo tak akan pernah memakai spurs, karena saya yakin, Pak Prabowo tak perlu menggunakan spurs untuk menakut-nakuti kudanya agar mau berlari lebih kencang. Ayolah, Kuda manapun pasti sudah cukup takut dengan pak Prabowo. Jadi, Kalaupun beliau menggunakan spurs, mungkin fungsinya bukan untuk memacu kudanya, melainkan untuk mengiris pizza. (hehehe, becanda lho pak, becanda).

A good rider doesn't need reins, a good rider doesn't need spurs, a good rider doesn't need a saddle. A good rider, doesn't even need a horse.




Buku Agus Mulyadi

14 comments :

  1. iku gir Gus.. biasane go tawuran.. nek keno untu marai linu gus,, po meneh untumu gus...haha guyon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gedhene mung sakmono kok nggo tawur.. sing tawur cah TK po? hehehe

      Delete
  2. aku jg takut lho sama pak Prabowo.
    (tapi ojo mbok padhakke karo jaran)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, nek sampeyan ngono ket biyen pancen penakut.... wkwkwkwk *minggat

      Delete
  3. Wah.. Ati-ati ditangkep loh mas Agus, hahahah btw mau kasi tau novelnya ud sampe mas Agus, matur nuwun ya :) scptnya sy baca trus nanti sy review di blog saya :) sukses dan jaya selalu mas Agus, hip hip huraa!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggih, matursuwun mbakyu.. selamat embaca, semoga terhibur dan tercerahkan

      Delete
  4. Taktambahi Gus, spurs kuwi biyen sok2 iso nggo nyumet korek jress....., lha gandeng ning Indonesia ora ono cobanen korek dijresske nganggo UNTU mu gus bahahhahahhaha......#Gojek lho gus, tak tunggu kehadiranmu ning solo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gundulme sempal kuwi kas... wkwkwk.. nek dijreske ng untuku, engko genine gedhe ngasi mburap-mburap engko... hehehe

      Delete
  5. Wah baru tau saya mas agus. Makasih pencerahannya.. Pagi2 udh info sangat penting nih

    ReplyDelete
  6. wah, saya baru tahu kalo namanya spurs

    ReplyDelete
  7. spur ~~kereta api. spurs~bentuk jamak keretta api. nek boso jowo mungkin artinya jadi sepur~sepuran.mmm..he e ra sih??

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. Owh ada gunanya toh itu?
    tak kira cuma keren2an aja. hehe

    ReplyDelete
  10. Tambahin dikit..
    Dengan adanya spurs si cowboy tetep bsa fokus nembak atau nangkap sasaran tanpa perlu terganggu menarik tali kuda ketika larinya mulai pelan.
    Thanks infonya.

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger