Sudah hampir satu bulan ini saya membeli sepeda onthel lawas, Merk-nya Hercules, asli Inggris (lebih tepatnya Birmingham). Tadinya saya ngira Hercules ini produk Yunani, maklum, nama Hercules kan identik dengan kisah kolosal dewa-dewa Yunani, eh ternyata setelah saya lihat Emblem-nya, ternyata Hercules ini asli buatan Inggris (Maklum, saya masih awam dalam dunia per-Onthel-an)
Saya sebenarnya sudah sejak lama ngidam ingin membeli sepeda onthel lawas, karena dulu sepeda onthel lawas pertama saya terpaksa dijual sama bapak karena ada kebutuhan yang mendadak (Kasihani kami pak).
Keinginan saya untuk membeli sepeda onthel lagi akhirnya tercapai, beberapa waktu yang lalu, alhamdulilah saya memenangkan hadiah lomba blog berupa uang tunai (nilainya rahasia lah), dan uang itulah yang langsung saya gunakan untuk membeli si Hercules ini.

Saya tertarik membeli si Hercules ini karena kelengkapan aksesoris yang ditawarkan oleh si penjual, mulai dari tas belakang, lampu dinamo, sampai kunci roda. Dan semua itu tanpa ada tambahan harga. Jadi saya cukup bayar harga pokok sepedanya. Aksesoris lainnya bonus. Pokoknya Jos kotos-kotos, Cuman sayangnya satu, belum ada satupun cewek manis dan binal yang sudi untuk saya boncengin *aku memang pria lemah.
Sepeda Hercules ini Belinya dari tetangga yang kebetulan orang bengkel sepeda, karena masih tetangga dekat, maka harga yang dipatok pun harga tetangga. Ndak terlalu mahal (tapi tetap saja jiwa penawar saya bergejolak), karena memang Onthel Hercules yang saya beli ini sudah tidak original, alias sudah banyak modifikasi. Yang masih original hanyalah Body lagrangan-nya. Di luar itu, semuanya modifan.


Sejak punya Hercules ini, saya jadi doyan gowes. Rutenya terserah, kadang keliling kota, kompleks perumahan akademi militer dekat kampung saya, sampai beberapa tempat wisata di daerah saya. Dan kegiatan ini saya akui sebagai salah satu ikhtiar saya dalam mencari jodoh (Jadi ingat usaha Indra Syafri yang harus keliling Indonesia untuk mencari putra-putra terbaik)
Event Funbike alias sepeda santai pun kini menjadi agenda baru yang harus saya masukkan dalam list, beberapa event sepeda santai selalu saya ikuti (asal masih dalam kota atau kota dekat), tak terlalu mengharap doorprize, yang penting dapat kaos dan kesenangan bersepeda, itu saja. Tapi kalau ndilalah beruntung dapet cewek doorprize, ya Alhamdulillah.

Jadi, kalau ada dari pembaca yang mau ngajak gowes bareng atau ada info event sepeda santai di magelang atau kota sekitar, kalau berkenan bisa menghubungi saya, Insya Alloh saya ndak nggigit kok.
Atau kalau pembaca kebetulan adalah gadis manis (ndak perlu binal, bisa didiskusikan kemudian), dan mau saya boncengin, langsung saja hubungi saya di form kontak, Insya Alloh saya siap memboncengkan anda kemanapun anda suka, asalkan anda juga siap mengajak saya mengarungi bahtera rumah tangga bersama selamanya. *Fak
Rajin Gowes dengan Onthel Hercules
Taman Rekreasi Panca Arga alias Taman Tank
Panca Arga, merupakan nama perumahan yang diperuntukkan bagi para prajurit TNI-AD yang berkantor di Akademi Militer Magelang. Namanya berasal dari kata Panca yang berati lima, dan Arga yang berarti gunung. Sejalan dengan lokasinya yang berada di wilayah Magelang yang emang dikelilingi oleh 5 gunung. Bisa dibilang, Panca Arga adalah salah satu Perumahan dengan fasilitas terlengkap di Magelang, maklum, sebagai Perumahan yang dikelola langsung oleh TNI, perumahan ini diberi beragam fasilitas umum yang cukup lengkap, diantaranya adalah Tempat Ibadah (meliputi Masjid, gereja, dan Pura), Bank, ATM, Lapangan Sepak Bola, Lapangan Tennis, sampai taman rekreasi, sayang, masih belum ada fasilitas Bandara.
Nah, salah satu dari fasilitas umum yang menjadi khas perumahan Panca Arga adalah Taman rekreasinya, Nama Resminya Taman Rekreasi Panca Arga 1, merupakan taman rekreasi yang memang diperuntukkan untuk para penghuni perumahan yang memang semuanya merupakan keluarga militer, karena itulah maka tak heran jika di taman tersebut selain terdapat ayunan dan berbagai macam jenis permainan anak, juga terdapat tank-tank peninggalan jaman perang kolonial melawan Belanda dan meriam tempur yang digunakan saat perang kemerdekaan Indonesia. Sehingga selain bisa sebagai sarana hiburan dan refreshing, taman rekreasi ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk menanamkan jiwa kemerdekaan, nasionalisme dan rasa hormat terhadap para pejuang TNI yang gugur di medan perang untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Taman ini terkenal dengan nama lain Taman Tank, hal ini tentu karena keberadaan tank dan meriam tembak yang ada di taman ini. Total ada 1 satu tank amphibi dan 2 meriam tembak yang menghiasi taman ini.
Selain tank, satu lagi yang menarik dari Taman rekreasi ini adalah adanya Tugu penanda. Tugu penanda ini bentuknya mirip sekali dengan Monas yang ada di jakarta, sehingga tak jarang banyak orang menyebutnya sebagai Monas Taman. Tugu ini sejatinya merupakan tugu penanda dibangunnya taman ini. Kini fungsi tugu ini hanya sebagai penanda waktu melalui jam dinding yang dipasang di atas tugu tersebut.


Adanya aneka permainan anak seperti ayunan, dan juga udaranya yang sejuk karena banyaknya pohon pinus dan mahoni juga lokasinya yang berada tepat di tepi aliran cabang kali manggis membuat taman ini menjadi andalan rekreasi dan tempat nongkrong oleh orang-orang penghuni Panca Arga maupun orang-orang di sekitar Panca Arga.





Taman ini mulai dibangun pada awal tahun 90-an (rampung pada tahun 1992) dan diresmikan tanggal 17 Juni 1992 oleh Mayor Jenderal TNI Toni Hartono, yang merupakan Gubernur Akmil saat itu. Taman Panca Arga ini sekaligus merupakan karya terakhir bagi Mayjen Toni Hartono sebagai Gubernur Akmil sebelum digantikan oleh Mayor Jenderal TNI Moch. Ma'ruf di tahun 1992.

Namun sayang seribu sayang, sebagai satu-satunya taman rekreasi di Panca Arga, taman ini kondisinya sangat memprihatinkan. Jalanannnya kini rusak parah, kursi tamannya pun mulai banyak yang rusak. Hal ini diperparah dengan aksi-aksi tak bertangggung jawab dari para pengunjung yang seenaknya mencorat-coret badan tank.



Bahkan yang lebih mengenaskan, dua meriam tembak yang ada di taman ini kini sudah tiada, karena keduanya kini dipindahkan ke sisi gerbang Pintu 1 dan Pintu 3 Panca Arga (Panca Arga punya akses jalan masuk melalui 3 pintu gerbang, yaitu Pintu 1, Pintu 2, dan Pintu 3).




Kini, hanya satu tank amphibi tinggalan belanda yang masih tersisa di taman ini. Itupun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Body-nya sudah penuh dengan coret-coretan. Pun mesin-mesin dan onderdilnya sudah berkarat semua. Padahal waktu saya kecil, settingan ujung meriamnya masih bisa berfungsi dan bisa diputar atau dinaik-turunkan.

Lebih dari itu, Jeroan Tank kini tak ubahnya seperti tempat sampah, karena di dalam badan tank banyak sekali terdapat aneka sampah bungkus plastik yang dibuang sembarang oleh pengunjung.

Kini, walaupun kondisi taman ini tak seindah dulu, namun setidaknya masih banyak warga Panca Arga yang berekreasi di taman ini, yah untuk sekedar tongkrong, memadu kasih, atau hanya duduk-duduk sambil bermain ayunan dan menikmati jajanan yang dijual di depan Taman ini setiap sore harinya.
