Gus, Kalau sudah tiada baru terasa

| Saturday, 25 January 2014 |

Gus Dur

Gus, Saya tahu, panggilan Gus itu aslinya diperuntukkan bagi putera kyai yang belum pantas disebut kyai. Tapi Njenengan yang sudah jauh melebihi batas kepantasan pun tetap saja penginnya dipanggil dengan Gus, bukan Kyai. Andap asor seperti itu gus yang ingin kami lihat pada sosok wakil-wakil kami di Senayan sana. Sayang ya Gus, pejabat-pejabat sekarang pada ndak mau Andap Asor, Maunya Ngasorake.

Gus, Saya kangen dengan "Gitu aja kok repot"-mu.

Gus, ternyata benar kata Bang Rhoma, "Kalau sudah tiada baru terasa"




Buku Agus Mulyadi

6 comments :

  1. kowe rapopo gus ? kok agak aneh postingan yg ini.. ane gak faham :v

    ReplyDelete
  2. lagi kangen sosok kayak gus dur di negeri ini mas agus itu :D

    ReplyDelete
  3. lho, wakil rakyat di senayan kan lak dibilang Gurdur kayak anak TK

    ReplyDelete
  4. Wah, gak lucu gus.
    :hammer

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger