Agus Mulyadi Njaluk Rabi

Sengaknya Puthut EA

| Wednesday, 15 March 2017 |

Kalau ada yang tanya sama saya, siapa orang paling sengak yang pernah saya kenal, maka Puthut EA pastilah masuk dalam daftar jawaban saya.

Betapa tidak, jangankan sehat, saat sakit pun, ia seakan tak pernah berhenti kehilangan sengaknya.

Saya begitu ingat, tiga hari yang lalu, saat saya (terpaksa) menunggunya dirawat di rumah sakit. Ia tak bisa dan memang tak boleh bergerak dan hanya boleh berbaring di tempat tidur.

Singkat cerita, cairan infus ternyata tak menetes dengan lancar. Ia menyuruh saya untuk memanggil perawat.

Sebab kamar yang digunakan adalah kamar VIP, maka untuk memanggil perawat, penunggu tak perlu keluar ke ruang jaga, cukup menekan tombol yang disediakan di atas ranjang.

Itu pertama kalinya saya menunggu pasien di kamar VIP, mangkanya saya agak kagok.

Saya sebenarnya sudah tahu kalau untuk memanggil perawat cukup dengan menekan tombol yang ada di atas ranjang (sebab memang ada petunjuknya), namun untuk lebih memantapkan diri, saya coba memastikannya dengan bertanya dulu kepada si pasien.

Mas, iki le ngundang perawat teko dipencet tombole kan? Tanya saya.

Dan tahukah anda apa jawaban si pasien sengak ini?

Lha yo hoo, mosok meh mbok wasap perawate, kowe nduwe nomer kontake po?

Bedebah, untung ia sedang dalam keadaan sakit, jika tidak, mungkin sudah saya bawa ke perempatan dan saya ajak gelut...



Ebook Agus Mulyadi

9 comments :

  1. membaca gambaran ttg beliau itu saya makin ga berani ketemu & kenalan dgn mas puthut yg pinter kui 😓

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sarankan, lebih baik jangan mas, jangan...

      Delete
  2. anak kesayangan tuhanbisasakit juga yah

    ReplyDelete
  3. Eling Gus, kui bosmu. Opo goro-goro rep bubar njuk ngajak gelut hahahhahaha

    ReplyDelete
  4. Wes, langsung hajar wae lah mas. Gak usah nunggu nang perempatan. HAHA

    ReplyDelete
  5. semoga mojok ga jadi shutdown..

    ReplyDelete
  6. Aku yo ra sido kenalan wis..

    ReplyDelete

Tentang Saya

Agus Mulyadi, seorang blogger, penulis, dan digital storyteller. Lahir di Magelang, 3 Agustus 1991. Sering menulis artikel ringan tentang politik, sosial, isu-isu populer di media sosial, serta catatan reflektif tentang kehidupan sehari-hari utamanya yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, kawan, dan keluarga.

Pernah bekerja sebagai pemimpin redaksi di Mojok.co, sebuah media opini alternatif berbasis di Jogja. Sekarang menjadi manajer di Akal Buku, sebuah toko buku online sederhana yang saya jalankan bersama istri saya.
 
Copyright © 2010 Blog Agus Mulyadi , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger