Agus Mulyadi Njaluk Rabi

Kalis dan Pancasila

| Sunday, 21 November 2021 |

agus mulyadi kalis mardiasih

Pose saya yang berjalan tegak dengan pandangan ke depan agak menengadah ini mengingatkan saya pada pose saat saya bertugas sebagai pembawa map berisi naskah pancasila untuk diberikan kepada pembina dalam upacara bendera.

Menjadi pembawa map naskah Pancasila adalah tugas rutin saya dulu saat masih SD. Salah satu tugas dalam upacara bendera yang dianggap paling remeh, namun memegang peranan penting dalam lancarnya upacara bendera.

Bayangkan jika saya nekat mengganti naskah Pancasila di map itu dengan 10 Program pokok PKK, tentu tak terbayangkan betapa besarnya kekacauan yang akan terjadi. Bukan hanya pembina upacara yang akan kerepotan, namun juga akan terjadi potensi kekacauan konstelasi politik karena munculnya desas-desus adanya pihak yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan PKK.

Sepenting itulah Pancasila beserta tugas membawa map naskahnya.

Maka, ketika saya mendapatkan foto ini, saya seperti sedang diingatkan, bahwa Kalis, perempuan manis di sebelah saya itu, harus saya jaga dan pertahankan mati-matian selayaknya seorang patriot menjaga dan mempertahankan Pancasila.

Ini juga sekaligus menjadi pesan penting buat Kalis, agar kalau suatu saat saya pulang kemalaman karena terlalu asyik nongkrong dan bermain kartu bersama kawan-kawan, maka tak perlulah saya diomeli. Sebab, sepenting apa pun Pancasila, kadang kita memang sering lupa kepadanya, utamanya sila ke-empat. Dan itu biasa. Tak usah terlalu dipermasalahkan.




Sawer blog ini

6 comments :

  1. Suami dolan main kartu, dapat kartu dengan deck ori tapi di sebaliknya ada tulisan 10 program PKK. Saya kok sudah jarang liat tulisan itu di papan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Besar kemungkinan, main kartunya di Gerdu depan markas pemuda Pancasila

      Delete
  2. jika ingat Pancasila, yang pertama selalu saya ingat adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.. sebuah kalimat yg sangat powerfull jika diyakini & diaplikasikan dalam kehidupan kita.. semoga kita dapat menjaga keluarga hidup menjiwai kalmat ini dengan pemahaman yg sebenar-benarnya.. aamiin..

    ReplyDelete
  3. Mas Agus, sampeyan sudah nggak di Mojok lagi ?

    ReplyDelete
  4. bener-bener bermankna ni tulisannya, makasih mas mul

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini
 
Copyright © 2010 Blog Agus Mulyadi , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger