Agus Mulyadi Njaluk Rabi

Gendongan Ideologis

| Wednesday 10 April 2024 |

Libur lebaran kemarin menjadi momen pertama kalinya bagi Raras untuk mudik ke Blora, kampung halaman istri saya. Hal tersebut sekaligus menjadi perjalanan jauh pertama Raras yang biasanya cuma mentok bolak-balik Magelang-Jogja.

Di Blora, kakek dan neneknya sangat bergembira menyambut kehadiran Raras. Ibu mertua saya terutama, sangat rajin menggendong Raras. Maklum saja, sebab selama berbulan-bulan lamanya, ibu mertua memang hanya bisa melihat Raras melalui videocall, beda dengan ibu saya yang memang sangat sering berkunjung ke Jogja untuk menengok Raras.

raras ugahari

Saya senang Raras akhirnya punya kesempatan untuk menikmati suasana Blora. Bagi saya, Raras harus dikenalkan dengan Blora sejak dini, sebab tidak bisa tidak, ada darah Blora yang mengalir deras di dalam tubuhnya, sama derasnya dengan darah Magelang yang juga mengalir di dalam dirinya.

Saya memang ingin Raras menjadi pribadi yang manut dan patuh kepada orangtuanya seperti selayaknya prajurit akademi militer Magelang yang sangat “Sir, Yes Sir!” kepada atasannya.

Raras perlu punya nilai-nilai prajurit jebolan Magelang, setidaknya punya kedisiplinan khas seorang Gatot Soebroto, dan punya kecerdasan khas seorang Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun demikian, di sisi yang lain, saya juga ingin Raras tumbuh seperti selayaknya manusia-manusia jempolan dari Blora. Menjadi pribadi yang punya keberanian untuk membangkang seperti Samin Surosentiko, serta menjadi pribadi yang tangguh dan revolusioner seperti Pramoedya Ananta Toer.

Dan semua itu saya kira bisa dimulai dengan mengajak Raras untuk rajin menghirup udara Magelang dan udara Blora.

Maka, ketika melihat foto Raras sedang digendong oleh neneknya yang asli Blora ini, saya yakin itu bukan jenis gendongan biasa, itu adalah gendongan ideologis, gendongan yang penuh dengan pembangkangan dan bibit-bibit revolusi.




Sawer blog ini

0 komentar :

Post a Comment

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini
 
Copyright © 2010 Blog Agus Mulyadi , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger