Truk Box dan Sandal Joger

| Thursday, 4 September 2014 |

"Truk aja gandengan, masa kamu nggak? Sandal aja ada pasangannya, masa kamu nggak?"

Sumpah, itu adalah stereotipe sindiran basi untuk kaum bujangan yang pernah sangat popular dan ndilalah sering saya dengar (karena memang sering ditujukan kepada saya). Sangat menyebalkan. Seolah-olah harga diri saya ini jauh lebih rendah daripada truk atau sandal.

Tukang sindir yang sering menggunakan sindiran truk dan sandal ini seolah-olah ingin mengatakan kepada si tersindir: "Ini lho, saya bisa punya pacar, kapan sampeyan punya pacar!". Sepintas terdengar sangat motivatif, tapi di satu sisi, juga terdengar sangat pamer.

Ya, Saya tahu, bahwa sindiran ini hanya bermaksud sebagai bahan ledekan saja, namun jika itu kemudian ditanyakan terus menerus, saya sebagai salah satu obyek yang sering disindir pun tentu lama-lama akan muak juga.

Seorang kawan pernah berkata kepada saya, bahwa tidak punya pasangan itu secara umum terbagi atas dua sebab, pertama karena kepepet dengan keadaan, alias karena memang susah dapat pacar, dan yang kedua karena pilihan, pilihan karena yang bersangkutan merasa nyaman dengan kesendiriannya.

Nah, menurut saya, apapun sebab kebujanganan seseorang, rasanya kok ya tetep ndak etis untuk disindir terus-menerus, apalagi dengan sindiran yang konteksnya membandingkan seseorang dengan truk atau sandal.

Ayolah, mbok ya selo sedikit, tak usah terlalu mengurusi status hubungan orang lain. Biarkan masing-masing pribadi menjalani kehidupan asmaranya tanpa intervensi yang tak perlu. Kalau tak bisa membantu, minimal jangan menganggu. Kalau ndak bisa bantu mencarikan, minimal jangan manas-manasi kawan yang masih bujangan.

Lagipula, bukankah kesuksesan tak sepenuhnya dipengaruhi oleh punya atau tidaknya pasangan.

Oke, Truk memang gandengan, Tapi mungkin kita lupa, bahwa ada yang namanya truk box, truk yang lebih gesit dan efektif jika tanpa gandengan.

Oke, Sandal memang ada pasangannya, tapi mungkin kita lupa, bahwa di jagad persandalan, ada yang namanya Sandal Joger, Sandal yang selen dan terkesan dipaksakan, ia sandal yang tidak berorientasi pada keserasian, melainkan pada keunikan dan sekedar gaya-gayaan.

Jadi Please, Biarkan masing-masing orang untuk memilih, ingin jadi truk model apa, dan ingin jadi sandal jenis apa.

Artikel ini dimuat pertama kali di situs Mojok.co edisi 27 Agustus 2014




Buku Agus Mulyadi

27 comments :

  1. Semua akan indah pada waktunya mas Agus,,
    Inget !! yang penting tetep hafal pancasila . .

    Salam syahdu mas Agus :D

    ReplyDelete
  2. jadi inget kemaren liat stiker di helm, tulisane JJT ( Jomblo Jatuh Tempo) Sek penting payu tinimbang mambu, wkwkwk.., nek kui mlebu kategori nopo cak agus :b

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener.... Sing penting payu ndisik, perkoro sopo sing mayoni, kuwi pikir keri

      Delete
  3. Lagipula, bukankah kesuksesan tak sepenuhnya dipengaruhi oleh punya atau tidaknya pasangan.
    hhhaha kalimat bijak mu gus, 5 jempol !!!!!

    ReplyDelete
  4. Yang membandingkan sampeyan dengan truk dan sandal itu sebenarnya memotivasi supaya segera punya pasangan.
    Genk Koplo itu memang menyebalkan tapi percayalah hati mereka baik, Gus, haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwk... bukan Geng Koplo kok mas, mereka kalau nyindir lebih parah dari sekedar truk atau sandal mas... hehe

      Delete
  5. Sing sabar mas jodoh sudah ditentukan tinggal tugas sampean untuk memantaskan..

    ReplyDelete
  6. pembelaan diri seorang jomblooo #kabooooor sak durunge di sambit sandal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya kalau ndak dibela, sering diperlakukan semena-mena je mak, hehehe

      Delete
  7. Itu baru tahap awal mas Agus, ntar klo ud punya pacar, berlanjut ke kapan merid? Kapan bunting? Kapan beranak? Kapan beranak kuadrat? Ud kodratnya sosialisasi dipenuhi kekepoan yg terkomposisi dgn 80% sindiran dan 20% kpdulian. Ntar jg dpt lah mas Agus, jodohmu di masa depan

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, pengalaman pribadi tenan nek iki.... yakin aku mbak...

      Delete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Mas agus mbok yo coba dunia baru gitu mas kayak Stand Up comedy kan sampeyan lucu :v

    ReplyDelete
  10. Lik rabi wae Gus, ben ra dipoyoki. Kae loh aku ndue konco lanangan akeh, menowo ono seng gelem ro koe mbarang.

    ReplyDelete
  11. JOJOBA... Jomblo Jomblo Bahagia

    ReplyDelete
  12. setuju deh sama ini... salam om gus

    ReplyDelete
  13. nice gan ....

    Salam Sukses dari brebes ,,,,, :D

    ReplyDelete
  14. Wes ra sah dipikir, Gus. Dadi jomblo juga unik kok. Tidak berorientasi dan tetap bisa bergaya *whaladalah ngomong opo ikiii* haha

    ReplyDelete
  15. Wkwkwkw Ane do'a in dapet jodoh yang kaya Julia Perez ato kaya Enjel Lelga mbah gus.

    ReplyDelete
  16. Tumben Sing Iki Serius Mas, Saya Jadi Ikut Merenung, karena Jodoh, Rizki dan mati sudah ada yg menentukan, jadi tinggal menjalani dan berusaha..bukan begitu mas?

    ReplyDelete

Tentang Saya

Saya Agus Mulyadi, biasa dipanggil Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Mus. Gus Mul hanya akronim dari nama saya). Blogger dan Freelance Layouter. Kini berusia 24 tahun. Aktif di Karang Taruna dan Komunitas Blogger Magelang Pendekar Tidar. Profil lebih lengkap, Lihat Disini

Tambahkan saya di Google+

 
Copyright © 2010 Agus Mulyadi Blog , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger