Per musim kompetisi 2024/2025 ini, toko buku saya, Akal Buku, resmi menjadi sponsor PPSM Magelang di kompetisi junior. Logo Akal Buku sudah tercetak di jersey tanding musim ini yang desainnya asoy betul.
Bagi saya pribadi, tentu saja ini menjadi momen yang sangat sentimentil. Sejak kecil saya sudah menonton PPSM, sering menulis tentang PPSM, dan ndilalah sekarang diberi kesempatan untuk ikut menjadi salah satu sponsornya.
Dulu pas masih kecil, bersama kawan-kawan sebaya, saya biasa menonton PPSM Magelang di Abu Bakrin. Kadang membeli tiket, kadang “mbludus” begitu saja mengaku keponakan penonton lain yang lebih dewasa.
Saat remaja, saya ikut tergabung korwil Syndrome yang spanduk raksasanya sering terpasang di pagar sisi timur Abu Bakrin.
Saat itu memang banyak sekali korwil pendukung PPSM yang lahir seiring dengan prestasi PPSM yang makin membaik bahkan sempat promosi sampai divisi utama.
Prestasi PPSM kemudian mulai menurun setelah ketok palu Permendagri nomor 1 tahun 2011 yang melarang klub sepakbola disubsidi oleh APBD.
Mendukung PPSM, tim sepakbola biasa dengan prestasi yang amat terseok-seok ini, memang menjadi sebuah keputusan karena saya lahir di kampung yang para lelaki dewasanya banyak yang menjadi pendukung PPSM. Sesepele itu.
PPSM bukan tim yang bagus-bagus amat, ia tidak terlalu akrab dengan kemenangan. Masa kejayaannya pun boleh dibilang cukup singkat. Ia lebih sering mengisi papan tengah atau bawah. Maka, mendukung tim ini bagi saya adalah sesuatu yang agak konyol.
Namun, begitulah hidup, kita kadang perlu menyukai kekonyolan, lalu perlahan mencintainya.
Dan memutuskan untuk menjadi sponsor PPSM Magelang, mungkin menjadi rangkaian kekonyolan yang lain. Kekonyolan yang, sialnya, membuat saya bahagia.


0 komentar :
Post a Comment