Agus Mulyadi Njaluk Rabi

Hidung Kanopi

| Sunday, 10 July 2022 |

Kawan saya Richa Romadhon alias Gembus menonton video seorang bocah cilik yang sedang beradu kepala dengan kambing sesaat sebelum diqurban. Kawan saya yang bijak bestari itu tampak mangkel sebab dalam video tersebut, orangtua si bocah justru terlihat tertawa. Kebetulan kambing yang diadu juga tidak memberikan perlawanan seperti yang kerap diharapkan oleh para penggemar video-video “instan karma” itu.

richa romadhon

“Iki wong tuwone guoblok, ngerti anake adu ndas karo wedhus, bukane dipenging, malah prengas-prenges.”

Saya menyimak kemangkelan lelaki yang sehari-hari bekerja di bengkel las Laksana Teknik terminal lama itu.

“Mesakke bocahe nek wedhuse ngasi ngamuk tenan. Disruduk mesti gegar otak kuwi bocahe. Rupane iso rusak. Irunge iso kuwalik, bolongane dadi madep nduwur.” Gerutu Gembus.

“Wah, apik kuwi, nek udan le mlaku njuk ndase kudu dimiringke, ben irunge ora klebon banyu.” Kata saya menimpali sambil memperagakan adegan memiringkan kepala.

Gembus tertawa, lalu terdiam sejenak. Sejurus kemudian, ia kemudian berubah ekspresi dari gusar menjadi penuh pencerahan.

“Tapi nek dipikir-pikir, kuwi yo apik ding, Gus.” Ujarnya. “Malahane, las-lasanku njuk kepayon. Nduwur irunge ben dipasangi kanopi.”

Giliran saya yang tertawa.



Ebook Agus Mulyadi

0 komentar :

Post a Comment

Tentang Saya

Agus Mulyadi, seorang blogger, penulis, dan digital storyteller. Lahir di Magelang, 3 Agustus 1991. Sering menulis artikel ringan tentang politik, sosial, isu-isu populer di media sosial, serta catatan reflektif tentang kehidupan sehari-hari utamanya yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, kawan, dan keluarga.

Pernah bekerja sebagai pemimpin redaksi di Mojok.co, sebuah media opini alternatif berbasis di Jogja. Sekarang menjadi manajer di Akal Buku, sebuah toko buku online sederhana yang saya jalankan bersama istri saya.
 
Copyright © 2010 Blog Agus Mulyadi , All rights reserved
Design by DZignine . Powered by Blogger